TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat

Perluasan Piala Dunia mencatatkan 308 gol dan 6,8 juta penonton, sementara Kylian Mbappe, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan lini pertahanan Spanyol mengubah catatan sejarah

Selesai sudah gelaran Piala Dunia FIFA 2026 pada hari Minggu (19/7/2026) malam waktu setempat, yang ditandai dengan keberhasilan Spanyol mengangkat trofi di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat (AS), usai mengalahkan juara bertahan Argentina, 1-0.

Sudah dipastikan bahwa Piala Dunia dengan 48 tim akan membawa perubahan bersejarah dalam berbagai rekor. Lebih banyak peserta, lebih banyak pertandingan, lebih banyak gol, lebih banyak kota tuan rumah (16)—karena digelar di AS, Kanada, dan Meksiko—dan perjalanan yang lebih panjang menuju gelar juara. 

Namun, bagi para penggemar, menyaksikannya secara langsung jauh lebih istimewa daripada sekadar menanti perhelatannya.

Sebelum 2026, Lionel Messi dari Argentina diperkirakan akan melampaui rekor total gol Miroslav Klose (Jerman) dalam sejarah Piala Dunia. Messi (21) memang sempat memecahkan rekor Klose (16). 

Namun, pada akhirnya, Kylian Mbappe dari Prancis—yang timnya finis di peringkat keempat—berhasil mencetak satu gol lebih banyak daripada Messi untuk menempati posisi teratas dengan total 22 gol (10 di antaranya dicetak pada edisi ini).

Lionel Messi (foto kiri) dan Kylian Mbappe tidak hanya berupaya membawa timnya meraih gelar Piala Dunia 2026 melainkan juga bersaing dalam perburuan top scorer.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Meskipun tidak berhasil memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia yang dipegang rekan senegaranya, Just Fontaine (13 gol), Mbappe berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di fase gugur dengan total 14 gol (sebelumnya delapan gol). 

Selain jumlah total 308 gol pada edisi ini dibandingkan dengan 172 gol pada tahun 2022, turnamen ini juga mencatatkan rata-rata gol yang lebih tinggi: 2,96 berbanding 2,69. 

Kemenangan 6-4 Inggris atas Prancis dalam perebutan tempat ketiga menjadi duel yang paling menonjol dalam aspek ini. Meski demikian, angka tersebut tidak melampaui skor tertinggi dalam sejarah Piala Dunia: Austria 7-5 Swiss pada tahun 1954.

Walau begitu, catatan ini menjadi keuntungan bagi para penggemar yang menyaksikan tujuh pertandingan dengan skor tinggi sepanjang turnamen. Namun, di luar perbedaan teknis antar-tim, terdapat pula aksi comeback (membalikkan keadaan) yang menyajikan keseruan khas Piala Dunia. 

Turnamen ini berakhir dengan 15 pertandingan dengan tim pemenang sempat tertinggal lebih dulu. Rekor sebelumnya dipegang oleh edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang, yang mencatatkan total sembilan aksi comeback sepanjang turnamen.

Rekor-Rekor yang Pecah di Piala Dunia 2026

1. Jumlah tim peserta
Rekor sebelumnya: 32
Setelah Piala Dunia 2026: 48

2. Jumlah pertandingan
Rekor sebelumnya: 64
Setelah Piala Dunia 2026: 104

3. Rata-rata gol per laga
Rekor sebelumnya: 2,69 (2022)
Setelah Piala Dunia 2026: 2,96

4. Pencetak gol terbanyak sepanjang masa
Rekor sebelumnya: Miroslav Klose (Jerman), 16
Setelah Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe (Prancis), 22

5. Gol di fase gugur
Rekor sebelumnya: Leonidas (Brasil), Ronaldo Nazario (Brasil), Mbappe – 8
Setelah Piala Dunia 2026: Mbappe, 22

6. Pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak
Rekor sebelumnya: Lothar Matthaus (Jerman), 25
Setelah Piala Dunia 2026: Lionel Messi (Argentina), 34

7. Pemain dengan kemenangan terbanyak
Rekor sebelumnya: Klose, 17
Setelah Piala Dunia 2026: Messi, 23

8. Jumlah laga beruntun mencetak gol
Rekor sebelumnya: Just Fontaine (Prancis), Jairzinho (Brasil) – 6
Setelah Piala Dunia 2026: Messi, 9

9. Pencetak hat-trick tertua
Rekor sebelumnya: Cristiano Ronaldo (Portugal), 33 tahun
Setelah Piala Dunia 2026: Messi, 38 tahun

10. Pembuat assist terbanyak di satu edisi
Rekor sebelumnya: Pele (Brasil), 6
Setelah Piala Dunia 2026: Michael Olise (Prancis), 7

11. Operan sukses dalam satu Edisi
Rekor sebelumnya: Rodri (Spanyol), 638 pada 2022
Setelah Piala Dunia 2026: Rodri, 790

12. Kiper dengan jumlah laga tanpa kebobolan
Rekor sebelumnya: Tujuh kiper, 5
Setelah Piala Dunia 2026: Unai Simon (Spanyol), 7

13. Waktu terpanjang tanpa kemasukan
Rekor sebelumnya: Walter Zenga (Italia), 517 menit
Setelah Piala Dunia 2026: Unai Smon, sekitar 650 menit

14. Gol kebobolan paling sedikit tim juara dunia
Rekor sebelumnya: Spanyol (2010), Italia (2006), Prancis (1998) – 2
Setelah Piala Dunia 2026: Spanyol, 1

15. Pelatih tertua
Rekor sebelumnya: Otto Rehhagel (Jerman), menangani Yunani di 2010, 71 tahun
Setelah Piala Dunia 2026: Dick Advocat (Belanda), menangani Curacao, 78 tahun

16. Pelatih tertua tim juara 
Rekor sebelumnya: Vicente del Bosque, menangani Spanyol di 2010, 59 tahun
Setelah Piala Dunia 2026: Luis de la Fuente, menangani Spanyol, 65 tahun

17. Negara terkecil di Piala Dunia
Rekor sebelumnya: Islandia, jumlah penduduk sekitar 350 ribu
Setelah Piala Dunia 2026: Curacao, jumlah penduduk sedikit lebih banyak dari 150 ribu

18. Gol terbanyak di perebutan tempat ketiga
Rekor sebelumnya: 9, tahun 1958
Setelah Piala Dunia 2026: 10, Inggris 6-4 Prancis

19. Juara pria dan wanita secara bersamaan
Rekor sebelumnya: Tidak ada
Setelah Piala Dunia 2026: Spanyol – tim wanita pada 2023, pria 2026

20. Total gol dalam satu edisi
Rekor sebelumnya: 172 pada 2022
Setelah Piala Dunia 2026: 308

21. Total jumlah penonton
Rekor sebelumnya: 3.587.538 pada 1994
Setelah Piala Dunia 2026: 6.810.966

22. Jumlah edisi Piala Dunia mencetak gol
Rekor sebelumnya: Cristiano Ronaldo dan Messi – 5
Setelah Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo, 6

Yang mengalami penurunan adalah jumlah penonton. Meskipun total jumlah penggemar di stadion hampir dua kali lipat—meningkat dari 3.587.538 pada tahun 1994 menjadi 6.810.966 pada tahun 2026—rata-rata jumlah penonton per pertandingan justru turun: sekitar 68.991 pada masa lalu dibandingkan dengan 65.490 pada tahun 2026. 

Dengan demikian, tahun 2026 memegang rekor mutlak untuk jumlah penonton. Namun Piala Dunia tahun 1994 yang juga digelar di AS, tetap lebih tinggi secara proporsional.

Usia Karier yang Panjang

Dalam ajang yang kemungkinan besar menjadi perpisahan baginya di Piala Dunia, Messi finis sebagai runner-up. Namun, kariernya yang panjang memungkinkannya mencetak sejumlah rekor. 

Rekor-rekor tersebut mencakup jumlah assist terbanyak (12), jumlah pertandingan terbanyak (39), serta mencetak gol dalam pertandingan berturut-turut (9). Ia juga menjadi pemain tertua yang mencetak hat-trick melampaui mantan rivalnya, Cristiano Ronaldo (38 berbanding 33). 

Pemain asal Portugal itu juga memanfaatkan karier panjangnya untuk menjadi atlet pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia yang berbeda.

Meskipun banyak rekor telah dipecahkan di Piala Dunia 2026, Pele masih memegang beberapa rekor berkat bakat luar biasa yang sudah terlihat sejak usia sangat muda. 

Ikon sepak bola Brasil ini tetap memegang rekor sebagai pemain termuda (17 tahun) yang menjadi juara Piala Dunia dan mencetak gol dalam turnamen tersebut. Selain itu, ia merupakan satu-satunya pemain yang pernah menjuarai turnamen ini sebanyak tiga kali (1958, 1962, 1970).

Keseimbangan Tim Juara

Di satu sisi, bintang-bintang besar pada edisi ini berhasil memanfaatkan peluang sebaik-baiknya untuk memecahkan rekor. Di sisi lain, tim Spanyol menunjukkan kemampuan mereka dalam meraih kemenangan. 

Meskipun pencetak gol terbanyak mereka hanya mengoleksi lima gol (Mikel Oyarzabal), tim asuhan Luis De La Fuente itu menunjukkan keunggulan lewat pertahanan yang nyaris tak tertembus dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen (saat menang 2-1 atas Belgia di perempat final). 

Catatan ini lebih baik daripada performa mereka saat menjuarai turnamen tahun 2010, serta melampaui rekor Italia (2006) dan Prancis (1998) yang sama-sama mencatatkan dua kali kebobolan.

Berkat perlindungan “tembok” pertahanan di depannya, kiper Unai Simon berhasil memanfaatkan sistem tersebut untuk memecahkan rekor durasi waktu terlama (650 menit) dan jumlah pertandingan terbanyak (tujuh laga) tanpa kebobolan. 

Simon hanya melakukan 10 penyelamatan sepanjang turnamen. Sebagai perbandingan, di laga final saja, kiper Argentina Dibu Martínez harus melakukan 11 penyelamatan.

Sama halnya dengan lini pertahanan yang membantu menonjolkan kemampuan kiper, lini tengah juga berperan penting dalam membentuk sistem yang begitu solid. 

Meskipun sempat bermain sebagai pemain pengganti, gelandang Mikel Merino tampil sebagai bintang di fase gugur. Ia membawa La Roja meraih kemenangan berkat gol-gol krusial di babak 16 besar dan perempat final.

Sementara itu, gelandang Rodri menjadi sosok representatif yang sesungguhnya. Pemain tersebut sudah mencatatkan jumlah operan sukses terbanyak sejak edisi sebelumnya (638) dan mencapai angka 799 pada edisi kali ini. 

Sang gelandang berperan mengantisipasi permainan berisiko—dengan menjadi sosok “tak terlihat” di lini tengah—namun pada akhirnya justru menjadi pusat perhatian karena menjadi orang pertama yang mengangkat trofi.