Marco Materazzi menjadi pilar lini belakang Timnas Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jakarta
Wakil Eropa menunjukkan dominasinya di Piala Dunia 2006 dengan merebut tempat di semifinal.
Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Jerman menghadirkan fakta menarik. Untuk keempat kalinya dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi ini, empat tim yang lolos ke semifinal berasal dari Eropa.
Italia, Prancis, Jerman, dan Portugal mengulang kisah sukses wakil Benua Biru di edisi 1934, 1966, dan 1982. Fakta ini menjadi sorotan karena biasanya selalu ada tim dari Amerika Selatan seperti Brasil dan Argentina sebagai pesaing utama perebutan gelar juara.
Pertanda sepak bola Eropa sedang dalam masa terbaiknya sudah terlihat sejak perempat final. Ada enam wakil mereka di sana, termasuk Inggris dan Ukraina. Sementara dua slot tersisa menjadi milik Argentina dan Brasil.
Argentina gagal melangkah ke semifinal Piala Dunia 2006 setelah dikalahkan Jerman melalui adu penalti. Sementara Brasil yang berstatus sebagai juara bertahan harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 0-1.
Di semifinal, Italia berhasil menundukkan Jerman dengan skor 2-0 setelah melalui perpanjangan waktu. Sementara Prancis mengubur impian Portugal untuk melaju ke partai puncak melalui gol penalti Zinedine Zidane.
Italia keluar sebagai juara Piala Dunia 2006 usai mengalahkan Prancis melalui adu penalti. Duel ini diwarnai insiden kontroversial yang dikenang sampai sekarang, yakni kartu merah yang diberikan kepada Zidane karena menanduk dada Marco Materazzi.
Sapu Bersih di Fase Grup
Dari 32 tim yang ambil bagian di Piala Dunia 2006, hanya ada empat yang berhasil menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan kemenangan, yakni Jerman, Portugal, Brasil, dan Spanyol.
Jerman yang berada di Grup A sukses mengalahkan Kosta Rika, Polandia, dan Ekuador. Delapan gol disarangkan tim berjuluk Die Mannschaft ke gawang lawan-lawannya, dan cuma kebobolan dua kali.
Tiga kemenangan beruntun diraih Portugal yang tergabung ke dalam Grup G. Tim asuhan Luiz Felipe Scolari mengumpulkan sembilan angka hasil mengalahkan Angola, Iran, dan Meksiko.
Performa meyakinkan ditunjukkan Brasil di Grup F. Mengalahkan Kroasia, Australia, dan Jepang, gawang Tim Samba mencetak tujuh gol dan cuma kebobolan sekali.
Agresivitas luar biasa diperlihatkan Spanyol di Grup H dengan mencetak delapan gol ke gawang lawan dan cuma sekali dibobol. Ukraina, Tunisia, dan Arab Saudi menjadi korban perjalanan awal Tim Matador.
Awal Buruk Prancis
Prancis yang pada akhirnya sampai ke final Piala Dunia 2006 memulai perjalanannya dengan hasil tak maksimal. Menghadapi Swis pada laga pembuka Grup G, Zinedine Zidane dan kawan-kawan ditahan imbang tanpa gol.
Pada pertandingan kedua menghadapi Korea Selatan, penampilan Prancis kembali tak maksimal. Unggul cepat di awal babak pertama lewat gol Thierry Henry, keunggulan Les Blues buyar karena Park Ji-sung membalas pada menit ke-81.
Dua poin hasil dari dua pertandingan membuat Prancis mendapat banyak kritik. Mereka tertinggal dari Korea Selatan dan Swis yang masing-masing sudah memiliki empat poin. Bayang-bayang kegagalan lolos ke babak gugur di Piala Dunia 2002 menghantui skuad asuhan Raymond Domenech.
Prancis akhirnya bisa bernapas lega karena pada laga pamungkas Grup G melawan Togo behasil menang 2-0, dan Korea Selatan takluk dari Swis dengan skor sama. Lima poin sudah cukup mengantarkan Les Blues ke babak 16 besar dengan status runner up.