TVRINews – Dallas, Amerika Serikat

Harry Kane meminta pemain Inggris bermain tanpa tekanan di Piala Dunia 2026.

Inggris datang ke Piala Dunia 2026 sebagai kandidat juara. Delapan pertandingan di kualifikasi zona Eropa yang mereka sapu bersih dengan kemenangan menunjukkan betapa solidnya permainan.

Harapan suporter Inggris melihat tim kebanggaannya merebut gelar juara Piala Dunia 2026 sangat besar. Terakhir kali skuad berjuluk The Three Lions mendapatkannya saat menjadi tuan rumah pada 1966.

Penyerang Inggris, Harry Kane, optimistis bisa mewujudkan harapan tersebut karena melihat kualitas skuad yang ada saat ini. Mereka memiliki pemain utama dan cadangan yang sama baiknya.

"Tentu saja ini adalah salah satu peluang terbaik yang kami miliki sebagai tim untuk memenangkannya. Saya pikir semua orang sangat bersemangat untuk memulai dengan baik dan membuktikan bahwa kami memiliki kemampuan untuk melangkah jauh di turnamen ini," kata Kane, dikutip dari France24, Rabu (17/6/2026).

Kane mengingatkan yang terpenting bagi rekan setimnya sekarang ini bermain tanpa tekanan. Mereka hanya perlu memikirkan bagaimana caranya bisa tampil semaksimal mungkin dalam setiap pertandingan.

"Bagi saya, pesannya sederhana: bebaskan pikiran. Dalam turnamen apa pun yang Anda ikuti, jika Anda merasa bermain tanpa beban, berjuang untuk meraih kemenangan dan memberikan segalanya di lapangan, maka Anda bisa tetap mengangkat kepala dengan bangga apa pun hasil akhirnya," tuturnya.

Kane akan menjadi tumpuan lini depan Inggris di Piala Dunia 2026. Penampilan impresif bersama Bayern Munchen musim ini dengan 61 gol dari 51 penampilan membuatnya digadang-gadang sebagai kandidat top-scorer.

Ujian pertama Kane untuk unjuk ketajaman bersama Inggris datang dari Kroasia. Kedua tim akan saling berhadapan di Dallas Stadium, Amerika Serikat pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

Tidak mudah bagi Inggris untuk memenangi pertandingan melawan Kroasia. Tim berjuluk Vatreni itu tampil impresif dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya dengan menjadi runner-up pada 2018 dan finis ketiga pada 2022.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, tampaknya juga tak ingin anak asuhnya tampil dengan membawa beban yang berat. Ia hanya ingin melihat para pemain menikmati jalannya pertandingan.

"Saya berharap mereka menikmati pertandingan dan besok mereka bisa merasakan serta melihat apa yang saya rasakan dan lihat selama 16 hari terakhir, yakni kerja keras yang luar biasa, suasana yang luar baisa, serta sikap yang sangat baik dari para pemain dan seluruh tim pendukung di sekitar mereka," tutur Tuchel.