TVRINews – Philadelphia, Amerika Serikat

Penyanyi rap ternama Prancis Rohff menilai Ousmane Dembele di skuad Les Bleus hanya menjadi “pelayan” buat Kylian Mbappe.

Ousmane Dembele adalah pemegang Ballon d’Or dan pemenang dua musim terakhir Liga Champions bersama Paris Saint-Germain (PSG). Dua kesuksesan itu membuat Dembele pemain terbaik di dunia di mata banyak orang. 

Namun di Tim Nasional Prancis, dengan Kylian Mbappe menjadi kapten, peran penting Dembele sepertinya sengaja dibuat tidak begitu penting sehingga membuatnya makin jauh dari gol, tidak seperti striker Real Madrid CF tersebut. 

Di antara penggemar Dembele yang merasa terganggu dengan penyesuaian taktis yang dilakukan pelatih Les Bleus Didier Deschamps untuk sang winger adalah rapper terkenal Prancis yang juga pendukung fanatik PSG, Rohff.

Dengan nada kesal, penyanyi rap bernama asli Housni M’Kouboi mengkritisi formasi yang membuat Dembele kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya, serta aroma persaingan tidak seimbang sang winger dengan Mbappe.

“Ini semua membuat perut saya mual,” ucap Rohff dalam akun media sosialnya.

“Tim Nasional Prancis cukup beruntung memiliki pemenang Ballon d’Or yang mempunyai dua gelar Liga Champions bersama klubnya. 

“Namun, mereka memperlakukannya dengan hinaan, merendahkannya dengan menjadi pesuruh yang melayani Mbappe yang seharusnya sama sekali tidak perlu iri padanya. Saya sudah tidak tahan lagi dengan ini semua!

“Jika Ousmane Dembele bermain di posisi aslinya, ia akan membuat semua orang melupakan Mbappe, sungguh!

“Prancis beruntung karena Dembele memiliki kemampuan menekan dan membantu pertahanan, hingga menciptakan ruang. Tapi ya sudahlah, itu keinginan dan taktik Deschamps.”

Posisi natural Dembele adalah bermain di sayap kanan, saat kecepatan luar biasanya dan kemampuan menggunakan kedua kakinya memungkinkannya untuk menusuk ke dalam untuk menembak atau bergerak ke luar untuk memberikan umpan silang akurat dengan kaki kiri atau kanannya. 

Sayap kanan ini tetap menjadi peran utamanya baik untuk klubnya, PSG, maupun Tim Nasional Sepak Bola Prancis. Faktanya, situasi di lapangan dan munculnya sejumlah nama seperti Michael Olise (sayap kanan) dan rekan seklub Dembele, Desire Doue (sayap kiri), membuat mantan pemain Borussia Dortmundu itu kiat sulit.

Dalam berbagai wawancara, Dembele menyebutkan “posisi sebenarnya” yang diminta darinya adalah menjadi pemain nomor 10 klasik, utamanya di Les Bleus. 

Penempatan itu bukan tanpa alasan. Kecerdasan taktis dan kemampuan menggiring bola Dembele memungkinkannya beroperasi di posisi tengah, mundur ke belakang untuk menerima bola atau bergerak ke salah satu sisi lapangan untuk menciptakan peluang menyerang. 

Kendati begitu, Rohff tampaknya belum juga puas. Ia mengkritik posisi bermain Dembele di skuad juara Piala Dunia 1998 dan 2018 itu. 

“Perancang serangan terbaik di dunia dan juara Eropa dua kali, terpaksa bermain untuk Kiki kecil (Mbappe), itu terlalu berlebihan,” tuturnya.

“Dembele berada pada titik hingga ia menganggap dirinya beruntung mendapatkan waktu bermain, waktu yang dibutuhkan untuk menemukan posisinya dan membuat pemain lain bersinar sebelum kemudian ia diganti dengan sisa waktu 15 menit.”