Pelatih Belanda, Ronald Koeman. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Amsterdam, Belanda
Ronald Koeman memadukan berbagai faktor dari teknis sampai materi pemain, dalam membangun Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026.
Ronald Koeman kembali untuk periode keduanya sebagai pelatih Tim Nasional Sepak Bola Belanda pada Januari 2023, setelah Louis van Gaal pensiun usai Piala Dunia FIFA Qatar 2022.
Ahli taktik yang sangat berpengalaman ini telah memimpin berbagai tim klub selama lebih dari 25 tahun kariernya di bangku pelatih, termasuk FC Barcelona, PSV Eindhoven, AFC Ajax, SL Benfica, dan Everton FC.
Periode pertamanya bersama Oranje berakhir sebelum waktunya ketika Barca memanggilnya. Kini, Koeman memiliki kesempatan untuk memimpin skuad tanah airnya di panggung global, setelah bermain di dua Piala Dunia – pada 1990 dan 1994 – saat ia berperan sebagai pemain bertahan dan terkenal karena kemampuannya dalam tendangan bebas dan penalti.
Belanda adalah rumah bagi beberapa pionir sepak bola, dan dapat dikatakan bahwa Koeman adalah salah satunya selama karier bermainnya. Ia adalah seorang bek tetapi mengakhiri kariernya dengan lebih dari 250 gol secara total untuk klub dan negara.
Sebagai pelatih, Koeman memang gagal membantu Belanda lolos ke Euro (Kejuaraan Eropa) 2016 dan Piala Dunia 2018. Namun, kini ia akan coba membawa Tim Oranye melangkah jauh lebih baik daripada final yang sudah mereka capai hingga tiga kali tetapi selalu kalah (1974, 1978, dan 2010).
Taktik Kunci dan Gaya Melatih
Koeman termasuk pelatih yang fleksibel dan pragmatis, yang sering menyesuaikan taktiknya dengan kekuatan pemainnya. Ia biasanya menyukai formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3.
Koeman juga fokus membangun serangan dari belakang, memanfaatkan pemain sayap berenergi tinggi atau bek sayap menyerang, dan memastikan stabilitas pertahanan melalui struktur yang kompak dan terorganisasi.
Meskipun lebih menyukai formasi 4-2-3-1 di awal kariernya saat menangani Everton dan Southampton, Koeman beralih ke formasi 3-5-2 atau 3-4-3 untuk stabilitas pertahanan saat dibutuhkan, seperti yang terlihat di Barcelona.
Di Barcelona, setelah awal yang buruk, Koeman mengadopsi sistem 3-5-2 (atau 3-1-4-2). Formasi ini memungkinkan soliditas pertahanan yang lebih besar sekaligus memaksimalkan kebebasan menyerang bek sayap dan menjaga pengaruh gelandang elite seperti Frenkie de Jong.
Koeman umumnya lebih menyukai formasi tiga gelandang. Namun, ia menyesuaikan peran mereka. Tidak jarang ia menggunakan satu gelandang bertahan untuk memungkinkan pemain lainnya maju ke pertahanan lawan.
Meskipun sering cenderung menggunakan formasi 4-2-3-1, Koeman dikenal sebagai seorang “tinkerman” (ahli modifikasi) yang akan mengubah formasi untuk menyesuaikan diri dengan lawan atau memperbaiki performa buruk.
Koeman menekankan keterampilan teknis dan penguasaan bola, mengincar sirkulasi bola cepat yang mirip dengan gaya tradisional Belanda, tetapi lebih menyukai permainan yang lebih fisik dan cepat daripada "tiki-taka" yang kaku.
Berani Panggil Pemain Muda
Setelah kembali memimpin Belanda pada tahun 2023, Koeman menggunakan formula yang berhasil pada masa kepemimpinannya yang pertama, ketika ia memberikan debut kepada pemain-pemain seperti Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt.
Kali ini, talenta muda seperti Xavi Simons (belakangan batal ke Piala Dunia 2026 karena cedera ACL), Jeremie Frimpong, dan Micky van de Ven menjadi pemain reguler dalam susunan pemainnya, bahkan dalam pertandingan-pertandingan penting UEFA Nations League dan kualifikasi Piala Dunia.
Terkini, Koeman berani memberikan kesempatan turun untuk sejumlah pemain muda seperti bek kiri Jorrel Hato (Chelsea FC) dan gelandang tengah Kees Smit (AZ Alkmaar) yang masing-masing baru berusia 20 tahun atau Luciani Valente (Feyenoord Rotterdam), 22 tahun.
“Kami memiliki pemain-pemain berbakat, seperti biasa di Belanda, kami memiliki banyak pemain yang berprestasi di Liga Primer Inggris, misalnya. Kami adalah tim yang sangat kuat,” tutur pelatih berusia 63 tahun itu.
“Kami orang Belanda. Kami tidak takut melibatkan pemain muda – kami sudah terbiasa dengan itu.
“Saya selalu mengatakan bahwa, jika saya memiliki pemain berusia 30 tahun dan 22 tahun yang bermain di level yang sama, saya akan memilih pemain berusia 22 tahun karena dia adalah masa depan,” kata Koeman di siniar Parlem de Futbol.
Biodata Ronald Koeman
Nama lengkap: Ronald Koeman
Kelahiran: Zaandam, Belanda, 21 Maret 1963 (63)
Karier Melatih:
- Vitesse Arnhem (Januari 2000 – Desember 2001)
- AFC Ajax (Desember 2001 – Februari 2005)
- SL Benfica (Juli 2005 – Mei 2006)
- PSV Eindhoven (Juli 2006 – Oktober 2007)
- Valencia CF (November 2007 – April 2008)
- AZ Alkmaar (Juli 2009 – Desember 2009)
- Feyenoord Rotterdam (Juli 2011 – Juni 2014)
- Southampton FC (Juli 2014 – Juni 2016)
- Everton FC (Juli 2016 – Oktober 2017)
- Timnas Belanda (Februari 2018 – Oktober 2021)
- FC Barcelona (Agustus 2020 – Oktober 2021)
- Timnas Belanda (Januari 2023 – sekarang)
Prestasi sebagai Pelatih:
Ajax
- Eredivisie (Liga Belanda): 2001–2002, 2003–2004
- KNVB Cup (Piala Belanda): 2001–02
- Johan Cruyff Shield (Piala Super Belanda): 2002
Benfica
- Supertaca Candido de Oliveira (Piala Super Portugal): 2005
PSV
- Eredivisie: 2006–2007
Valencia
- Copa del Rey (Piala Raja): 2007–2008
AZ
- Johan Cruyff Shield: 2009
Barcelona
- Copa del Rey: 2020–2021
Timnas Belanda
- Runner-up UEFA Nations League 2018-2019
Penghargaan Individu sebagai Pelatih:
- Rinus Michels Award: 2012
- Pelatih Terbaik Bulan Ini Liga Primer Inggris: September 2014, Januari 2015, Januari 2016