TVRINews - Paramaribo, Suriname

Kehadiran figur-figur legendaris Belanda diharapkan dapat memberi pengalaman dan motivasi tambahan bagi Suriname yang sedang berjuang mencetak sejarah lolos ke Piala Dunia 2026

Mantan pelatih Timnas Indonesia asal Belanda, Patrick Kluivert, dan sesama legenda Belanda, Clarence Seedorf, akan terlibat membantu Timnas Suriname menjelang play-off Piala Dunia 2026 bulan ini, dalam upaya mereka meraih tiket ke putaran final untuk pertama kalinya.

Suriname dijadwalkan menghadapi Bolivia dalam semifinal play-off antarkonfederasi di Monterrey, Meksiko, 26 Maret 2026. Jika menang, mereka akan bertemu Irak di tempat yang sama pada 31 Maret 2026 untuk memperebutkan satu tiket ke Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

“Ini bukan posisi resmi,” kata Brian Tevreden, Manajer Umum Timnas Suriname, Minggu (15/3/2026) dikutip dari Reuters. “Clarence akan tetap menjadi anggota dewan pengawas di Federasi Sepak Bola Belanda, tetapi dia akan mendukung saya sebagai tempat berdiskusi dan juga sebagai duta untuk Suriname. Sama halnya dengan Patrick Kluivert," ia manambahkan.

Kluivert dan Seedorf memang memiliki keterkaitan dengan Suriname. Seedorf, 49 tahun, lahir di Suriname tapi pindah ke Belanda pada usia dua tahun. Ia mencatatkan 87 penampilan bersama Timnas Belanda, termasuk mencapai semifinal Piala Dunia 1998. Kluivert, juga 49 tahun, yang mencetak 40 gol untuk Oranje, mempunyai ayah yang berasal dari Suriname.

"Keduanya ingin berkontribusi ide dan melihat bagaimana kami bisa lebih meningkatkan jalur yang telah kami tempuh," ujar Tevreden kepada harian Belanda, De Telegraaf.

Pelatih Suriname sebelumnya, Stanley Menzo, yang juga mantan kiper Timnas Belanda era awal 1990-an keturunan Suriname, mengundurkan diri setelah gagal memastikan kualifikasi langsung ke Piala Dunia 2026 pada November 2025 lalu. Posisinya kini digantikan oleh Henk ten Cate.

Sementara legenda Belanda keturunan Suriname lainnya, yaitu Winston Bogarde dan Jimmy Floyd-Hasselbaink, ditambahkan ke dalam jajaran staf pelatih dalam beberapa bulan terakhir.

Kehadiran figur-figur legendaris Belanda ini diharapkan dapat memberikan pengalaman, strategi, dan motivasi tambahan bagi Suriname yang sedang berjuang untuk mencetak sejarah. 


Manfaatkan Pemain Berdarah Suriname yang Dibesarkan di Eropa

Suriname sendiri merupakan tim yang secara tradisional dianggap underdog. Namun, dengan kombinasi pemain diaspora berbakat dan pengalaman para legenda Belanda, peluang mereka melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli 2026 kini menjadi lebih realistis.

Dalam beberapa tahun terakhir, kekuatan Suriname juga banyak bertumpu pada pemain diaspora yang berkembang di sistem sepak bola Belanda. Hal ini terjadi setelah federasi sepak bola Suriname mulai memanfaatkan pemain berdarah Suriname yang lahir atau dibesarkan di Eropa, terutama di Belanda. 

Banyak dari mereka merupakan lulusan akademi klub-klub Belanda, dan bahkan pernah memperkuat Timnas Belanda di level junior sebelum akhirnya memilih membela Suriname. Strategi ini membuat kualitas skuat Suriname meningkat signifikan dibanding era sebelumnya, yang didominasi pemain dari liga domestik.

Beberapa contoh pemain diaspora tersebut antara lain Jean-Paul Boetius, gelandang serang yang pernah bermain di Bundesliga bersama Mainz dan Hertha Berlin. Pemain kelahiran Rotterdam ini menjadi salah satu nama paling berpengalaman dalam skuat Suriname saat ini. Selain itu ada Tyrone Conraad, penyerang kelahiran Rotterdam yang sempat bermain di berbagai liga Eropa sebelum melanjutkan karier di Asia.

Suriname juga diperkuat sejumlah pemain lain yang lahir dan berkembang di Belanda, seperti Damil Dankerlui, bek kanan jebolan akademi Ajax yang pernah bermain untuk Willem II dan FC Groningen, serta Liam van Gelderen, bek yang juga pernah menimba ilmu di akademi Ajax sebelum berkarier di Eredivisie. 

Ada pula gelandang muda Jayden Turfkruier yang lahir di Amsterdam dan memulai karier profesionalnya di Belanda sebelum membela tim nasional Suriname.

Selain nama-nama tersebut, beberapa pemain keturunan Suriname yang bermain di Eropa juga mulai bergabung atau diproyeksikan memperkuat tim nasional, seperti striker Leeds United Joel Piroe, yang memilih membela negara asal ayahnya.

Kehadiran pemain diaspora seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan dan membawa Suriname bersaing di level internasional.

Dengan komposisi pemain yang banyak berasal dari diaspora Belanda serta dukungan legenda sepak bola berdarah Suriname seperti Clarence Seedorf dan Patrick Kluivert, Suriname kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengejar ambisi tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia.