Pelatih Inggris, Thomas Tuchel mau seluruh anak asuhnya bikin tato bila Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - London, Inggris
Pardew mendesak Tuchel melakukan perubahan taktik menjelang laga krusial menghadapi Panama nanti.
Kehadiran Cole Palmer dinilai bisa menjadi pembeda besar bagi tim nasional Inggris saat menghadapi Gana dalam lanjutan pertandingan Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Thomas Tuchel tersebut dinilai sangat minim kreativitas dan kehilangan ketajaman saat memasuki sepertiga akhir pertahanan lawan.
Pandangan kritis tersebut dilontarkan oleh mantan manajer Newcastle United dan Crystal Palace, Alan Pardew, saat mengomentari hasil imbang tanpa gol Inggris. Raihan itu membuat skuad Tiga Singa gagal mengulangi performa memukau mereka seperti saat melibas Kroasia 4-2 pekan lalu.
Lini pertahanan Gana yang tampil sangat disiplin dan solid sukses membatasi peluang emas Inggris sepanjang jalannya pertandingan berlangsung. Hasil imbang ini membuat kedua tim kini mengoleksi poin yang sama empat, menjelang laga pemungkas fase grup.
Meskipun Inggris tercatat mampu melepaskan 19 kali tembakan, peluang terbaik baru lahir pada menit-menit akhir babak kedua. Sundulan Nico O'Reilly membentur tiang gawang yang kemudian disusul tendangan liar Harry Kane yang melambung jauh di atas mistar.
Penampilan buruk tersebut bahkan membuat pengamat sepak bola Adrian Durham memberikan nilai satu per sepuluh untuk dua pemain Inggris itu. Tuchel didesak untuk melakukan perubahan besar dalam susunan pemain menjelang laga melawan Panama demi mengembalikan karakter permainan menyerang.
Pardew menilai Inggris saat ini sedang mengalami krisis kreativitas yang akut, terutama ketika harus berhadapan dengan tim yang bermain bertahan. Ia mengisyaratkan Palmer yang secara mengejutkan dicoret dari skuad Piala Dunia 2026 merupakan sosok yang tepat untuk membongkar pertahanan berlapis Gana.
Saat membedah performa Inggris dalam acara Hawksbee and Jacobs di talkSPORT, Pardew memberikan analisis mendalam mengenai buruknya aliran bola. "Saya tidak masalah dengan umpan lateral atau ke belakang sesekali, tetapi setelah itu Anda tentu mengharapkan ada pergerakan menusuk ke depan," ujarnya.
Kinerja dua bek sayap Inggris, Reece James dan Djed Spence, juga mendapat sorotan dari Pardew. Menurutnya, mereka tampil sangat monoton sepanjang laga.
"Saya melihat terlalu banyak momen kemarin, khususnya kedua bek sayap, hanya melepaskan umpan lateral lalu berdiri diam tanpa pergerakan," ucapnya.
"Lalu apa gunanya hal itu dilakukan jika Anda tidak menciptakan ruang atau peluang apa pun dari skema tersebut?" tuturnya dengan nada heran.
Pria berusia 64 tahun itu menilai hanya Jude Bellingham yang menunjukkan determinasi tinggi untuk mendobrak lini belakang Gana. Hanya saja, tetap saja pilar Real Madrid tersebut tak bisa mencetak gol.
"Hanya ada beberapa momen di mana saya melihat Bellingham menjadi satu-satunya pemain yang mencari umpan satu-dua dan mencoba berlari menusuk, yang memang menjadi ciri khas permainannya," ucapnya.
"Namun, kita tidak memiliki cukup pergerakan seperti itu, serta ketajaman, kecerdikan kecil, dan kreativitas di sekitar kotak penalti sangat amat terasa kurang," ia menambahkan.
Pardew menegaskan keputusan Tuchel mencoret Cole Palmer dari daftar skuad resmi ke Amerika Utara merupakan sebuah kerugian besar. "Ada banyak orang di luar sana yang membicarakan absennya Palmer dari dalam skuad turnamen ini."
Menurutnya, karakter permainan Palmer sangat dibutuhkan untuk memecahkan kebuntuan dalam situasi pertandingan yang beralur rapat seperti melawan Gana. "Dia adalah tipe pemain yang secara pribadi akan saya bawa ke dalam skuad untuk menyelesaikan persamaan taktik yang Anda hadapi kemarin."
"Saat Anda mengarungi turnamen Piala Dunia, Anda tidak hanya menghadapi satu persamaan taktik saja, melainkan ada banyak persamaan yang akan datang menghadang."
Kekecewaan Pardew kian mendalam karena Inggris gagal menjaga momentum positif yang sudah mereka bangun pada pertandingan pertama lalu. Permasalahan tersebut harus diperbaiki agar Harry Kane dan kawan-kawan bisa melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
"Apa yang benar-benar sedikit mengganggu saya adalah kita sudah menciptakan momentum yang luar biasa malam itu, dan saya bisa melihatnya pada kalian berdua, kalian tampak sedikit lesu."
"Saya pikir itu adalah refleksi dari seluruh negeri, dan anak-anak yang menonton tadi malam harus duduk menyaksikan siksaan sepanjang 90 menit pertandingan."
Kendati demikian, Pardew tetap menaruh harapan besar skuad Inggris bisa segera bangkit pada pertandingan berikutnya. Armada Tiga Singa akan menghadapi Panama paga partai terakhir Grup L di New York New Jersey Stadium, Minggu (28/6).
"Tampaknya ini sudah menjadi cara kami sebagai penggemar Inggris untuk menderita, tetapi saya berharap mereka bisa kembali ke jalur yang benar saat melawan Panama," harapnya.
"Gol cepat selalu menciptakan masalah besar bagi tim yang menerapkan blok pertahanan rendah, dan hal tersebut akan menjadi kunci kemenangan."
"Saya benar-benar berpikir pada 20 menit pertama kami tampil sangat, sangat pasif, dan hal itu tidak boleh terjadi lagi ke depan jika kami menghadapi tim dengan peringkat yang lebih rendah."