TVRINews - Jakarta, Indonesia

Liga Malaysia dominan dengan mengirim tiga pemain ke Piala Dunia 2026 yakni Gervane Kastaneer (Terengganu FC) serta dua pemain Selangor, M. Abualnadi dan Noor Al-Rawabdeh.  

Panggung Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi milik para pesepak bola yang merumput di liga-liga top Eropa. Turnamen sepak bola terakbar di dunia ini juga menjadi saksi bisu bagaimana geliat kompetisi di Asia Tenggara (ASEAN) kian diperhitungkan. 

Sejumlah negara kontestan ternyata memanggil para penggawa yang sehari-harinya berkarier di klub-klub ASEAN, termasuk dari Liga Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Fenomena ini membuktikan bahwa kualitas kompetisi di kawasan Asia Tenggara mengalami peningkatan, sehingga mampu menjaga performa para pemain internasional di level tertinggi. 

Kehadiran mereka dalam ajang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli jadi kebanggaan tersendiri bagi para pencinta sepak bola kawasan Asia Tenggara. Berikut lima pemain klub ASEAN yang berhasil menembus skuad Piala Dunia 2026:

1. Frans Putros (Irak/Persib Bandung)

Frans Dhia Putros merupakan tembok pertahanan tangguh kelahiran Denmark yang memilih untuk merepresentasikan tanah leluhurnya, Irak, di kancah internasional.

Lahir pada 14 Juli 1993, pemain berusia 32 tahun ini memiliki fleksibilitas posisi yang sangat luar biasa di lini belakang. Ia dapat beroperasi sama baiknya sebagai bek tengah, bek sayap, maupun gelandang bertahan.

Pada level klub, Putros baru saja merampungkan musim yang fantastis bersama klub raksasa Indonesia, Persib Bandung, setelah didatangkan dari klub Thailand, Port FC. 

Sepanjang musim, ia tercatat tampil sebanyak 28 kali dan menyumbang 1 gol serta 1 asis, sekaligus mengomandoi lini belakang Maung Bandung hingga berhasil mempertahankan gelar juara domestik. Bersama Irak, Putros telah mengoleksi 25 caps sejak melakoni debutnya pada tahun 2018.

2. Mohammad Abualnadi (Yordania/Selangor FC)

Mohammad Abualnadi menjadi salah satu bakat muda yang mengisi daftar pemain dari kompetisi ASEAN yang mentas di Piala Dunia 2026. Pemain bertahan Yordania ini baru menginjak usia 25 tahun, sebuah usia yang cukup matang bagi seorang pemain belakang untuk unjuk gigi di turnamen major.

Abualnadi memiliki spesialisasi utama sebagai bek tengah. Karier klubnya di Asia Tenggara dihabiskan bersama salah satu tim papan atas Malaysia Super League, Selangor FC, sejak musim 2024/2025. 

Bersama klub berjulukan Gergasi Merah tersebut, Abualnadi menjadi pilar tak tergantikan di jantung pertahanan dengan statistik pertahanan yang impresif. Termasuk mencatatkan persentase kemenangan duel udara di atas 65% dalam kompetisi domestik maupun Asia.

Pada level internasional, Abualnadi secara perlahan namun pasti berhasil mengamankan posisi di skuad utama Yordania dengan catatan 20 caps dan melesakkan 3 gol. 

Sebagai bek modern, ia tidak hanya piawai dalam melakukan tekel bersih, tetapi juga memiliki kemampuan distribusi bola yang baik.

3. Noor Al-Rawabdeh (Yordania/Selangor FC)

Masih dari klub yang sama dengan Abualnadi, Noor Al-Rawabdeh merupakan nyawa lini tengah Yordania yang juga merumput di Malaysia bersama Selangor FC. Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan atau gelandang tengah ini lahir pada 24 Februari 1997, yang berarti ia saat ini genap berusia 29 tahun.

Al-Rawabdeh dikenal sebagai gelandang pengangkut air yang memiliki daya jelajah tinggi serta visi bermain yang visioner di lini tengah Selangor FC. 

Statistiknya di Liga Malayisa menunjukkan dominasi tinggi dalam hal akurasi operan yang mencapai angka 85%, serta jumlah intersep bola di area tengah yang krusial untuk memutus momentum serangan balik musuh.

Perannya di Timnas Yordania jauh lebih krusial, ia telah mengantongi 67 caps internasional bersama negaranya, ditambah tiga gol dan dua asis. 

Al-Rawabdeh menjadi metronom yang mengatur ritme permainan Yordania selama babak kualifikasi hingga berhasil mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026. 

4. Gervane Kastaneer (Curacao/Terengganu FC)

Bergeser ke zona CONCACAF, ada nama Gervane Kastaneer yang memperkuat Timnas Curacao di Piala Dunia 2026. Winger cepat ini lahir di Rotterdam, Belanda, pada 9 Juni 1996, dan saat ini menginjak usia 29 tahun. Kastaneer dikenal memiliki kecepatan menusuk yang mengerikan dari sisi lapangan.

Sebelum akhirnya merajut karier di Malaysia Super League bersama klub Terengganu FC, Kastaneer memiliki rekam jejak yang kental dengan sepak bola Indonesia. 

Winger lincah ini tercatat pernah merumput di kasta tertinggi Liga Indonesia dengan membela Persib Bandung saat juara pada musim 2024/2025 dan Persis Solo musim 2025–2026.

Usai membela Belanda di level junior, Kastaneer memilih membela Curacao di level senior dan telah mengemas 26 caps dengan sumbangan 9 gol serta 1 asis. 

Pada Piala Dunia 2026, statistiknya sebagai kreator peluang dan pelari cepat di sisi sayap dengan catatan digit ganda dalam kontribusi gol di level klub akan jadi senjata rahasia Curacao untuk mengejutkan tim-tim besar di fase grup.

5. Rebin Sulaka (Irak/Port FC)

Nama terakhir adalah Rebin Sulaka, bek tengah senior Timnas Irak yang memiliki hubungan erat dengan sepak bola ASEAN, khususnya Liga Thailand. Pemain berpostur jangkung 192 cm ini lahir pada 12 April 1992 dan kini telah menginjak usia 34 tahun. 

Sulaka adalah tipe bek tengah murni bergaya klasik yang sangat mengandalkan kekuatan fisik. Ia kini tercatat membela klub elite Thailand, Port FC, di mana ia menjadi menara kembar di lini belakang dan sempat merasakan atmosfer kompetisi Asia. Bersama Port FC, ia menyabet trofi Piala Presiden RI 2025 dan Piala Liga Thailand. 

Dalam skuad Irak, Sulaka adalah sosok pemimpin karismatik yang telah mencatatkan 49 caps internasional serta menyumbangkan 1 gol dan 1 asis. Pengalaman serta ketenangannya dalam menggalang pertahanan menjadi alasan utama mengapa pelatih Irak, Graham Arnold, tetap memanggilnya ke skuad final Piala Dunia 2026 demi membimbing para pemain muda.