TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat

Performa impresif ini sukses mengandaskan taktik bertahan lawan dan membawa Spanyol memuncaki klasemen sementara Grup H.

Arab Saudi boleh saja menumpuk pemain di garis pertahanan mereka untuk membuat frustrasi lini serang Spanyol saat duel digelar di Atlanta Stadium, Minggu (21/6/2026) malam WIB. Namun, kalkulasi taktis tersebut mendadak berantakan begitu Mikel Oyarzabal mulai mengacak-acak ruang kosong pada sepertiga akhir lapangan.

Pemain asal Real Sociedad tersebut mempertontonkan salah satu aksi individu paling komplet dalam laga kedua Grup H Piala Dunia 2026. Alih-alih terpaku di satu posisi, pergerakannya yang cair menjadi kunci utama runtuhnya tembok pertahanan Arab Saudi.

Kehebatan nyata seorang Oyarzabal tidak melulu soal mencetak gol, melainkan visinya dalam melayani rekan satu tim. Hal itu langsung terbukti pada menit ke-10 ketika sebuah umpan silang mendatar miliknya sukses membelah pertahanan dan memanjakan Lamine Yamal.

Asis akurat tersebut menjadi bukti betapa tenang Oyarzabal dalam mengambil keputusan di ruang yang sangat sempit. Spanyol yang awalnya buntu pun langsung memimpin 1-0 berkat kejelian penyerang berusia 29 tahun tersebut.

Tidak puas hanya dengan memberi umpan, Oyarzabal kemudian berganti peran menjadi mesin pembunuh yang sangat mematikan di kotak penalti. Pada menit ke-21, sebuah kemelut usai sepak pojok berhasil ia manfaatkan dengan sempurna untuk menggandakan keunggulan Spanyol.

Hanya berselang tiga menit, insting predatornya kembali membuat publik di stadion bergemuruh kencang. Kali ini Oyarzabal membaca arah bola dengan sangat jenius saat menyambar sundulan dari Dani Olmo.

Dua gol kilat tersebut lahir dari penempatan posisi yang luar biasa cerdas dan efisiensi gerakan yang sangat tinggi. Sepanjang pertandingan berlangsung, Oyarzabal tercatat melepaskan total lima kali tembakan yang terus menerus mengancam gawang lawan.

Kualitas dari setiap peluang yang Oyarzabal dapatkan pun tercatat sangat tinggi dalam skema analitik sepak bola modern. Oyarzabal mengukir nilai harapan gol atau expected goals (xG) yang menyentuh angka 0.9 dalam laga tersebut.

Angka xG yang tinggi ini memperlihatkan Oyarzabal tidak pernah asal menembak dan selalu bisa menemukan posisi ideal. Perannya sebagai motor serangan juga didukung oleh kemampuan distribusinya yang tergolong cukup rapi dan terjaga.

Oyarzabal berhasil mencatatkan persentase umpan akurat sebesar 64 persen di sepanjang laga. Ia juga sangat berani memegang bola dan melakukan penetrasi langsung untuk memecah konsentrasi para pemain belakang Arab Saudi.

Atribut fisik dan kecepatan membawanya mampu melakukan akselerasi sejauh total 28.4 meter dengan bola di kakinya. Kemampuan Oyarzabal dalam membawa bola memaksa barisan pertahanan Arab Saudi keluar dari zona nyaman mereka untuk melakukan kawalan.

Kehebatan lain yang tidak boleh luput dari perhatian adalah keunggulannya dalam memenangi duel-duel fisik di udara. Menghadapi bek lawan yang berpostur kokoh, Oyarzabal sukses memenangi duel udara sebanyak dua kali dari tiga kesempatan.

Penampilan paripurna dari Oyarzabal akhirnya menyegel kemenangan mutlak empat gol tanpa balas untuk Spanyol. Tambahan tiga angka ini langsung mengubah peta persaingan dengan mendongkrak posisi La Furia Roja di papan atas klasemen.

Kemenangan mengesankan ini membuat Spanyol untuk sementara waktu berhak bertengger di posisi puncak klasemen sementara Grup H. Hasil sempurna di laga kedua ini sekaligus membuat skenario kelolosan mereka menuju fase gugur menjadi makin lebar setelah di laga perdana ditahan Tanjung Hijau tanpa gol.

Dunia kini melihat Spanyol punya senjata rahasia yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar taktik operan pendek konvensional. Lewat performa magis Oyarzabal, pasukan Luis de la Fuente tersebut mengirimkan sinyal bahaya kepada para rival di Piala Dunia 2026.