TVRINews - London, Inggris

Timothee Chalamet terpaku saat diceritakan tentang gol salto Scott McTominay dan gol jarak jauh Kenny McLean pada menit-menit akhir dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup C di Stadion Hampden Park.

Aktor Hollywood, Timothee Chalamet, memberikan kejutan besar bagi para penggemar sepak bola. Aktor yang baru saja memenangkan Golden Globe lewat perannya di Marty Supreme ini tidak hanya dikenal karena kepiawaian aktingnya, melainkan juga gairah mendalam terhadap olahraga si kulit bundar. 

Kehadiran Chalamet baru-baru ini dalam sebuah sesi bincang santai bersama BBC Sport, untuk mempromosikan film terbarunya yang akan beredar tahun ini berjudul Dune: Part Three, mencuri perhatian. 

Selain karena pesonanya, pilihan busananya sempat memicu perdebatan kecil. Ia datang ke studio BBC di London, Inggris, dengan mengenakan polo shirt putih berlogo The Three Lions, lambang negara Inggris. 

Ini sebuah pemandangan yang tidak terduga bagi seseorang yang memiliki keterikatan kuat dengan Prancis dan Amerika Serikat. Setibanya di studio BBC, Chalamet mengaku tidak enak dengan si pewawancara dari BBC yang ternyata berasal dari Skotlandia, negara tetangga Inggris.

"Saya sempat berpikir untuk mencari spidol Sharpie dan mencoret logo (The Three Lions) ini," ujar Chalamet sambil bercanda, dan menunjuk lambang negara Inggris di dadanya. 

Aktor berusia 30 tahun itu mengakui bahwa pemakaian jersei tersebut adalah sebuah ketidaksengajaan. Hal itu akibat pemberitahuan yang terlambat mengenai latar belakang pewawancara yang merupakan warga Skotlandia.

"Baiklah, permintaan maaf diterima. Tapi, tolong yakinkan saya, ini bukan berarti Anda akan mendukung Inggris secara total di Piala Dunia 2026 nanti, 'kan?" kata si pewawancara, menimpali canda Chalamet. 

Menjawab pertanyaan itu, meski ia tampil dengan atribut Inggris, aktor keturunan Prancis-Amerika ini menegaskan di mana hatinya berada saat Piala Dunia 2026 bergulir. 

"Kesetiaan saya terbagi untuk dua negara, dan tidak ada satu pun terkait dengan Inggris. Salah satunya adalah Prancis, dan satu lagi adalah Amerika Serikat," ucap pria keturunan Prancis yang dilahirkan di New York, Amerika Serikat, 27 Desember 1995 itu.

Kecintaan Chalamet pada sepak bola bukanlah bualan belaka. Ia bahkan memiliki obsesi pribadi terhadap klub Prancis, Saint-Etienne. Baginya, kesempurnaan pada 2026 tidak hanya diukur dari kesuksesan karier aktingnya, tetapi juga harapan agar klub kesayangannya itu bisa kembali merangkak naik ke kasta tertinggi Ligue 1.

Mengagumi Drama Lapangan Hijau

Tendangan salto Scott McTominay ke gawang Denmark dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 yang mengantar Skotlandia lolos, diapresiasi dalam bentuk mural nan indah.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Dalam obrolan tersebut, Chalamet menunjukkan rasa antusiasnya saat mendengar kisah kemenangan dramatis Skotlandia atas Denmark dengan skor 4-2 di Stadion Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, 18 November 2025 lalu. 

Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup C itu ditegaskannya merupakan sebuah laga bersejarah, yang memastikan tiket Piala Dunia 2026 bagi tim asuhan Steve Clarke. 

Ia terpaku saat diceritakan tentang gol salto (overhead kick) Scott McTominay yang fantastis dan gol jarak jauh Kenny McLean pada menit-menit akhir.

"Apa yang terjadi? Apakah penjaga gawangnya sedang keluar dari areanya?" tanya Chalamet penuh rasa ingin tahu, menggambarkan betapa ia sangat menikmati narasi drama yang sering terjadi di atas lapangan hijau. 

Ketika diberi tahu bahwa kiper Denmark, Kasper Schmeichel, saat itu maju hingga ke kotak penalti Skotlandia karena mereka sedang mengejar gol penyeimbang di menit-menit akhir, Chalamet berkata: "Oh, luar biasa! Itu terdengar sangat sinematik," katanya. 

"Jadi gol itu yang memastikan kemenangan dari skor 3-2 menjadi 4-2? Saya bisa membayangkan betapa meledaknya atmosfer stadion saat itu. Fantastis, saya benar-benar harus menonton cuplikannya." ucap sang aktor. Ia pun berjanji akan segera mencari cuplikan pertandingan tersebut di YouTube.

Peran Chalamet di Piala Dunia 2026

Antusiasme Chalamet terhadap sepak bola kini menemukan muaranya yang lebih besar. Informasi terbaru mengungkapkan bahwa pemeran Paul Atreides dalam film Dune: Part Three itu akan memiliki peran resmi dalam menyongsong gelaran Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli 2026.

Dalam penampilannya di France Inter beberapa waktu lalu, Chalamet mengungkapkan bahwa ia akan terlibat dalam kampanye iklan untuk Piala Dunia 2026.

Konfirmasi ini menandai indikasi jelas pertama tentang keterlibatan Chalamet dengan turnamen empat tahunan tersebut. Alih-alih mengisyaratkan peran akting atau penampilan cameo, ia memperjelas bahwa keterlibatannya akan melalui iklan promosi resmi.

Bagi Chalamet, langkah ini merupakan momen lintas bidang. Meskipun ia sebelumnya telah menjadi bintang iklan fesyen mewah dan merek-merek besar, iklan Piala Dunia 2026 menempatkannya dalam salah satu panggung global terbesar yang ditawarkan oleh dunia olahraga.

Sebagai sosok yang memiliki kewarganegaraan ganda (AS dan Prancis), Chalamet dianggap sebagai jembatan budaya yang sempurna untuk mempromosikan turnamen ini ke audiens global. 

Perannya tidak hanya sebatas pendukung di tribune, tetapi juga sebagai duta yang akan membantu memeriahkan atmosfer kompetisi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah FIFA dengan jumlah peserta terbanyak (48 negara) tersebut.

"Ini (Piala Dunia 2026) akan menjadi ajang terbesar yang pernah ada. Saya benar-benar tidak sabar menantikannya," kata Chalamet dengan mata berbinar.

Bagi Chalamet, sepak bola bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari identitasnya. Kini, dengan peran barunya yang terkuak, dunia tidak hanya akan melihatnya di layar lebar, tetapi juga sebagai salah satu wajah yang akan merayakan pesta sepak bola terbesar di tanah kelahirannya pada 2026 mendatang.