TVRINews - Jakarta, Indonesia

Setidaknya ada enam bintang dunia kini bersaing memperebutkan Ballon d'Or 2026 melalui panggung Piala Dunia.

Sejarah panjang sepak bola telah membuktikan tahun penyelenggaraan Piala Dunia selalu menjadi panggung paling krusial bagi penentuan gelar Ballon d'Or. Turnamen empat tahunan ini memiliki bobot penilaian yang jauh lebih berat dibandingkan kompetisi domestik maupun kontinental bagi para pemberi suara di France Football.

Nama-nama besar seperti Lionel Messi, Luka Modric, Fabio Cannavaro, hingga Ronaldo Nazario pernah merasakan betapa trofi emas Piala Dunia menjadi tiket otomatis menuju podium tertinggi pemain terbaik dunia. Prestasi di level klub sering kali menjadi sekadar pelengkap ketika seorang pemain mampu menunjukkan magisnya di bawah sorotan miliaran pasang mata.

Memasuki edisi 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, tradisi ini diprediksi terus berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi. Kehadiran 48 tim nasional untuk pertama kalinya dalam sejarah memberikan ruang lebih luas bagi para bintang global untuk memamerkan kualitas individu mereka di panggung paling megah.

Para pengamat sepak bola kini mulai memetakan siapa saja pemain yang memiliki peluang besar untuk mengajukan klaim kuat terhadap trofi Bola Emas tersebut. Fokus utama tentu tertuju pada pilar-pilar penting dari negara-negara unggulan seperti Inggris, Prancis, Spanyol, dan Brasil yang secara tradisional selalu mendominasi persaingan.

Setidaknya terdapat enam nama yang diprediksi menjadi pusat perhatian dunia selama musim panas mendatang karena performa mereka yang sedang oke. Jika mampu memenuhi potensi maksimalnya di Amerika Utara, salah satu dari mereka hampir dipastikan dinobatkan sebagai pemain terbaik di planet bumi pada akhir tahun nanti.

Berikut 6 pemain yang punya kans meraih gelar Ballon d'Or:

Harry Kane

Mesin gol Timnas Inggris, Harry Kane.

Foto: TVRI/Grafis/Yusuf

Kandidat pertama adalah Harry Kane, yang jika hanya melihat performa level klub musim ini, sangat layak menyandang status sebagai pemenang yang sah. Selama delapan bulan terakhir, ia berada di level yang berbeda dibandingkan hampir semua pemain lain di dunia berkat ketajamannya yang mengerikan.

Catatan 48 gol dalam hanya 40 penampilan di semua kompetisi bersama Bayern Munchen merupakan bukti nyata betapa mematikannya kapten tim nasional Inggris tersebut. Ketajaman tersebut yang membuat The Three Lions menjadi salah satu favorit utama untuk membawa pulang trofi Piala Dunia musim panas ini di bawah arahan Thomas Tuchel.

Jika Kane mampu mempertahankan performa klinisnya seperti di Bayern dan membawa Inggris meraih gelar juara, sejarah baru akan tercipta bagi publik Britania Raya. Kita akan melihat pemenang Ballon d'Or pertama dari Inggris sejak Michael Owen meraihnya tepat seperempat abad yang lalu.

Kylian Mbappe

Penyerang andalan Timnas Prancis, Kylian Mbappe.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Kylian Mbappe muncul sebagai penantang utama dalam perburuan Sepatu Emas Eropa musim ini dengan angka produktivitas gol yang terus menembus batas baru. Hebatnya, bintang Prancis ini selalu berhasil mencatatkan namanya di papan skor dalam tujuh penampilan terakhirnya untuk tim nasional.

Mbappe hampir saja mengungguli Messi pada edisi 2023 seandainya drama adu penalti di Qatar berakhir dengan kemenangan Prancis setelah mencetak hattrick di laga final. Meraih gelar juara dunia tahun ini kemungkinan besar menjadi pengakuan mutlak bagi Mbappe sebagai pemain terbaik dunia tanpa ada perdebatan lagi.

Lamine Yamal

Penyerang sayap FC Barcelona Lamine Yamal, yang juga andalan Timnas Spanyol.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Lamine Yamal menempati posisi runner-up Ballon d'Or tahun lalu setelah sukses meraih gelar domestik bersama Barcelona di usianya yang masih sangat belia. Lonjakan karier remaja ajaib ini telah menempatkannya sebagai megabintang yang mendominasi tajuk utama media internasional berkat bakat alaminya yang luar biasa.

Spanyol datang ke turnamen ini sebagai favorit juara dengan momentum yang mirip seperti saat menguasai dunia pada 2010 silam. Namun, berbeda dengan era Xavi Hernandez dan Iniesta yang suaranya terpecah, Spanyol saat ini memiliki satu superstar tunggal yang sangat jelas dalam diri Yamal.

Vinicius Junior

Ilustrasi penyerang Timnas Brasil, Vinicius Junior

Foto: TVRI/Grafis/Yusuf

Vinicius Junior membawa ambisi besar untuk mengakhiri puasa gelar Ballon d'Or bagi Brasil yang telah berlangsung hampir selama dua dekade terakhir. Setelah merasa terabaikan pada edisi 2024, Vini bersumpah untuk membuktikan kualitasnya berkali-kali lipat lebih baik di panggung dunia kali ini.

Dengan keputusan Carlo Ancelotti yang tampaknya akan menepikan Neymar musim panas ini, peran sebagai protagonis utama Selecao kini sepenuhnya jatuh ke pundak Vini. Mengandalkan pilar Real Madrid tersebut dalam laga-laga krusial di bawah tekanan tinggi merupakan strategi yang terbukti efektif bagi tim mana pun yang dibelanya.

Lionel Messi

Bintang dan kapten Timnas Argentina, Lionel Messi.

Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda

Lionel Messi tetap masuk dalam pembicaraan meski peluangnya untuk meraih gelar kesembilan tersebut dianggap hampir mustahil bagi banyak pihak secara logika. Di usia 38 tahun, mengulangi performa individu yang luar biasa layaknya saat menaklukkan Qatar memang terdengar seperti sebuah keajaiban yang sulit terulang.

Namun, penampilan Messi sepanjang tahun 2025 tetap menunjukkan kelasnya sebagai pemain jenius yang masih mampu memberikan dampak signifikan dalam permainan. Narasi tentang "tarian terakhir" sang legenda di panggung dunia adalah daya tarik yang sulit diabaikan oleh para pemilik hak suara Ballon d'Or.

Erling Haaland

Ilustrasi Erling Haaland dan Isabel Haugseng

Foto: Grafis Jovi Arnanda

Erling Haaland menjadi kuda hitam dalam daftar ini setelah harapan awalnya sempat meredup akibat minimnya gol di awal tahun 2026 dan kegagalan Manchester City di Eropa. Namun, kesuksesannya membawa Norwegia lolos ke Piala Dunia pertama mereka di abad ini adalah sebuah pencapaian yang patut diapresiasi tinggi.

Jika Haaland mampu menciptakan sejarah dengan membawa Norwegia melaju jauh layaknya kejutan Kroasia di 2018, namanya akan kembali masuk dalam bursa persaingan. Meraih sukses bersama tim yang tidak diunggulkan bisa menjadi poin tambahan yang sangat krusial dalam penilaian pemain terbaik dunia tahun ini.