Mantan pelatih Timnas Rumania, Mircea Lucescu meninggal dunia Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta
Mircea Lucescu memiliki rekam jejak bagus di level klub, namun ia belum berhasil menembus Piala Dunia ketika menangani tim nasional.
Mircea Lucescu meninggal dunia pada Rabu (8/4/2026) WIB. Ia menghembuskan napas terakhir hanya berselang dua pekan setelah memimpin Timnas Rumania bertanding melawan Turki dalam semifinal play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Pada usia 80 tahun, Mircea Lucescu masih berupaya mewujudkan impiannya membawa tim besutan lolos ke Piala Dunia. Sayang, hasil akhir tak berpihak kepadanya. Rumania dipaksa menyerah 0-1 di Besiktas Stadium, Istanbul, markas Turki.
Mircea Lucescu memutuskan mengundurkan diri dari jabatan pelatih Rumania setelah kalah 0-2 dari Slowakia dalam pertandingan uji coba. Sehari setelahnya, mantan juru taktik Inter Milan itu dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung.
"Sepak bola Eropa dan dunia telah kehilangan sosok luar biasa yang pengaruh, wibawa, dan warisannya akan bertahan untuk generasi mendatang. Lucescu adalah tokoh orisinal sejati dalam dunia sepak bola. Kontribusinya untuk olahraga ini sulit diukur hanya dengan kata-kata," kata Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.
Mengutip Transfermarkt, sejak memulai karier kepelatihan bersama Corvinul Hunedoara di Liga Rumania pada 1979, total sudah 1.226 pertandingan yang dilalui Lucescu, dengan rincian 704 kemenangan, 240 imbang, dan 282 kekalahan.
12 klub dan dua tim nasional pernah ia tangani. Dua gelar juara Liga Rumania berhasil diraihnya bersama Dinamo Bucuresti dan Rapid Bucuresti. Ia membawa Brescia promosi ke Serie A pada musim 1991/1992.
Lucescu merupakan pelatih yang membawa Galatasaray menjuarai Piala Super Eropa 2000 dengan mengalahkan Real Madrid 2-1. Musim berikutnya, tim berjuluk Aslan menyabet gelar juara Liga Turki.
Membesut Shakhtar Donetsk merupakan puncak kesuksesan Lucescu sebagai pelatih. Delapan kali ia berhasil membawa anak asuhnya menjadi juara kompetisi kasta tertinggi Ukraina. Torehan itu bertambah banyak dengan enam Piala Ukraina, tujuh Piala Super Ukraina, dan satu Piala UEFA.
Selalu Gagal ke Piala Dunia
Prestasinya di level klub berbanding terbalik dengan hasil saat menangani tim nasional. Empat kali ia berjuang membawa anak asuhnya lolos ke Piala Dunia, namun selalu gagal.
Kualifikasi Piala Dunia 1982 menjadi kegagalan pertamanya membesut Rumania. Berada di Grup 4, tim berjuluk Tricolorii kalah bersaing dari Hungaria dan Inggris. Saat itu mereka harus puas menempati urutan ketiga klasemen, kalah satu angka dari Inggris di tempat kedua.
Empat tahun berselang, Lucescu kembali memimpin Rumania untuk lolos ke Piala Dunia 1986. Kali ini mereka tergabung ke Grup 3 bersama Inggris, Irlandia Utara, Finlandia, dan Turki.
Di atas kertas, Rumania yang memiliki pemain bintang, Gheorghe Hagi diunggulkan bisa lolos. Namun, hasil akhir berkata lain. Lucescu kembali menemui kegagalan setelah kalah 1-3 dari Turki di laga pamungkas grup.
Hasil tersebut membuat Rumania harus puas menempati urutan ketiga klasemen. Mereka tertinggal satu angka dari Irlandia Utara yang akhirnya lolos ke Piala Dunia 1986 mendampingi Inggris sebagai pemuncak klasemen.
Federasi Sepak Bola Turki (TFF) menunjuk Lucescu sebagai pelatih tim nasional pada 2017. Ia memimpin tim dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 dan lagi-lagi hasilnya tidak memuaskan.
Menjalani 10 pertandingan, mereka hanya mampu memenangkan empat laga, tiga imbang, dan tiga kali kalah. Dengan 15 poin, tim berjuluk Ay-Yildizlilar menempati peringkat keempat klasemen Grup I. Belum sampai dua tahun bekerja di Turki, ia dan TFF bersepakat untuk mengakhiri kontrak.
Lucescu kembali menangani Rumania pada 2024. Langkah awalnya sempat memberikan harapan kepada para penggemar karena sukses membawa Tricolorii memenangi persaingan di UEFA Nations League C.
Berkat keberhasilan itulah Rumania selamat dari kegagalan bersaing di Grup H kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Mereka tetap berhak ke play-off meski cuma finis di urutan ketiga klasemen.
Akan tetapi, kekalahan 0-1 dari Turki, tim yang pernah ia besut, menjadi penutup perjalanan yang kurang memuaskan. Pelatih kawakan itu kembali gagal menembus Piala Dunia di percobaan keempatnya.
Jasanya untuk Sepak Bola Italia
Sepanjang karier kepelatihannya, Lucescu membesut empat klub Italia. Ia memulainya dari Pisa pada 1990, kemudian pindah ke Brescia dan Reggiana. Inter Milan menjadi tim Serie A terakhir yang ia tangani pada 1998/1999.
Mengutip Get Football News Italy, Lucescu merupakan pelatih revolusioner yang memberi pengaruh besar terhadap perkembangan sepak bola Italia. Di awal kedatangannya di Pisa, ia memperkenalkan gagasan analisis pertandingan karena terobsesi untuk menilai lawan hingga detail terkecil.
Ia menyarankan pembuatan perangkat lunak yang mendigitalisasi gerakan di lapangan. Hal itu yang kemudian menjadi cikal bakal terciptanya program pemantauan data pertama dalam sepak bola, Football Athletic Results Manager (FARM).
Untuk mewujudkan gagasannya tersebut, Lucescu berani menginvestasikan uangnya sendiri. Setelah program berhasil dibuat, ia kemudian menjualnya kepada perusahaan Italia, Panini Group.
Gebrakan Lucescu yang paling diingat publik Italia adalah keputusannya memberi debut kepada Andrea Pirlo di Brescia meski masih berusia 16 tahun. Ia mengubah posisi Pirlo dari gelandang serang menjadi agak ke dalam sehingga potensi terbaiknya muncul.