TVRINews - Berlin, Jerman

Kimmich sangat menyayangkan absennya pemain-pemain elite Azzurri yang seharusnya menjadi daya tarik utama di kancah internasional.

Gelandang andalan Bayern Munchen, Joshua Kimmich, turut memberikan simpati mendalam atas kegagalan tragis Tim Nasional Italia ke Piala Dunia 2026. Pemain Jerman tersebut mengaku tidak senang melihat kenyataan bahwa negara sebesar Italia kembali harus absen dari panggung tertinggi sepak bola jagat raya.

Italia gagal ke Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Bosnia dan Herzegovina pada laga final play-off zona Eropa. Gli Azzurri tersingkir lewat adu penalti dengan skor 4-1, setelah di waktu normal dan perpanjang bermain imbang 1-1.

Kegagalan melangkah ke putaran final Piala Dunia merupakan yang ketiga kalinya dialami Italia secara beruntun. Sebelumnya, Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan juga gagal pada edisi 2018 dan 2022.

“Italia telah melewatkan tiga Piala Dunia, namun di sela-sela itu, kalian memenangkan Kejuaraan Eropa,” ujar Kimmich sebagaimana dikutip melalui laporan TMW.

Kimmich menekankan bahwa prestasi tersebut tetaplah sebuah kebanggaan besar yang bahkan belum bisa dicapai oleh generasinya di tim nasional Jerman saat ini. Baginya, sejarah kemenangan itu merupakan bukti autentik kualitas sepak bola Italia sebenarnya masih berada di level elite.

“Kalian tidak bisa melupakannya, kami belum memenangkannya,” ungkap Kimmich dengan nada penuh respek terhadap pencapaian skuad Italia. 

Selain itu, Kimmich juga merefleksikan catatan prestasi Jerman yang menurutnya tidak jauh lebih baik dalam satu dekade ke belakang jika dibandingkan dengan Italia. Die Mannschaft tercatat hanya mampu merengkuh satu gelar juara di ajang sekunder sebelum mengalami periode paceklik gelar yang cukup panjang di turnamen mayor.

“Dalam dekade terakhir, kami [Jerman] hanya memenangkan satu Piala Konfederasi. Mungkin saya bukan orang yang tepat untuk menjawab ini, tapi tentu saja, saya selalu berharap kalian bermain di Piala Dunia dan Euro,” tuturnya secara terbuka.

Pemain berusia 31 tahun itu menegaskan kehadiran Italia dalam sebuah turnamen besar memberikan warna tersendiri bagi kualitas kompetisi tersebut secara keseluruhan. Ia mengaku sangat menikmati permainan para bintang Italia dan merasa kehilangan ketika tidak bisa menyaksikan mereka berlaga di level dunia.

“Italia adalah negara besar, dengan pemain-pemain luar biasa yang ingin saya lihat di Piala Dunia, jadi saya tidak senang dengan bagaimana semua ini berakhir,” ucapnya. 

Catatan sejarah menunjukkan Italia terakhir kali mencicipi atmosfer Piala Dunia pada edisi 2014 silam di Brasil. Ironisnya, mereka bahkan belum pernah lagi merasakan babak gugur sejak keberhasilan dramatis merengkuh gelar juara dunia keempat pada 2006 setelah menumbangkan Prancis.

Hingga saat ini, hanya Brasil dengan koleksi lima trofi yang mampu melampaui raihan gelar juara dunia milik Italia dan Jerman. Kedua negara Eropa tersebut masih berbagi status sebagai pemenang empat kali sepanjang sejarah panjang Piala Dunia.