TVRINews - Teheran, Iran

Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menetapkan 30 pemain dalam skuad sementara jelang pemusatan latihan di Turki.

Iran mengumumkan 30 pemain yang masuk dalam skuad sementara Piala Dunia 2026, Sabtu (17/5/2026) lalu. Dari daftar skuad tersebut, tidak ada nama Sardar Azmoun. Padahal, penyerang 31 tahun ini salah satu mesin gol berpengalaman dengan jumlah caps dan gol yang pantas untuk dibawa ke turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Tidak adanya nama Sardar Azmoun sudah menjadi perhatian sebelumnya namun absennya mantan pemain Rubin Kazan, Zenit Saint Petersburg, dan Bayer Leverkusen, serta AS Roma ini kembali dalam sorotan. Sejumlah pers, seperti Al Jazeera, menyatakan bahwa pencoretan Sardar Azmoun masih terkait dengan sikapnya yang dinilai tidak setia atau menentang pemerintahan Iran.

Situasi ini efek dari sikap sang pemain yang pernah memposting sebuah gambar dirinya saat bertemu dengan para pemimpin Uni Emirat Arab di Dubai, yaitu Mohammed bin Rashid Al-Maktoum. Dalam akun Instagram yang dia sebarkan pada Maret 2026 lalu itu, Sardar Azmoun menyatakan bangga bisa bertemu dengan tokoh Uni Emirat Arab tersebut.

"Suatu kehormatan dan kesenangan bagi saya untuk bertemu dengan salah satu pemikir paling sukses di dunia, Sheikh Mohammed bin Rashid," demikian kalimat Sardar Azmoun terkait foto tersebut.

Masalahnya, postingan tersebut dia buat di tengah-tengah memanasnya konflik atau perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Dan, Uni Emirat Arab sebagai negara yang dianggap Iran sebagai sekutu Amerika Serikat. Karena itulah, Iran menutup peluang bagi Sardar Azmoun mengenakan kostum Timnas Iran.

Sardar Azmoun telah mencetak 57 gol dari 91 pertandingan bersama tim berjulukan Team Melli ini sejak 2014 silam hingga saat ini. Dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Iran, Sardar Azmoun ada di posisi ketiga di bawah legenda hidup Ali Daei (108 gol), dan rekan setimnya Mehdi Taremi yang mengukir 59 gol.

Di sisi lain, Sardar Azmoun pun tidak terkendala masalah kebugaran. Dalam hal ini, dia tidak cedera. Sejak Februari 2026 lalu, dia selalu tampil bersama klubnya, Shabab Al-Ahli, yang bermain di Liga Uni Emirates Arab (UEA Pro League). Dalam 12 laga Liga UEA, Sardar Azmoun mencetak tiga gol dan memberikan dua asis.

Namun, semua latar belakang atau jejak statistik kariernya untuk Team Melli tampaknya tidak berlaku bagi Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI). Dalam situasi saat ini, Iran tidak memberikan celah bagi pemain yang tidak sejalan dengan mereka. 

Secara profesional, ketidakhadirannya bisa menjadi kehilangan yang signifikan bagi kekuatan Iran yang tengah mempersiapkan tim Ketika Piala Dunia 2026 kurang dari satu bulan lagi. Iran tergabung dalam grup yang sulit bersama Mesir, Belgia, dan Selandia Baru, dan absennya Sardar Azmoun bisa memengaruhi peluang mereka meraih kemenangan di turnamen tersebut.

Meski demikian, Iran dalam hal ini pelatih Amir Ghalenoei tampaknya sudah menyadari risiko tersebut. Dengan postingan itu, sudah cukup bagi Iran menilai sang pemain telah melakukan yang mereka sebut dengan "pelanggaran nilai-nilai nasional".

Bahkan, tidak cukup sampai di situ. Kasus tersebut bisa berlanjut lebih jauh terhadap kehidupan sang pemain. Pasalnya, pemerintah Iran mengeluarkan perintah penyitaan terhadap asetnya di Iran. Ini menjadi kasus terkini dari persoalan antara Iran dan para atletnya.

Pengumuman 30 pemain untuk sekuad sementara ini dikeluarkan seiring dengan rencana Iran untuk melakukan pemusatan latihan di Turki. Pelatih Amir Ghalenoei memanggil sejumlah pemain bintang dalam skuad termasuk penyerang dan kapten Mehdi Taremi yang bermain di klub Yunani, Olympiacos.

Para pemain Iran akan terbang ke Turki pada Senin (18/5/2026). Mereka akan melakukan sejumlah uji coba sebelum berangkat ke Amerika Serikat. Pertandingan lawan Gambia menjadi laga uji coba yang akan digelar pada 29 Mei 2026 nanti.

Selain Sardar Azmoun, pemain sayap seperti Allahyar Sayyadmanesh dan pemain muda Mohammad Javad Hosseinejad juga tidak termasuk dalam 30 pemain dalam skuad sementara Team Melli.

"Memilih 30 pemain untuk pemusatahan latihan jelang Piala Dunia merupakan hal yang paling sulit dalam karier kepelatihan saya," kata Amir Ghalenoei. Dia juga menyatakan bahwa dirinya telah memilih pemain semata-mata berdasarkan kriteria teknis.

Selama pemusatan latihan tersebut, FFIRI akan mengurus visa bagi pemain, staf pelatih, dan semua delegasi Timnas Iran yang akan mendampingi Mehdi Taremi dan kawan-kawan. FIFA telah memberikan jaminan bahwa mereka akan membantu Iran untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, pada Kamis lalu sudah menyatakan belum ada kabar tentang persoalan visa. Mehdi Taj juga mengatakan para pemain diharapkan menjalani pengambilan sidik jari di Turki sebagai bagian dari proses visa.

30 Pemain dalam Skuad Sementara Iran

Kiper: Alireza Beiranvand (Tractor), Seyed Hossein Hosseini (Sepahan), Mohammad Khalifeh (Alumnium Arak), Payam Niazmand (Perpolis)

Belakang: Danial Eiri (Malavan), Ehsan Hajsafi (Sepahan), Saleh Hardani (Esteghlal), Hossein Kanaani (Perpolis), Shoja Khalilzadeh (Tractor), Milad Mohammadi (Persepolis), Ali Nemati (Foolad), Omid Noorafkan (Sepahan), Ramin Rezaeian (Foolad)

Tengah: Rouzbeh Cheshmi (Esteghlal), Saeid Ezatolahi (Shabab Al-Ahli), Mehdi Ghaedi (Al Nasr), Saman Ghoddos (Kalba), Mohammad Ghorbani (Al Wahda), Alireza Jahanbakhsh (Dender), Mohammad Mohebi (Rostov), Amir Mohammad Razzaghinia (Esteghlal), Mehdi Torabi (Tractor), Aria Yousefi (Sepahan)

Depan: Ali Alipour (Persepolis), Dennis Eckert (Standard Liege), Hadi Habibinejad (Chadormalou), Amirhossein Hosseinzadeh (Tractor), Amirhossein Mahmoudi (Persepolis), Kasra Taheri (Paykan), Mehdi Taremi (Olympiacos)