Jurgen Klopp merupakan salah satu pelatih sepak bola top dunia yang pernah sukses menangani Borussia Dortmund dan Liverpool FC. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf)
TVRINews – Dallas, Amerika Serikat
Jurgen Klopp menilai jeda minum di Piala Dunia 2026 tidak lebih dari kesempatan bagi stasiun televisi meraup uang dari penayangan iklan.
Mantan pelatih Liverpool FC Jurgen Klopp mengkritik pedas FIFA terkait aturan jeda minum (hydration break) yang dilakukan di setiap pertengahan dari dua babak pertandingan sepak bola di Piala Dunia 2026 ini.
Pria asal Jerman berusia 58 tahun yang kini menjabat Direktur Global Sepak Bola di Grup Red Bull itu dengan yakin menyebut bahwa jeda minum di tengah pertandingan telah menjadi “sangkar emas yang dibangun untuk para sponsor”.
Pria yang juga pernah menangani klub Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund, itu juga memperingatkan bahwa sepak bola berisiko menjadi “musik latar untuk sebuah acara iklan”.
“Istirahat minum yang disebut-sebut ini dijual sebagai perisai untuk menjaga kondisi kebugaran pemain, pedang mulia melawan panas. Tetapi pada kenyataannya, itu tidak lebih dari sangkar emas yang dibangun untuk para sponsor,” ujar Klopp seperti dikutip Mundo Deportivo.
“Ketika saya melihat para pemain berdiri diam selama istirahat minum, sementara jadwal televisi menentukan tempo pertandingan, saya tidak bisa tidak bertanya-tanya: siapa sebenarnya yang diuntungkan oleh Piala Dunia? Para penggemar? Para pemain? Atau para pengiklan?” ucap Klopp dengan pedas.
Seperti diketahui, sebelumnya FIFA telah mengizinkan saluran televisi untuk menayangkan iklan selama jeda minum di Piala Dunia 2026, sebuah langkah yang tidak disetujui oleh semua orang.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut bila aturan yang berlaku sejak 2014 ini mewajibkan istirahat dalam suhu 32°C untuk melindungi pemain. Faktanya, stasiun televisi telah memanfaatkan “waktu luang” ini untuk iklan.
Para kritikus, termasuk Klopp, mengecam karena melihat jeda tersebut dipakai sebagai ajang iklan TV, dengan stasiun televisi secara terang-terangan menggunakannya untuk segmen bersponsor selama turnamen.
Di sisi lain ada juga reaksi yang lebih luas terkait jeda minum ini. Pelatih Timnas Amerika Serikat (AS) Mauricio Pochettino dan para komentator juga mempertanyakan perlunya istirahat ketika kondisi tidak ekstrem.