TVRINews - Inggris

Ali Ahmed berbagi pengalamannya saat meniti karier sebagai pesepak bola profesional.

Ali Ahmed tak menyangka selangkah lagi bisa bermain di Piala Dunia. Enam tahun lalu, masa depannya sebagai pesepak bola masih tak menentu. Seleksi di klub-klub amatir Inggris, seperti Enfield Town, Cheshunt FC, hingga Tooting & Mitcham United yang dijalani tak membuahkan hasil positif.

Di usia 17 tahun, Ali Ahmed memutuskan meninggalkan Kanada dan terbang ke Portugal untuk ikut seleksi Belenenses U-19. Menggunakan uang dari orang tuanya, pemain keturunan Etiopia itu tinggal di hotel kumuh di Lisbon. Keputusan yang berani, karena sebelumnya ia sudah mendapat tawaran kontrak dari akademi Toronto FC.

Tidak mudah baginya untuk mewujudkan impian main di klub Eropa. Setelah gagal seleksi di Portugal, ia pergi ke Spanyol, Belanda, dan Inggris. Menemui kebuntuan, ia kembali ke Kanada dan  bergabung dengan tim usia muda Vancouver Whitecaps pada 2021.

Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Ali Ahmed. Hanya butuh waktu setahun baginya untuk mendapat kontrak profesional dan dipanggil ke tim senior. Performanya di level klub membuat pelatih Kanada, John Herdman memanggilnya ke dalam skuad di Piala Emas 2023, dan memberi kesempatan tampil sebagai starter.

Selepas Piala Emas 2023, pemain yang biasa beroperasi di sisi sayap penyerangan itu sempat kehilangan tempat di tim utama, bahkan dalam tiga pertandingan fase grup Copa America 2024. Setelah itu ia bisa merebut kembali tempatnya, dan kemungkinan akan berlanjut hingga Piala Dunia 2026.

Kini, kariernya telah berubah. Pada Januari 2026, ia meninggalkan Vancouver untuk bergabung dengan Norwich City di Inggris. Seberapa besar keputusannya ini dapat membantu performa di Piala Dunia 2026? Berikut kami sajikan wawancara Ali Ahmed dengan FIFA:

Seberapa besar antusiasme Anda bermain di Piala Dunia sebagai tuan rumah, dan seberapa besar antusias masyarakat di sana untuk menyambutnya?

Piala Dunia adalah sesuatu yang diimpikan oleh setiap pesepak bola profesional. Impian tertinggi dalam karier mereka. Kesempatan tampil di kandang sendiri, yang sangat langka, terutama bagi kami di Kanada, akan menjadi momen yang sangat menarik. Bagi saya, berjalan di kota dan stadion tempat saya tumbuh besar (Toronto) bahkan tidak terasa nyata sampai hal itu benar-benar terjadi.

Kanada akan bermain di Toronto Stadium pada laga pertamanya. Menurut Anda akan seperti apa suasananya?

Toronto adalah kota penggila olahraga dan salah satu yang terbaik di dunia. Kota ini memiliki hoki, basket, American football, sepak bola, semuanya. Para penggemar sangat antusias dan sangat berisik. Saya sudah bermain di banyak pertandingan di Toronto Stadium dan suasananya selalu meriah, tanpa peduli lawan siapa kita bermain.

Ada kemungkinan kami bermain melawan Italia. Populasi orang Italia di Toronto sangat besar, jadi setengah penonton mungkin berwarna biru dan setengah lainnya merah, jadi pertandingan itu pasti akan sangat seru.

Kanada akan satu grup dengan Qatar, Swiss, dan pemenang play-off Eropa. Anda punya penilaian tentang persaingan?

Saya rasa ini tidak seberat tantangan yang kami hadapi di Qatar 2022. Kami memiliki lebih banyak pengalaman setelah berkompetisi di Piala Dunia 2022. Saya pikir ini adalah grup yang adil dan setiap tim di grup ini memiliki peluang yang adil.

Swis adalah negara sepak bola terkemuka dan Qatar sedang naik daun, jadi ini pasti akan menjadi tantangan. Setiap pertandingan di Piala Dunia adalah tantangan dan setiap tim ada di sana karena suatu alasan.

Kini Anda ada di Inggris bersama Norwich City. Seberapa menyenangkan di sana?

Sungguh luar biasa. Ini adalah klub yang hebat. Setiap dua hari ada pertandingan yang harus dimainkan, jadi agak sibuk. Anda bisa melihat betapa pentingnya sepak bola di sini dan betapa setiap pertandingan, setiap permainan, memiliki arti yang besar. Ini level yang tinggi, dan inilah yang ingin Anda mainkan dan bersaing di dalamnya.

Apa yang membuat Anda berpikir, keputusan ke Inggris dapat membantu persiapan menuju Piala Dunia 2026?

Ini adalah langkah maju dan tantangan yang bagus. Ada tekanan dan ekspektasi untuk tampil maksimal setiap pekan. Tekanan yang serupa dengan Piala Dunia. Di sini ada sistem degradasi, jadi setiap pertandingan terasa sangat penting. Saya pikir ini adalah langkah yang baik untuk pindah dari MLS.

Anda pernah mengalami masa-masa sulit di Eropa. Bagaimana Anda memandang masa itu?

Sungguh gila memikirkan bahwa empat atau lima tahun yang lalu saya berada di sini, bermain di divisi yang enam tingkat lebih rendah dari posisi saya sekarang. Ini sepak bola. Dalam karier, Anda belajar bahwa sepak bola itu gila dan setiap pemain memiliki perjalanan mereka sendiri untuk mencapai posisi mereka saat ini. 

Tapi, jika Anda bertanya kepada saya saat itu, ketika saya ditolak oleh tim-tim di divisi ketujuh dan kedelapan, dan kemudian saya akan kembali dalam lima tahun bermain di Liga Championship, saya tidak tahu apakah saya akan mempercayainya.

Beberapa tahun setelah masa sulit itu, Anda dipanggil tim nasional. Anda punya pengalaman menghadapi Lionel Messi di Copa America. Apakah Anda menyadari telah jauh berkembang dalam waktu yang begitu singkat?

Segala sesuatu terjadi begitu cepat, dan saya punya waktu untuk merenung setelahnya. Saya benar-benar bersyukur, dan menghargai semua momen ini, terutama saat menghadapi kesulitan dan berjuang untuk mencapai tujuan.

Anda menghargai, mengapresiasi, dan lebih bersyukur atas momen-momen seperti itu. Jadi, saat bermain di Copa America melawan Argentina dan Messi, saya merenung dan menyadari bahwa saya telah menempuh perjalanan yang panjang, dan itu sungguh luar biasa untuk dilihat.

Apa saja kelebihan pelatih Kanada, Jesse Marsch?

Ia telah menjadi sosok yang sangat berpengaruh bagi Kanada. Ia membantu setiap pemain berkembang dan mengeluarkan potensi terbaik. Banyak pemain yang sejak ia bergabung, mencapai level yang lebih tinggi dan mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan tim-tim besar. Ia peduli pada para pemainnya baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia lebih dari sekadar pelatih dan mampu mengeluarkan potensi terbaik dari setiap orang.

Hanya sedikit pemain keturunan Etiopia yang merasakan main di Piala Dunia. Apa artinya bagi Anda dan keluarga?

Tentu saja ini hal yang besar. Sepak bola adalah olahraga terbesar di Etiopia, dan tidak banyak orang yang bisa menjadi profesional di bidang ini. Tentu saja, saya mewakili Kanada, tetapi sebagian besar dari diri saya jelas berasal dari orang tua saya dan tempat asal mereka, yaitu Etiopia.

Menjadi orang Etiopia adalah bagian besar dari identitas saya, dan saya ingin menunjukkan kepada negara itu bahwa kita bisa bermain di Piala Dunia dan hal-hal semacam itu.

Apa dampak yang mungkin ditimbulkan oleh Piala Dunia di Kanada?

Kami membutuhkannya. Sepak bola di Kanada sedang berkembang dan telah berkembang pesat dalam 5 hingga 10 tahun terakhir. Menjadi tuan rumah Piala Dunia akan membantu mengembangkan sepak bola, menarik penonton, dan mencoba membawa ke level yang lebih tinggi.

Saya sangat antusias melihat hal itu. Ada banyak talenta di negara ini, dan yang dibutuhkan hanyalah sedikit perbaikan dalam infrastruktur, mulai dari level usia muda hingga level senior. Saya yakin Piala Dunia akan membantu dalam hal itu.