Vannico Soekarno, host siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026 di TVRI. Foto: TVRI/Riki Ilham Rafles
TVRINews – Jakarta
Keputusan FIFA menambah jumlah peserta Piala Dunia 20256 yang membuat Vannico Soekarno yakin bakal banyak drama bermunculan.
Vannico Soekarno akan bertugas sebagai host (pembawa acara) dalam siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026 di TVRI. Sekitar sebulan lagi turnamen besutan FIFA tersebut dimulai, ia terus melakukan riset agar dapat menyajikan informasi terbaik kepada para penonton.
Keputusan FIFA untuk menambah jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim, membuat Vannico Soekarno yakin akan banyak drama yang muncul sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Tim-tim yang sebelumnya sulit mendapat kesempatan berpartisipasi, berpeluang memberi warna baru dalam persaingan.
"Menyambut Piala Dunia tahun ini yang pasti saya melakukan riset dan penuh antusias. Karena sekarang berbeda: peserta dan durasinya bertambah. Pasti akan banyak drama yang terjadi," kata Vannico Soekarno saat ditemui di Kantor TVRI.
Salah satu yang menjadi sorotannya adalah kesempatan bagi peringkat tiga terbaik untuk melangkah ke babak 32 besar. Bisa jadi tim yang awalnya terseok di fase grup, justru menjadi kejutan di akhir turnamen.
"Apalagi nanti ada delapan tim dari peringkat tiga terbaik yang bisa lolos ke babak gugur, siapa tahu yang juara justru dari peringkat tiga terbaik," tuturnya.
Sebagai pembawa acara Piala Dunia 2026 di TVRI, Vannico dituntut untuk menyajikan informasi-informasi menarik kepada para penonton. Tantangan terbesar baginya datang dari tim non-unggulan seperti Curacao atau Tanjung Hijau yang kiprahnya jarang mendapat sorotan di level internasional.
"Jujur, saya sedang proses menuju ke sana untuk mencari tambahan informasi tim-tim yang di luar nama besar. Tetapi, beberapa pemainnya ada yang tersebar di liga-liga Eropa, dan sepertinya bisa dikulik lagi," ujarnya.
Vannico juga punya sederet negara favorit yang dinilai berpeluang besar menjadi juara Piala Dunia 2026. Menurutnya, Portugal layak masuk dalam daftar unggulan bersama Argentina, Spanyol, dan Prancis.
"Portugal ada Cristiano Ronaldo, yang mungkin akan memberikan yang terbaik di pengujung kariernya dan mengejar 1.000 gol," kata Vannico.
Ia juga turut menyoroti kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih Brasil. Dengan banyak pengalaman meraih gelar bergengsi di level klub, pria asal Italia itu pastinya ingin hasil terbaik dalam kesempatan pertama membesut tim nasional.
Nyaris dalam dua dekade terakhir, persaingan antara Ronaldo dan Lionel Messi selalu jadi pusat perhatian di setiap edisi Piala Dunia. Sejumlah pemain muda berbakat bermunculan, namun tak berhasil mencuri panggung dari mereka.
Pada Piala Dunia 2026, ada Erling Haaland dan Kylian Mbappe yang dinilai banyak orang berpotensi mencuri panggung dari Ronaldo-Messi. Akan tetapi, Vannico memiliki penilaian yang berbeda.
"Ini sepak bola, kalau yang lainnya kurang memberi dukungan yang baik ya sama saja. Coba lihat Piala Dunia 2022, Argentina memberi seluruhnya kepada Messi dan itu bekerja dengan baik. Yang paling berpotensi (mencuri panggung) menurut saya, Mbappe," ujarnya.