Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Los Angeles, Amerika Serikat
Son Heung-min percaya diri menyambut berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Kapten tim nasional Korea Selatan, Son Heung-min terus menggenjot persiapan tampil di Piala Dunia 2026. Ia sudah bergabung dalam latihan bersama skuad asuhan Hong Myung-bo di Zions Bank Training Center, Heriman, Utah, pekan ini.
Di usia yang sudah menginjak 33 tahun, Son ingin membawa Korea Selatan meraih hasil terbaik karena ini dapat menjadi kado perpisahan yang indah.
"Saya berharap para suporter akan terus mendukung saya sehingga saya bisa mengakhiri perjalanan bersama tim nasional Korea dengan indah," kata Son, dikutip dari Korea Joongang Daily, Rabu (27/5/2026).
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni mendatang menjadi penampilan keempat Son di Piala Dunia. Pada dua kesempatan awal, 2014 dan 2018, langkah Korea Selatan terhenti di fase grup. Baru pada 2022 capaian Son dan Korea Selatan bisa lebih baik, yakni hingga babak 16 besar.
Penyerang klub Los Angeles FC itu tak ingin terlena dengan jumlah penampilannya di Piala Dunia. Yang terpenting baginya saat ini adalah bersiap sebaik mungkin agar ketika tampil bisa maksimal.
"Setiap pemain meraih kesempatan ini melalui kerja keras sejak kualifikasi kedua hingga final. Saya ingin mempersiapkan diri dengan antusiasme yang sama seperti Piala Dunia pertama saya dan tampil baik dalam kondisi fisik yang prima," tuturnya.
Sempat ada kekhawatiran kondisi fisiknya akan menurun karena jadwal yang padat, namun setelah melaluinya tanpa mengalami cedera, Son merasa percaya diri menyambut datangnya Piala Dunia 2026. "Berada di sini dalam keadaan sehat dan tanpa cedera saja sudah membuat saya bahagia," ujarnya.
Persaingan dengan Meksiko dan Republik Ceko
Korea Selatan tergabung ke dalam Grup A bersama Meksiko, Republik Ceko, dan Afrika Selatan. Son Heung-min dan kawan-kawan diprediksi akan menjalani pertandingan sulit saat menghadapi Meksiko dan Republik Ceko.
Son menegaskan, prediksi tersebut hanya hitung-hitungan di atas kertas. Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi, dan bukan tidak mungkin Korea Selatan dapat memberi kejutan kepada dua tim tersebut.
"Itulah alasan sepak bola begitu dicintai. Tim yang lebih kuat tidak selalu menang. Saya pikir itulah yang membuat orang menyukai olahraga ini," kata mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut.
Son tidak sembarang mengutarakan pernyataan tersebut. Ia mengenang momen saat Korea Selatan berhasil memberi kejutan di Piala Dunia dengan mengalahkan tim-tim favorit juara.
"Kami mengalahkan Portugal di Piala Dunia terakhir dan Jerman pada 2018. Saat menghadapi tim kuat, kami mencoba mengingat kenangan indah dari pertandingan-pertandingan itu ketika memasuki laga," ujarnya.
Menurut Son, hal terpenting bagi tim berjuluk Taegeuk Warriors adalah memperhatikan detail-detail dalam permainan. Sebab, secara kualitas individu, perbedaan pemain Korea Selatan dengan lawan tidak terlalu mencolok.
"Kami perlu melatih hal-hal seperti ke arah mana mengoper bola dan bagaimana bergerak setelahnya. Kami harus tahu di mana posisi rekan setim, bahkan dengan mata tertutup."