TVRINews - Jakarta

Serba-serbi angka 70 dan Piala Dunia.  

Hitung mundur sepertinya semakin cepat saja. Tak terasa, Piala Dunia 2026 akan tergelar 70 hari lagi. 

Beberapa hari lalu, enam partisipan terakhir sudah terpilah dari ronde play-off. Lengkap sudah 48 tim peserta di turnamen yang akan dihelat di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli.

Kembali ke 70, angka ini tergolong lekat dengan Piala Dunia. Meksiko '70 dengan Brasil dan Pele bisa membuat penikmat bola hampir instan mengaitkan angka 70 dengan Piala Dunia. 

Bagaimana dengan yang lain? Beberapa rekor Piala Dunia ternyata menampilkan sedikit saja tim yang mencatatkan 70 atau lebih penampilan, kemenangan, dan gol.

Tak kurang, kulikan soal 70 terkait Piala Dunia menjadi menarik. Silakan simak yang berikut ini. 


Meksiko '70 dan Renjana Brasil

Kita mulai dengan Piala Dunia 1970. Meksiko '70 merupakan salah satu turnamen yang ikonik untuk berbagai alasan. Meksiko '70 dinilai berperan besar dalam globalisasi wajah Piala Dunia dan sepak bola pada umumnya secara teknis dan ekonomi.

Baca juga: Piala Dunia 1970 di Meksiko Mampu Ubah Wajah Sepak Bola Global

Meksiko 1970 juga identik dengan Brasil yang meraih gelar ketiganya di sana, mengizinkan mereka menyimpan trofi Jules Rimet. Selecao Brasileiro dikenang menampilkan final dahsyat di Estadio Azteca, Mexico City, hingga bisa menang 4-1 atas Italia. Orkestrasi indah dan penuh renjana atau hasrat yang mereka tampilkan di partai pamungkas itu masih menjadi perbincangan sampai sekarang.

Namun, beberapa nama pengisi skuad asuhan Mario Zagallo itu telah menghadapi Sang Khalik, termasuk Pele Sang Raja dan kapten Carlos Alberto. Pemain lain yang sudah mangkat adalah Everaldo (bek kiri), Felix (kiper), Fontana (bek), Everaldo (bek), dan Joel (bek).

Sebelas awal Brasil di final Piala Dunia 1970 yang masih hidup adalah Emerson Leao (kiper), Brito (bek), Piazza (bek/gelandang), Clodoaldo (gelandang), Gerson (gelandang), Jairzinho (sayap), Tostao (gelandang/penyerang), Rivellino (gelandang). Lima pemain cadangan Selecao di laga puncak Meksiko 1970 yang masih hidup adalah Ado (kiper), Marco Antonio (bek kiri), Paulo Cezar Caju (gelandang), dan Roberto Miranda (gelandang/penyerang). Pengisi skuad lainnya di Tim Samba yang masih hidup adalah Baldocchi (bek), Ze Maria (bek kanan), Edu (penyerang), dan Dada Maravilha (penyerang).


Juara Dunia Kelahiran '70, Salah Satunya Kapten Jawara

Tahun 1970 melahirkan pula sejumlah pemain yang kemudian merasakan kenikmatan mengangkat trofi Piala Dunia. Skuad Prancis yang merengkuh gelar pertama mereka di rumah sendiri pada 1998 menghadirkan nama-nama kelahiran 1970 seperti Emmanuel Petit, Christian Karembeu, Stephane Guivarc'h, dan Alain Boghossian.

Terdapat satu lagi pemain yang lahir pada 1970 kampiun dunia. Pemain ini menjadi lebih istimewa karena merupakan kapten tim yang berarti menjadi pemain pertama timnya yang mengangkat trofi emas. Ia adalah Marcos Evangelista de Morais, yang lebih dikenal dengan Cafu, kapitan Selecao Brasil.


Beberapa Alumni Piala Dunia Lainnya Kelahiran 1970

Cukup banyak pemain tenar kelahiran 1970 mendapat kesempatan bermain di Piala Dunia. Berikut ini beberapa di antaranya. 

  • Luis Enrique (Spanyol - 1994, 1998, 2002)
  • Diego Simeone (Argentina - 1994, 1998, 2002)
  • Albert Ferrer, Abelardo Fernandez (Spanyol - 1994, 1998)
  • Edwin van der Sar, Frank de Boer, Ronald de Boer (Belanda - 1994, 1998)
  • Noureddine Naybet (Maroko - 1994, 1998)
  • Alan Shearer (Inggris - 1998) 
  • Gareth Southgate (Inggris - 1998, 2002)
  • Patrick Mboma (Kamerun - 1998, 2002)
  • Gianluca Pessotto, Moreno Torricelli, Roberto Di Matteo, Enrico Chiesa (Italia - 1998)
  • Phillip Cocu, Winston Bogarde (Belanda - 1998) 
  • Steffen Freund (Jerman - 1998)
  • Alexi Lalas (AS - 1998)
  • Marcus Gayle (Jamaika - 1998)
  • Paulo Sousa (Portugal - 2002)
  • Tugay Kerimoglu (Turki - 2002)
  • David James (Inggris - 2002)
  • Alen Boksic (Kroasia - 2002)


Legenda Piala Dunia Umur 70

Usia 70 tahun boleh jadi masih muda bagi banyak orang, sangat mungkin buat alumni-alumni Piala Dunia. Berikut ini sejumlah eks pemain di turnamen akbar empat tahunan yang sampai tulisan ini berusia 70 tahun, yaitu mereka yang lahir antara 3 April 1955 sampai 2 April 1956. Sebagai catatan, ada dua pemain usia 70 tahun yang merasakan gelar juara dunia, masing-masing seorang penyerang Italia di Piala Dunia 1982 dan penyerang Argentina di Piala Dunia 1986.

Alumni Umur 70

Bek: Maxime Bossis (Prancis - 1978, 1982, 1986), Alan Hansen (Skotlandia - 1982), Jose Antonio Camacho (Spanyol 1982, 1986), Hans-Peter Briegel (Jerman - 1982, 1986).

Gelandang:  Michel Platini (Prancis - 1978, 1982, 1986), Jean Tigana (Prancis - 1982, 1986). 

Penyerang: Alessandro Altobelli (Italia - 1982, 1986), Jorge Valdano (Argentina- 1986), Karl-Heinz Rummenigge (Jerman - 1978, 1982, 1986), Klaus Allofs (Jerman - 1986), Zbigniew Boniek (Polandia - 1978, 1982, 1986).


Klub 70: Spanyol Pasti, Jerman Sedikit Lagi, Belgia Tinggal 1

Kubu terdekat yang pasti akan masuk klub 70 Penampilan adalah Spanyol. La Roja telah menggoreskan 67 penampilan dari 16 gelaran, dengan torehan terbaik menjuarai Piala Dunia 2010.

Yang terdekat berikutnya dipastikan belum akan masuk Klub 70 Penampilan. Peserta Piala Dunia 2026 nanti maksimal melakoni delapan partai untuk sampai ke final. Artinya, Meksiko yang saat ini "baru" 60 kali bermain, belum akan sampai ke angka 70 penampilan semisal bisa melaju sampai laga puncak.

Bagaimana dengan Klub 70 Kemenangan? Anggotanya baru satu tim, yaitu Brasil. Canarinho telah mengukir 76 kemenangan di Piala Dunia, yang menjadi wajar mengingat mereka belum pernah absen. Jerman butuh dua kemenangan lagi untuk mencapai 70 kemenangan.

Kubu lainnya masih jauh. Tiga tim berikutnya adalah Argentina (47 kemenangan), Italia (45, dan dipastikan takkan bertambah pada musim panas ini), dan Prancis (39).

Klub 70 Gol sudah diisi 13 tim, dengan Serbia di nomor 13 dengan 71 gol. Belgia butuh satu gol lagi untuk masuk kelompok. Dua tim berikutnya, Meksiko dan Portugal, baru mencetak 62 dan 61 gol di putaran final.