TVRINews - Jakarta

Kartu kuning menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Piala Dunia.

Momen ketika tangan wasit mulai merogoh kartu dalam kantong seragamnya dapat menjadi konsekuensi besar. Di Piala Dunia, kartu yang keluar dari saku sang pengadil, bahkan "hanya" yang berwarna kuning, dapat mengawali berubahnya jalannya sejarah.

Kartu kuning bisa berujung pada sanksi larangan bermain. Bagi tim yang harus melihat andalannya absen gara-gara akumulasi kartu kuning, mereka mungkin akan mengutuk momentum yang menjadi alasan keluarnya kartu terutama saat sudah berada di fase gugur.

Berikut beberapa catatan terkait kartu kuning di Piala Dunia, termasuk rekor di turnamen akbar global ini. 


Efek ke Permainan

Konsekuensi kartu kuning dapat terasa melewati pertandingan bersangkutan. Di fase gugur, akumulasi kartu kuning bisa berujung larangan bertanding untuk satu pertandingan. Hukuman tersebut dapat mengubah jalannya turnamen.

Ambil contoh di Piala Dunia 1998. Prancis mesti mengatur koleksi kartu Zinedine Zidane sepanjang turnamen. Kehilangan sang pengatur serangan bisa berabe buat peluang mereka menjadi kampiun di depan publik sendiri. 

Zinedine Zidane sudah diganjar kartu kuning di laga pembuka Grup C kontra Afrika Selatan. Di laga kedua versus Arab Saudi, kartu merah langsung yang keluar dari saku wasit untuk Zizou. 

Gelandang serang milik Juventus itu baru bermain di perempat final kontra Italia. Selain tidak mendapatkan kartu lagi, Zizou menjadi salah satu algojo sukses Les Bleus dalam adu penalti. Selanjutnya aman sampai gelar pertama Si Biru, dengan persembahan dua gol Zidane di final melawan Brasil.


Evolusi Kartu dari Pengadil

Penggunaan kartu kuning dan merah fisik di Piala Dunia baru berlaku di Meksiko 1970. Hanya pemain di lapangan yang tercatat sebagai penerima resmi. Sebagai catatan, walau sudah diberlakukan di Piala Dunia 1970, kartu merah pertama baru keluar empat tahun kemudian di Jerman Barat.

Aturan pemberian kartu juga berubah. Per 2010, FIFA menghapus kartu untuk perempat final Piala Dunia. Dua finalis juga bisa tampil dengan kekuatan penuh kecuali pemainnya cedera atau mendapatkan kartu merah.

Pemakaian VAR di Piala Dunia 2018 juga menghasilkan pergeseran. Jumlah kartu merah cenderung menurun. Rusia 2018 menorehkan kartu merah tersedikit, yakni 4 buah. 


Turnamen Kuning Terbanyak

Piala Dunia 2006 diwarnai keluarnya 345 kartu kuning. Kartu merah yang muncul adalah sebanyak 28 kali. Angka-angka tersebut hadir dari 64 pertandingan. Kedua jenis kartu di Jerman 2006 menjadi rekor Piala Dunia. Rata-rata lebih dari 5 kartu per laga tersebut melesat di atas turnamen-turnamen lain.

Tak ayal angka-angka di atas menunjukkan tingkat tinggi fisikalitas Piala Dunia 2006. Wasit disebut diinstruksikan tidak memberikan toleransi untuk pelanggaran taktis. 


Partai Kuning Terbanyak

Pertempuran Nuernberg memegang rekor selama bertahun-tahun. Pengadil asal Rusia, Valentin Ivanov, 16 kali mengganjar kartu kuning untuk pemain-pemain Portugal dan Belanda, plus mengusir dua pemain dari masing-masing tim.

Empat tahun lalu, wasit Spanyol, Antonio Mateu Lahoz, mematahkan rekor dengan 18 kartu kuning di laga Belanda kontra Argentina. Total 15 pemain di lapangan yang menerima kartu kuning di laga berjulukan Pertempuran Lusail pada 9 Desember 2022 ini, terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.  


Pemain Kuning Terbanyak

Javier Mascherano tujuh kali diganjar kartu kuning di Piala Dunia. Koleksi tersebut satu kartu lebih banyak daripada bek kanan Brasil, Cafu. Kartu kuning ketujuh Mascherano hadir saat Argentina kalah dari Prancis di Piala Dunia 2018. Mascherano benar-benar petarung yang enggan mengubah gaya permainan kerasnya.


Tim Kuning Terbanyak

Tekanan kolektif tim tergambar dari jumlah kartu kuning tim bersangkutan. Jerman mengumpulkan 122 kartu kuning, terbanyak dalam Piala Dunia. Argentina mengikuti dengan 112 kartu kuning.