Duet lini depan Timnas Swedia, Alexander Isak (kiri) dan Viktor Gyokeres. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Houston, Amerika Serikat
Cody Gakpo mewaspadai Alexander Isak yang telah mencetak gol dan asis di Piala Dunia 2026 ini.
Laga menghadapi Belanda akan menjadi tantangan yang unik bagi Alexander Isak. Penyerang Swedia ini menghadapi tiga rekan yang sudah dikenalnya: Virgil van Dijk, Cody Gakpo, dan Ryan Gravenberch. Ketiganya merupakan pemain inti Belanda, pemain yang satu klub dengan Alexander Isak di Liverpool.
Laga Belanda vs Swedia pada Sabtu (20/6/2026) malam yang akan disiarkan langsung TVRI Nasional mulai pukul 23.00 WIB merupakan pertandingan penting bagi kedua tim. Bagi Swedia, pertandingan ini akan membawa mereka melangkah ke fase knockout. Karena itulah, mereka akan mengandalkan Alexander Isak di lini depan.
Performa Alexander Isak memang cukup mengejutkan. Setidaknya, jauh berbeda dengan musim lalu yang baru berakhir di mana dia kerap terlihat tidak dalam kondisi fit dan tidak dalam performa terbaiknya.
Penyerang sayap Belanda, Cody Gakpo, memperingatkan bahwa Belanda harus mewaspadai rekan setimnya di Liverpool itu saat menghadapi Swedia dalam pertandingan nanti. Sebagai pemain Liverpool, dia senang rekan setimnya itu dapat pulih. Namun di laga nanti, tentu ini akan tetap menjadi pertarungan penting bagi tim nasional masing-masing.
"Sebagai bagian dari Liverpool, kami sangat senang dia kembali dan di akhir dia kembali dalam kondisi fit. Di Piala Dunia ini, dia mencetak beberapa gol dan dia bermain bagus," kata Cody Gakpo tentang Alexander Isak. "Alexander Isak memulai turnamen dengan sangat baik dengan penampilannya. Saya pikir semua orang tahu betapa bagusnya dia sebagai pemain. Kita perlu mewaspadainya."
Fans Swedia, berharap pelatih Graham Potter akan Kembali menurunkan duet lini depannya, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Duet striker ini tampil mengesankan di laga pertama fase grup saat mengalahkan Tunisia, 5-1. Alexander Isak mencetak gol dan memberikan dua asis pada pertandingan tersebut.
Salah satu yang membuat Swedia kini diperhitungkan adalah karena mantang bintang Newcastle United tersebut. Di sisi lain, bagi pendukung Liverpool, performa Alexander Isak memberikan harapan bahwa The Reds akan memiliki penyerang yang dapat mereka harapkan.
Alexander Isak bergabung ke Liverpool pada September 2025 lalu dengan nilai transfer sekitar 150 juta euro, menjadikannya transfer termahal ketiga sepanjang masa. Meski demikian, Alexander Isak hanya mencetak empat gol untuk Liverpool musim lalu itu, hasil yang tentu saja mengecewakan. Dia hanya menjadi starter sebanyak 13 pertandingan (dari total 22 laga).
Ketika performanya tidak sesuai harapan pada musim lalu, dia justru tampil mengesankan bersama Swedia di awal Piala Dunia ini. Kini, dia telah mencetak dua gol dalam tiga penampilan terakhirnya bersama Timnas Swedia, termasuk gol dalam ajang uji coba melawan Norwegia dan penampilannya melawan Tunisia.
Dengan performa itu pula, penyerang 26 tahun ini akan menjadi pemain yang tentu diwaspadai barisan pertahanan Belanda. Dalam laga nanti, akan terjadi duel antara Alexander Isak dan kapten Timnas Belanda dan Liverpool, Virgil van Dijk.
Kondisi Alexander Isak
Meski demikian, kemungkinan tersebut masih harus menunggu kondisi sang penyerang. Jelang laga ini, Alexander Isak dikabarkan berlatih secara individu sejak Rabu lalu. Menurut Media Swedia, Sweden Herald, pemain 26 tahun itu menjalani program latihan terpisah tiga hari sebelum pertandingan Grup F nanti.
“Satu pemain berlatih secara individu, dan itu adalah Alexander Isak. Dia mengikuti program individu sebagai bagian dari pemulihan setelah pertandingan,” demikian pernyataan dari staf media Timnas Swedia, Petra Thoren, terkait kondisi penyerang andalan Swedia. “Dia akan berada di lapangan sebagian waktu dan sisanya di gym.”
Ketika menghadapi Tunisia, Alexander Isak memang digantikan pada menit ke-90. Bagi Alexander Isak, pertandingan melawan Belanda bukan hanya soal performa ketahanan fisik. Jika dia memang fit, penyerang ini akan menghadapi rekan setimnya dari Liverpool termasuk sang kapten Virgil van Dijk.