TVRINews - Willemstad, Curacao

Tahith Chong akan membantu Curacao menyajikan kejutan di Piala Dunia 2026.

Badan tinggi tegap ditambah rambut gimbal membuat keberadaan Tahith Chong di lapangan hijau mudah dikenali. Pemain yang sempat menjadi harapan Man. United dari akademinya itu bisa menyedot lebih banyak atensi di Piala Dunia 2026 dengan penampilan menonjol seperti tampilan fisiknya.

Potensi itu membesar berkat keputusannya memilih Curacao sebagai negaranya. Ia bersiap tampil di level atas bersama The Blue Wave, julukan Curacao, dalam debut turnamen tim nasional negara kepulauan di Lautan Karibia itu.

Bersama talenta bagus seperti Tahith Chong, Curacao bisa mewujudkan keinginan membuat kejutan besar di Piala Dunia 2026 yang diadakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni sampai 19 Juli nanti. Sebelum Curacao, sejumlah tim sudah mengenali potensi besar pemain yang berposisi gelandang serang atau sayap itu.

Kesukaan Tahith Chong pada sepak bola tampak sudah terbina sejak kecil. Atau malah mungkin saat masih di dalam kandungan. Orang tuanya memberinya nama lengkap Tahith Jose Girigorio Djorkaef Chong. Setidaknya ada satu nama asal Prancis yang dikenal di dunia sepak bola, terutama pada era 1990-an.

Tahith Chong lahir pada 4 Desember 1990 di Willemstad, Curacao, saat masih berada di bawah Belanda Antilles. Saat masih berusia delapan tahun, ia masuk akademi Atletiko Salina, klub lokal di Willemstad. Pencari bakat dari Feyenoord melihat bakatnya dan membuat klub Rotterdam itu menariknya ke akademi mereka.

Pada September 2014, Tahith Chong ambil bagian di Manchester Premier Cup di Carrington, tempat latihan Man. United. Pemandu bakat klub besar Inggris itu melihat kemampuan Chong, tapi menunggu lebih lanjut. 

Derek Langley, kepala perekrutan pemain muda United saat itu, mengisahkan adanya peminatan kuat dari Chelsea dan bagaimana orang tua Chong sendiri yang mengutarakan bahwa performa putra mereka sempat menurun, sebagian karena isu pertumbuhan. Langley menahan diri untuk tidak terburu-buru merekrut Chong. 

Saat menyadari Chong sudah kembali ke bentuk permainan terbaiknya, sang pemandu bakat mendapati pula bahwa sang pemain juga didekati Chelsea. "Saya mampu meyakinkan orang tua dan si anak bahwa masa depannya ada di United," tutur Langley dikutip dari Manchester News Evening.


Akademi sampai Debut Iblis Merah

Usai tiga tahun menjanjikan di akademi United, termasuk melewati cedera lutut, pintu debut di tim pertama The Red Devils terbuka buat Tahith Chong. Setelah ikut serta dalam tur United ke AS dan berada di bangku cadangan untuk Liga Champion kontra Juventus pada Oktober, debut resmi itu datang. Chong bermain di 30 menit terakhir di laga meladeni Reading di Piala FA. 

Di laga pada 5 Januari 2019 yang disaksikan kedua orang tuanya, Chong bisa memuluskan peralihan permainan United. Setelah timnya unggul 2-0, Chong mampu tampil lebih defensif. Menurut Manchester Evening News, sejumlah rekan setimnya seperti Juan Mata, Ashley Young, dan Marcus Rashford menyalami Chongy, panggilannya di Carrington.

"Tahith mencuat di saat yang tepat, dan saya pikir ia seorang profesional yang fantastis. Ia memiliki sikap yang tepat untuk berlatih dan menjaga diri di luar lapangan. Ia sungguh ramah dan baik kepada staf dan pemain, yang membuatnya cepat menyesuaikan diri. Di lapangan, penampilannya dinanti banyak orang. Ia pemain yang mudah dikenali," ujar salah satu staf pelatih saat itu, Kieran McKenna, di situs klub.

Pengakuan bakat bagusnya hadir pula di akhir musim. Chong dianugerahi Denzil Haroun Reserve Player of the Year 2018/19, dan menjadi pemain pertama setelah Giuseppe Rossi yang meraihnya setelah penghargaan Jimmy Murphy Young Player of the Year semusim sebelumnya. United mengganjarnya pula dengan kontrak baru pada Maret 2020. Pelatih selanjutnya, Ole Gunnar Solskjaer, memberikan beberapa kesempatan tampil buat Chong, termasuk saat MU mengalahkan PSG di Liga Champion.

Di awal 2020/21, United meminjamkannya ke Werder Bremen selama semusim. Namun, durasi itu berakhir lebih awal pada Januari 2021, dan Chong dipinjamkan ke klub Belgia, Club Brugge.

Masa peminjaman berikutnya pada 2021/22 adalah ke klub Championship Division, Birmingham City. Diselingi cedera pangkal paha serius yang membuatnya kembali ke Carrington untuk rihat beberapa bulan, Chong kembali ke The Blues. Birmingham akhirnya merekrutnya secara permanen dengan ikatan selama empat tahun. 

Luton Town yang baru berpromosi untuk 2023/24 menarik Tahith Chong. Gol perdana di Premier League ia cetak ke gawang Liverpool pada 5 November 2023.

Pada awal musim ini, setelah Luton terdegradasi, Tahith Chong bergabung ke Sheffield United dengan ikatan selama empat tahun. Kembali ke Championship Division tidak lantas menurunkan nilai tingginya, teristimewa di level timnas.


Junior Terus di Belanda

Tahith Chong merupakan salah satu bakat menjanjikan dari Belanda. Chong menorehkan lebih dari 40 penampilan untuk timnas junior Belanda di berbagai kelompok usia, dari U-15 sampai U-21. Ia tampil di Kejuaraan Eropa U-17 pada 2016 dan mencetak gol tunggal ke gawang Swedia di perempat final.

Akan tetapi, Chong tidak pernah mendapatkan panggilan untuk tampil di Belanda senior. Sebaliknya, Curacao, sangat mungkin mempertimbangkan Chong lahir di Willemstad, memberi kesempatan kepadanya untuk tampil di level timnas senior.

Pada Juni 2021, Chong masuk ke dalam skuad awal Curacao untuk Piala Emas Concacaf 2021. Namun, ia tidak masuk daftar akhir. Turnamennya sendiri ditangguhkan karena pandemi Covid-19.

Babak akhir pengesahan relasi antara Chong dan Curacao akhirnya datang. Pada 26 Agustus 2025, FIFA menerima permintaan Chong untuk mengganti kewarganegaraan dari Belanda ke Curacao. 

Pilihan pada Curacao sekaligus mematahkan spekulasi bahwa Tahith Chong akan memilih Cina seperti yang sempat beredar pada awal 2025. Kemungkinan itu mencuat mengingat sang gelandang berusia 26 tahun memiliki keturunan Cina dari garis ibu. Kakek buyutnya disebut merupakan pendatang dari distrik Xinhui, Jiangmen, Guangdong, pada 1940-an. 

Beberapa hari setelah pengesahan naturalisasinya, pada 9 September 2025, Chong membayar keyakinan itu. Di Ergilio Hato Stadium, Willemstad, Chong menggelontorkan dua gol dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk membawa Curacao menang 3-2 atas Bermuda. Tiga angka ini menjadi krusial bagi kelolosan Curacao. Negara berpopulasi 156 ribu orang ini bisa melihat timnas mereka tampil di Piala Dunia 2026 sebulan kemudian usai bermain imbang dengan Jamaika.


Biodata

Nama Lengkap: Tahith Jose Girigorio Djorkaef Chong

Lahir: 4 December 1999 di Willemstad, Curacao, Belanda Antilles

Tinggi Badan: 185 cm


Karier Junior

  • Atletiko Salina (2008–2009)
  • Feyenoord (2009–2016)
  • Manchester United (2016–2019)


Karier Senior

  • Manchester United (2019–2022)
  • Werder Bremen [pinjam] (2020–2021)
  • Club Brugge [pinjam] (2021)
  • Birmingham City [pinjam] (2021–2022)
  • Birmingham City (2022–2023)
  • Luton Town (2023–2025)
  • Sheffield United (2025–sekarang)