TVRINews - Mogadishu, Somalia

Batal menjadi wasit di Piala Dunia 2026, Omar Artan disambut seperti pahlawan yang pulang ke Somalia dari medan perang.

Omar Artan mesti mengubur mimpinya menengahi Piala Dunia 2026 dan menjadi wasit pertama asal Somalia di turnamen akbar dunia sepanjang sejarah. Artan, yang sudah terdaftar sebagai salah satu dari 52 pengadil di Piala Dunia 2026, dikembalikan ke Istanbul pada Selasa (9/6/2026). Omar Artan, yang pernah didapuk sebagai wasit terbaik di Afrika, ditolak masuk Amerika Serikat. 

Tanpa menyebut nama Artan, dinas Bea Cukai dan Penjaga Perbatasan (CBP) mengatakan bahwa seorang warga Somalia tiba di bandara internasional Miami dari Istanbul pada Sabtu dan dinyatakan tidak boleh memasuki wilayah Amerika Serikat. 

CBP kemudian menyatakan bahwa Artan merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS. Sang wasit diduga merupakan anggota organisasi teror.

Juru bicara FIFA menyatakan bahwa Omar Abdulkadir Artan kini tidak dapat hadir bersama wasit yang lain di kamp yang digelar di Florida untuk latihan, persiapan, dan keamanan. Artan juga tidak dapat mewasiti turnamen akbar yang akan dimulai pada Kamis (11/6/2026). 

"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi di negara pemberi, termasuk keputusan pemberian visa, dan telah diberi tahu oleh otoritas bahwa status Tuan Artan tidak akan diubah saat ini," begitu pernyataan FIFA seperti dikutip dari BBC.

Seorang penasihat senior di Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia memastikan penolakan masuk tersebut dan mengatakan bahwa Artan telah bepergian dengan dokumen-dokumen yang valid. Visa untuk Artan dikeluarkan Kedutaan Somalia di Kenya pada minggu lalu.

"Saya memiliki surat-surat dan kelengkapan yang tepat. Saya mempunyai visa yang tepat," tutur Omar Artan.

Pemerintah Somalia menyatakan bahwa mereka negosiasi mereka dengan Amerika Serikat dan FIFA menemui jalan buntu. Artan tetap tidak bisa masuk AS.

Kebijakan ketat imigrasi pemerintahan AS di bawah Donald Trump menjadi salah satu titik perhatian menjelang Piala Dunia 2026. Sebanyak 12 negara, termasuk Somalia, terkena larangan bepergian ke AS pada tahun lalu. Pada Desember, Trump mengungkapkan bahwa dirinya tidak menginginkan imigran Somalia di negerinya, bahkan menyatakan mereka seharusnya pulang ke tempat asal mereka.

"Saya pikir mereka memiliki masalah dengan negara saya," kata Artan.

Kekecewaan meliputi perasaan anggota korps baju hitam ini. "Saya sangat kecewa. Saya hanyalah seorang wasit yang mencoba mewujudkan impian terbesar dalam hidup saya, yakni bertugas di Piala Dunia," tuturnya kepada The New York Times.


Janji 4 Tahun Lagi

Omar Artan pulang ke Mogadishu. Di ibu kota Somalia itu, dirinya mendapat sambutan dari sejumlah pendukung dan pejabat. 

"Apa yang terjadi, sudah terjadi dan nahas. Saya bersyukur untuk dukungan dari FIFA," sebut Artan seperti dikutip The Guardian

"Saya sudah berada di negara saya, dan saya tidak berada di tempat lain. Somalia adalah milik kita, baik dalam situasi baik maupun buruk. Saya ingin mengatakan kepada anak muda untuk tidak kehilangan harapan pada negeri kita," Artan melanjutkan. 

Sang pengadil jelas tidak kehilangan harapan. Ia melayangkan ambisi untuk empat tahun ke depan. 

"Saya berjanji, atas perkenanan Tuhan, akan hadir di turnamen berikutnya. Saya ingin rakyat Somalia untuk mengambil hikmah dan tetap percaya diri," tegas Artan dengan latar bendera Somalia yang dikibarkan ratusan suporter di bandara Mogadishu.