Johan Cruyff memimpin taktik Total Football Belanda di Piala Dunia 1974. Foto: Grafis: Yusuf
TVRINews - Jakarta
Peran playmaker dalam sepak bola adalah mengendalikan jalannya permainan tim. Untuk mengisi posisi tersebut, seorang pemain dituntut memiliki visi, teknik, kreativitas, dan kemampuan mengirimkan umpan yang bagus. Tujuan utamanya adalah bagaimana menciptakan kesempatan untuk membobol gawang lawan.
Seorang playmaker biasanya ditempatkan sebagai gelandang serang. Dia akan menjadi penyambung lini belakang dan depan tim. Seiring perkembangan strategi sepak bola, tak ada lagi hal mutlak terkait posisi. Ada kalanya seorang pelatih menempatkan sang pengatur tempo permainan agak melebar ke sisi sayap (wide playmaker) atau berdiri sejajar dengan gelandang bertahan (deep-lying playmaker).
Sepanjang 22 edisi Piala Dunia, sejumlah pemain dengan peran playmaker bermunculan dan meninggalkan jejak penting. Dari sekian banyak nama yang ada, kami coba mengkurasinya menjadi 10 sosok paling menonjol. Berikut daftar lengkapnya:
1. Didi
Pemain dengan nama lengkap Waldyr Pereira ini merupakan playmaker andalan Timnas Brasil di Piala Dunia 1954. Gagal di perempat final, pria yang akrab disapa Didi ini menebusnya empat tahun kemudian.
Ia memiliki andil besar membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1958. Berkat perannya di atas lapangan sepanjang turnamen, gelandang kelahiran 8 Oktober 1928 dianugerahi gelar pemain terbaik.
2. Ferenc Puskas
Ferenc Puskas memiliki keunggulan teknik yang didukung dengan kecepatan dalam melakukan manuver. Ia mahir memberikan operan yang tepat kepada rekan satu tim. Perannya sangat penting bagi Timnas Hungaria di Piala Dunia 1954.
Pelatih Gusztav Sebes memaksa playmaker andalannya itu untuk bermain di final melawan Jerman Barat meski dalam kondisi cedera. Berhasil mencetak satu gol, tetapi pada akhirnya ia harus menelan pil pahit karena Hungaria kalah dengan skor 2-3.
3. Johan Cruyff
Johan Cruyff merupakan salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola Belanda. Ia menjadi pemeran utama saat tim berjuluk De Oranje melangkah ke final Piala Dunia 1974. Peran sebagai "konduktor" permainan tim membuatnya lekat dengan gaya Total Football Belanda di era itu.
Dengan kejeniusannya dalam mengkreasikan serangan, Johan Cruyff diberi kebebasan bergerak. Ia bisa berada di posisi penyerang tengah, tapi kemudian turun agak ke bawah atau melebar ke sisi sayap untuk melepaskan diri dari penjagaan. Tak cuma andal dalam memberi umpan, ia juga mampu menjadi pemecah kebuntuan tim.
4. Michel Platini
Michel Platini dianggap sebagai salah satu pengumpan terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepak bola dunia. Kualitas teknik di atas rata-rata ditunjang dengan visi permainan yang baik memaksa lawan harus selalu waspada dengan pergerakannya.
Pria yang pernah menjadi Presiden UEFA itu menjadi andalan Timnas Prancis di Piala Dunia 1978, tapi tak bisa maksimal sehingga terhenti di fase grup. Berselang empat tahun kemudian, dia tampil gemilang dengan membawa Les Blues melangkah ke semifinal.
5. Zico
Melihat aksi Zico di atas lapangan, orang-orang akan mengingatnya sebagai pemain nomor 10 klasik. Meski berpostur kecil, tapi ia mampu menutupi kekurangan dengan kecepatan dan teknik yang luar biasa. Kerap kali dia mempergunakan trik dan tipuan untuk mengalahkan lawan dengan bola.
Zico membela Brasil dalam tiga edisi Piala Dunia. Yang pertama pada 1978 dengan pencapaian peringkat ketiga. Ia menjadi bagian dari skuad fantastis Brasil di Piala Dunia 1982 bersama Paulo Roberto Falcao, Socrates, Toninho Cerezo, dan Leandro Junior, tapi di luar dugaan kalah bersaing dari Italia dalam perebutan tiket ke semifinal. Pada kesempatan terakhirnya di Piala Dunia 1986, Brasil tersingkir di perempat final.
Penyerang timnas Argentina Diego Maradona dikepung tiga pemain Inggris pada laga perempat final Piala Dunia 1986. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda).
Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
6. Diego Maradona
Diego Maradona adalah legenda sepak bola Argentina. Tak terhitung berapa kali ia menghadirkan aksi monumental di atas lapangan hijau dan dikenang hingga sekarang. Kontribusi yang besar dalam membawa Tim Tango menjuarai Piala Dunia 1986 membuatnya dianugerahi gelar pemain terbaik.
"Diego mampu melakukan hal-hal yang tidak dapat ditandingi oleh siapa pun. Hal-hal yang dapat saya lakukan dengan bola, dia dapat melakukannya dengan jeruk," begitu penilaian yang diberikan Michel Platini kepada Maradona, dikutip dari The Telegraph.
El Pibe de Oro (Si Anak Emas) merupakan seorang playmaker yang biasa bermain dalam peran bebas. Kelihaian melakukan dribel untuk melewati lawan membuatnya dianggap sebagai salah satu pemain paling terampil dalam sejarah sepak bola.
7. Michael Laudrup
Michael Laudrup adalah roh permainan Timnas Denmark di Piala Dunia 1986 dan 1998. Pada kesempatan perdana, ia membawa Tim Dinamit --julukan Denmark-- melangkah ke babak 16 besar. Di penampilan berikutnya, capaian Denmark lebih baik lagi karena sampai ke perempat final.
Michael Laudrup dianggap sebagai playmaker cerdas. Ia tahu betul bagaimana membangun serangan yang efektif. Banyak yang menilai, kematangannya sebagai pengatur permainan tim karena polesan Johan Cruyff yang melatihnya di Barcelona dalam kurun waktu 1989 hingga 1994.
8. Gheorghe Hagi
Gheorghe Hagi memainkan peran penting saat membawa Timnas Rumania lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, yakni, 1990, 1994, dan 1998. Ia kerap dibandingkan dengan Diego Maradona, bukan hanya karena gaya bermain, tapi juga sikap temperamental.
Di luar itu, Gheorghe Hagi adalah eksekutor bola mati yang sangat baik. Ia mampu melepaskan tembakan keras yang akurat, sehingga membuat kiper lawan kesulitan untuk menjangkau.
9. Zinedine Zidane
Zinedine Zidane adalah aktor utama keberhasilan Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 1998. Ia menyumbangkan dua gol dalam kemenangan 3-0 Les Blues atas Brasil di laga final. Berkat kontribusi itu, gelar pahlawan nasional disematkan kepadanya.
Cara bermain Zinedine Zidane mendapat banyak pengakuan dari legenda sepak bola. Carlos Alberto Parreira, pelatih yang membawa Brasil juara Piala Dunia 1994 menyebutnya sebagai "monster". Franz Beckenbauer, Marcelo Lippi, hingga Kevin Keegan sepakat memasukkan namanya dalam deretan pemain terhebat dalam sejarah.
10. Andres Iniesta
Nama Andres Iniesta dikenal luas sebagai salah satu dari trio gelandang hebat Barcelona bersama Xavi Hernandez dan Sergio Busquets. Sebagai gelandang serang, tugasnya adalah memberi suplai bola kepada para penyerang, termasuk Lionel Messi.
Peran serupa dijalaninya bersama Timnas Spanyol. Ia menjadi pahlawan dalam final Piala Dunia 2010 melawan Belanda. Gol semata wayangnya di perpanjangan waktu membawa tim berjulukan La Roja menyabet gelar juara untuk pertama kalinya.