Bek Persib Bandung, Frans Putros, siap tampil di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Irak. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Bandung, Indonesia
Menurut bek Persib Bandung dan Timnas Irak, Frans Putros, keramahan masyarakat Indonesia membuat proses adaptasinya di negeri ini berjalan jauh lebih mudah.
Bagi banyak pemain asing, beradaptasi di negara baru bukan perkara mudah. Perbedaan budaya, bahasa, hingga gaya hidup sering kali menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal itu tampaknya tidak dirasakan Frans Putros. Bek Timnas Irak yang kini memperkuat Persib Bandung justru menemukan kenyamanan selama tinggal di Indonesia.
Dalam wawancara eksklusif bersama TVRI Sport, yang diunggah akun @tvrisports pada Selasa (26/5/2026), Putros mengungkapkan bahwa hal yang paling ia sukai dari Indonesia bukanlah makanan, cuaca, atau atmosfer sepak bolanya.
“Tanpa ragu, (saya suka) orang-orangnya,” kata Putros saat ditanya apa yang paling ia sukai dari Indonesia. Jawaban yang sederhana, tetapi terasa tulus.
Jawaban singkat itu langsung menggambarkan bagaimana pengalaman pribadi Putros selama tinggal di Tanah Air. Pemain berusia 32 tahun tersebut mengaku merasakan sambutan hangat dari masyarakat Indonesia sejak pertama kali datang.
“Sikap positif yang dimiliki orang Indonesia sungguh menyenangkan dan nyaman,” ujar Putros.
Pernyataan Putros memang wajar, mengingat ia bukanlah sosok yang asing dengan lingkungan baru. Sebelum bermain di Indonesia, ia pernah berkarier di negara kelahirannya, Denmark, dan Tailan. Karena itu, ia memiliki pengalaman untuk membandingkan bagaimana sebuah negara menerima pendatang.
Menurut Putros, keramahan masyarakat Indonesia membuat proses adaptasinya berjalan jauh lebih mudah. Ia merasa diterima, bukan sekadar sebagai pemain asing, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan baru yang hangat.
“Anda bisa merasakan energi positif dari orang-orang di sini (Indonesia),” ujarnya.
Putros memang terlihat cepat menyatu di Persib Bandung, . Ia beberapa kali menunjukkan kedekatan dengan rekan setim maupun suporter. Karakternya yang tenang di lapangan ternyata juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam wawancara tersebut, Putros berbicara santai sambil beberapa kali tersenyum ketika membahas kehidupannya di Indonesia. Bukan hanya soal sepak bola, ia juga tampak menikmati keseharian di luar lapangan.
Bagi Putros, hal-hal kecil seperti sapaan ramah dan sikap terbuka masyarakat menjadi pengalaman yang membekas. “Semua orang sangat baik kepada saya,” kata Putros.
Kalimat sederhana itu mungkin terdengar biasa. Namun bagi pemain asing yang tinggal jauh dari keluarga dan negara asalnya, rasa diterima memiliki arti besar.
Tidak sedikit pemain luar negeri yang kesulitan menyesuaikan diri ketika bermain di Asia Tenggara. Akan tetapi, Putros justru menemukan kenyamanan yang membuatnya betah.
Maka itu, pengalaman positif selama tinggal di Indonesia menjadi sesuatu yang sangat berarti baginya. “Rasanya menyenangkan berada di sini,” ujarnya lagi.

Bek Timnas Irak, Frans Putros, yang juga andalan klub Persib Bandung.
Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
Kabar Bahagia dari Keluarga
Menariknya, wawancara itu juga memperlihatkan sisi personal sang pemain. Di tengah obrolan ringan, Putros membagikan kabar bahagia yang belum banyak diketahui publik dan membuatnya berdebar-debar.
“Ya, kami kini sedang menunggu kelahiran anak," ia mengungkapkan sambil tersenyum. Di balik citranya sebagai bek tangguh Timnas Irak, ia tetaplah seorang pria yang tengah menantikan peran baru sebagai ayah.
Putros sendiri merupakan satu-satunya pemain Liga Indonesia yang paling berpeluang tampil di Piala Dunia 2026. Sejak 2018 hingga saat ini pemain yang baru saja ikut membawa Maung Bandung juara Liga Indonesia (BRI Super League) itu masih sering dipanggil ke Timnas Irak.
Kali terakhir ia dipanggil ke skuad Singa Mesopotamia saat menghadapi Bolivia pada final play-off antarbenua menuju Piala Dunia 2026, 31 Maret 2026 lalu. Ketika itu Irak berhasil mengalahkan Bolivia 2-1, sekaligus memastikan lolos ke ajang bergengsi yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli mendatang.