TVRINews - Zurich, Swis

Piala Dunia 2026 akan diwarnai beberapa peraturan baru terkait aksi buang-buang waktu, perilaku pemain, dan intervensi VAR.

Pembuat aturan sepak bola menyetujui serangkaian perubahan signifikan aturan menuju Piala Dunia 2026. Selain mencegah aksi mengulur waktu, kekuasaan asisten wasit video (VAR) akan bertambah.

Pada Minggu (31/5/2026), Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (The International Football Association Board, IFAB) mengumumkan sejumlah perubahan aturan permainan. Perubahan ini telah disepakati sebelum gelaran Piala Dunia 2026 di tiga negara, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Apa saja perubahan-perubahan itu?


5 dan 10 Detik

Urusan aksi mengulur waktu tak luput dari perhatian. Wasit kini akan menerapkan hitung mundur lima detik untuk dua momen, yakni lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Bila tak dilakukan dalam lima detik itu, throw-in akan dialihkan ke kubu lawan. Kalau tendangan bebas juga tak diambil dalam lima detik, lawan akan mendapatkan tendangan sudut.

Jangka waktu diberlakukan pula untuk pergantian pemain. Pemain yang ditarik keluar mesti meninggalkan lapangan, bisa ke tepi lapangan terdekat, dalam 10 detik setelah papan pergantian diperlihatkan. Kalau batasan waktu itu tidak dipatuhi, pemain pengganti baru bisa masuk semenit setelah bola mati.

Pemain nonkiper yang mendapatkan perawatan dari staf medis di lapangan sekarang harus tetap berada di luar lapangan sekurangnya semenit setelah permainan dilanjutkan lagi. Kekecualian berlaku untuk kasus yang melibatkan cedera kiper, tabrakan antarpemain, cedera kepala, gegar, atau situasi pemain cedera yang akan mengeksekusi penalti.


Cegah Timeout Taktis

FIFA berusaha pula mencegah ulah tim yang menggunakan cedera pemain, biasanya penjaga gawang, untuk menghentikan permainan dan menggelar pemberian instruksi di tepi lapangan saat perawatan pemain yang cedera tersebut. 

Pada November, pelatih Leeds, Daniel Farke, menuduh kiper Man. City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura cedera. Saat kiper Italia itu memanggil tim medis, pemain lain mendekati area teknis untuk mendapatkan arahan dari pelatih. Segera setelah arahan tersampaikan, Donnarumma bangkit untuk kembali bermain.

Momen yang terasa seperti timeout taktis itu segera menjadi perhatian. IFAB sebenarnya sudah membahas isu itu pada Maret, tapi tidak mendapatkan jalan keluar. 

Menurut Pierluigi Collina, Chief Refereeing Officer FIFA, masalah ini dibahas dalam bengkel kerja yang melibatkan pelatih ke-48 partisipan Piala Dunia 2026.

Meskipun aksi itu takkan mendapatkan hukuman, Collina menyatakan bahwa wasit akan proaktif dalam mencegah tim mengambil kesempatan saat perawatan tersebut. Pendekatan yang diambil National Women's Soccer League (NSWL) tampak dijadikan patokan. Bila kiper cedera, pemain-pemain lain dari kedua kubu mesti tetap di tempatnya dan dilarang mendekati area teknis timnya.

Saat efektivitas larangan itu masih dinanti di Piala Dunia 2026, jeda resmi akan diberlakukan di turnamen akbar yang akan tergelar dalam beberapa hari lagi. Seiring atmosfer ekstrem musim panas di Amerika Utara, akan ada jeda hidrasi selama tiga menit di setiap babak. Wasit diberikan kebebasan untuk menentukan kapan jeda tersebut.


Hati-Hati Tutup Mulut

Tindak-tanduk pemain saat berada di lapangan mendapatkan perhatian. Pemain yang menutupi mulutnya dengan tangan, lengan, atau kostum dalam situasi berselisih paham akan dikeluarkan alias diganjar kartu merah. Namun, kartu merah tidak akan dikenakan pada pemain terlibat dalam perbincangan bersahabat dengan pemain tim lawan.

Kartu merah juga akan diberikan wasit untuk pemain-pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan sang pengadil. Tim yang terlibat hingga membuat pertandingan dihentikan akan dikeluarkan. Hukuman serupa akan diberlakukan untuk ofisial tim yang mendorong pemain untuk meninggalkan lapangan. 


Kuasa VAR Bertambah

Perubahan yang juga menarik adalah perluasan kekuasaan wasit video pembantu. VAR kini dapat mengintervensi beberapa keputusan wasit lapangan yang dianggap keliru, seperti kartu kuning kedua, kesalahan mengenali pemain, dan sepak pojok.

Wasit dan asistennya dapat menyelak bila pelanggaran dilakukan sebelum bola mati dieksekusi. Pelanggaran itu misalnya aksi penyerang menghalangi bek sebelum sepak pojok diambil. 

Bila VAR mendapati pelanggaran sebelum start ulang, wasit akan diminta melihat layar untuk meninjau kembali keputusannya. Dari hasil reviunya, sang pengadil akan memutuskan apakah akan memberikan sanksi dan apakah set-piece dilakukan lagi.