TVRINews - Accra, Gana

Darah sepak bola mengalir dari sang ayah, Abedi Pele, yang merupakan legenda Timnas Gana. Sementara kakaknya, Andre Ayew, juga lama menjadi andalan Black Stars.

Kapten Timnas Gana, Jordan Ayew, menunjukkan optimisme tinggi menjelang penampilan The Black Stars di Piala Dunia 2026. Penyerang milik Leicester City itu menegaskan bahwa skuad Gana saat ini sudah cukup kuat untuk bersaing di panggung dunia tanpa perlu banyak tambahan pemain baru.

Gana dipastikan tampil di putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli 2026. Dalam undian grup, Black Stars tergabung di Grup L bersama Inggris, Panama, dan Kroasia.

Dalam wawancara eksklusif yang dikutip dari Adom Sports, Ayew memuji performa para pemain yang membawa Gana lolos ke Piala Dunia 2026. Menurutnya, skuad yang ada sudah menunjukkan kualitas luar biasa sepanjang babak kualifikasi.

“Saya pikir para pemain yang tampil selama kualifikasi telah bermain sangat baik. Saya rasa kami tidak membutuhkan tambahan pemain. Saya percaya kami memiliki tim yang bagus dan seiring waktu kami terus berkembang,” ujar Ayew.

Pemain berusia 34 tahun itu juga menyoroti meningkatnya kekompakan di dalam tim. Meski waktu latihan bersama terbilang terbatas, chemistry antarpemain dinilai semakin baik dari waktu ke waktu.

“Kami memang belum punya banyak waktu untuk berlatih bersama, tetapi kekompakan tim makin baik dan semuanya terus berkembang,” ia menambahkan.

Ayew menilai bukan saat yang tepat melakukan perubahan besar di dalam skuad. Namun, ia tetap menyerahkan keputusan akhir terkait pemilihan pemain kepada pelatih Timnas Gana, Carlos Queiroz.

“Saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Tetapi sejujurnya, untuk urusan teknis, pelatih tentu tahu siapa yang harus ditambahkan atau dipilih,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa siapa pun pemain yang nantinya masuk skuad Gana harus siap memberikan segalanya demi negara.

“Siapa pun yang ditambahkan ke tim harus siap memberikan segalanya dan menampilkan permainan terbaik,” Ayew menegaskan.

Tidak hanya bicara soal komposisi tim, Jordan Ayew juga memastikan Gana datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar menjadi pelengkap peserta. Ia menyadari ekspektasi publik Gana sangat besar setelah penampilan mengecewakan di Piala Dunia 2022, ketika The Black Stars tersingkir di fase grup.

“Kami pergi ke Piala Dunia untuk memberikan yang terbaik. Kami ingin menunjukkan permainan yang bagus dan mudah-mudahan mendapatkan hasil yang kami targetkan. Kami tidak pergi ke Amerika hanya untuk melengkapi jumlah peserta,” ujar Ayew.

Sosok Paling Berpengalaman

Jordan Ayew sendiri merupakan salah satu figur paling berpengalaman di skuad Gana saat ini. Ia lahir di Marseille, Prancis, pada 11 September 1991 dan berasal dari keluarga sepak bola ternama. Ayahnya adalah legenda Gana, Abedi Pele, sementara kakaknya, Andre Ayew, juga lama menjadi andalan Black Stars.

Karier profesional Ayew dimulai bersama Olympique de Marseille sebelum sempat memperkuat beberapa klub Eropa seperti FC Lorient, Aston Villa, Swansea City, dan Crystal Palace sebelum berlabuh ke Leicester City saat ini. Ia dikenal sebagai penyerang serbabisa yang dapat bermain sebagai striker maupun winger.

Bersama Timnas Gana, Jordan Ayew telah tampil di berbagai turnamen besar. Ia menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Black Stars dan rutin tampil di ajang Piala Afrika maupun Piala Dunia.

Dalam ajang Piala Afrika, Jordan Ayew tercatat tampil pada edisi 2012, 2015, 2017, 2019, 2021, dan 2023. Penampilan terbaiknya terjadi pada Piala Afrika 2015 di Guinea Khatulistiwa ketika Gana berhasil melaju hingga final. Saat itu Black Stars harus puas menjadi runner-up setelah kalah dramatis dari Pantai Gading lewat adu penalti.

Sementara di ajang Piala Dunia, Jordan Ayew sudah tampil pada dua edisi berbeda, yakni Piala Dunia 2014 dan 2022. Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Gana tersingkir di fase grup setelah menghadapi grup berat yang dihuni Jerman, Portugal, dan Amerika Serikat.

Kemudian pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Jordan Ayew kembali menjadi pemain inti Gana. Black Stars lagi-lagi gagal lolos dari fase grup setelah finis di posisi ketiga. Berbagai pengalamannya di ajang internasional besar baik mewakili negara maupun klub menjadi salah satu alasan dirinya dipercaya mengenakan ban kapten Black Stars.

Jordan Ayew sendiri dikenal sebagai penyerang pekerja keras, agresif, dan fleksibel di lini depan. Meski posisi aslinya adalah striker, ia juga sering dimainkan sebagai winger kanan, winger kiri, maupun second striker karena kemampuan mobilitasnya yang tinggi.

Gaya bermain Ayew tidak hanya mengandalkan mencetak gol. Ia termasuk tipe penyerang yang aktif menekan lawan, rajin turun membantu pertahanan, dan mampu membuka ruang bagi rekan setimnya. Karena itu, banyak pelatih menyukai kontribusinya secara taktis meski statistik golnya tidak selalu tinggi.

Gana dijadwalkan membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Panama di Toronto pada 17 Juni 2026, sebelum bertemu Inggris (23 Juni 2026) dan Kroasia (27 Juni 2026) pada laga berikutnya. 

Biodata

Nama: Jordan Pierre Ayew

Kelahiran: Marseille, Prancis, 11 September 1991 (34 tahun)

Karier Klub:

  • Marseille (2009–2014)
  • Sochaux (pinjaman) (2014) 
  • Lorient (2014–2015)
  • Aston Villa (2015–2017)
  • Swansea City (2017–2019)
  • Crystal Palace (pinjaman) (2018–2019)
  • Crystal Palace (2019–2024)
  • Leicester City (2024– sekarang) 

Karier Timnas:

  • Gana U-20 (2010)
  • Gana  (2010–sekarang)

Prestasi:

Marseille

  • Ligue 1 (2009/2010)
  • Coupe de la Ligue (2010/2011, 2011/2012)
  • Trophee des Champions (2011)

Timnas Gana

  • Runner-up Piala Afrika (2015)
  • Peringkat ke-3 Unity Cup (2025)

Individual

  • Pemain Terbaik Gana (2020)
  • Pemain Terbaik Crystal Palace (2019/2020)
  • Gol Terbaik Crystal Palace (2019/2020)
  • Swansea City Players' Player of the Season (2017/2018)
  • Gol Terbaik Swansea City (2017/2018)