Para pendukung tim nasional sepak bola Jerman ketika berjalan menuju stadion. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Kota Meksiko, Meksiko
Saat ini sudah biasa bila tim nasional sepak bola negara-negara top memiliki lagu tertentu dari pendukung mereka, tak terkecuali untuk Piala Dunia 2026.
Tidak ada olahraga di dunia yang memiliki basis penggemar yang lebih bersemangat daripada sepak bola. Ambil contoh Argentina – juara Piala Dunia 2022.
Vamos, Vamos, Argentina (artinya: Ayo, Ayo, Argentina) adalah nyanyian (chant) khas para penggemar Tim Tango yang bergema keras di pertandingan, pub, dan di jalan-jalan di Buenos Aires yang penuh sesak usai kemenangan tim atas Prancis laga final.
Nyanyian seperti ini memang cenderung mampu membangkitkan semangat orang. Tujuan para penggemar itu bernyanyi apalagi jika bukan untuk para pemain.
Menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang, tidak ada salahnya publik mengenali chant yang biasa dinyanyikan para penggemar jika tim sepak bola negara mereka bertanding.
Spanyol
Tim juara Piala Dunia 2010 ini memiliki lagu kemenangan tradisional yang berjudul Campeones, Campeones, Ole Ole Ole. Selain itu, penggemar La Roja diketahui masih mempunyai sejumlah lagu lain untuk tim kesayangan mereka.
Vamos (artinya: Ayo atau Mari kita lakukan), merupakan nyanyian universal pembangkit semangat. A Por Ellos (Ayo, Kejar Mereka atau Raih Mereka) yang dipakai untuk memotivasi. Ada juga lagu Si, Se Puede (Ya, Itu Bisa Dilakukan) untuk menambah kepercayaan diri untuk menang.
Pun begitu, pada 2024 lalu, seusai memenangi Piala Eropa, para pemain Spanyol menyanyikan lagu Gibraltar es Espanyol (Gibraltar adalah Spanyol) yang kontroversial karena bernuansa politis. Nyanyian yang merefleksikan klaim Spanyol atas wilayah Gibraltar itu dipimpin oleh sang kapten Alvaro Morata dan Rodri, saat selebrasi gelar di Madrid. Baik Morata maupun Rodri akhirnya dihukum tidak boleh bermain satu laga oleh UEFA karena dinilai telah melanggar aturan perilaku.
Argentina
Para pendukung tim nasional sepak bola Argentina juga memiliki nyanyian untuk skuad kesayangan mereka. Yang paling terkenal dan ikonik adalah Vamos, vamos, Argentina.
Vamos, vamos Argentina (Ayo, ayo, Argentina) bisa diartikan sebagai dukungan yang tak tergoyahkan dan tuntutan untuk kemenangan. Lagu ini umumnya sering terdengar di stadion, tempat-tempat menonton bareng, hingga rumah-rumah selama Piala Dunia dan pertandingan untuk menyemangati tim.
Lagu lain yang sangat terkenal dan meraih popularitas luar biasa besar selama Piala Dunia 2022 silam adalah Muchachos, ahora nos volvimos a ilusionar (Teman-teman, sekarang kita kembali bersemangat).
Prancis
Lagu utama dari pendukung untuk tim nasional sepak bola Prancis adalah Allez Les Bleus! (Ayo, Biru!). Tidak jarang suporter menyelinginya dengan lagu I Will Survive dari Gloria Gaynor.
I Will Survive ini menjadi nyanyian penggemar timnas Prancis yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan sejak kesuksesan mereka merebut gelar Piala Dunia 1998 di rumah sendiri.
Timnas Prancis juga kerap merayakan kemenangan dengan lagu Ramenez la Coupe a la Maison (Bawa Pulang Trofi Itu ke rumah) dari Vegedream, yang populer setelah kesuksesan Prancis memenangi Piala Dunia 2018.
Nyanyian-nyanyian ini mencerminkan julukan tim—berdasarkan warna jersei biru mereka—dan sejarah panjang Prancis dalam sepak bola internasional, khususnya di Piala Dunia.
Inggris
Penggemar tim nasional sepak bola Inggris selama ini terkenal akan semangatnya, yang diluapkan dalam bentuk nyanyian-nyanyian bertema unik saat menyaksikan di stadion. Beberapa yang paling terkenal di antaranya Three Lions atau Football's Coming Home serta Sweet Caroline.
Football's Coming Home dirilis pada tahun 1996 oleh komedian David Baddiel dan Frank Skinner bersama The Lightning Seeds, bagian refrain lagu: "It's coming home", kemudian menjadi frasa terkenal yang sering dinyanyikan dan mendefinisikan lagu tersebut, yang berfungsi sebagai lagu penuh semangat dan merendah diri bagi para pendukung Inggris.
Chant lain yang juga kerap dinyanyikan termasuk Here We Go, Don't Take Me Home, dan Great Escape, yang sering terdengar di stadion-stadion selama turnamen.
Brasil
Lagu untuk timnas sepak bola Brasil paling ikonik adalah Eu sou brasileiro, com muito orgulho, com muito amor (yang berarti: Saya orang Brasil yang penuh kebanggan dan cinta).
Chant penggemar berat timnas Brasil lain yang tak kalah tenar adalah Pentacampeao, yang mengacu dari lima gelar Piala Dunia yang sudah dikantongi negara tersebut. Kadang, penggemar juga hanya berteriak singkat seperti Gooooool! atau Golaco!
Selain lagu-lagu di atas, masih ada chant seperti Que bonito e, sebuah nyanyian klasik berirama yang sering terdengar di stadion. Ada juga A taca do mundo e nossa, sebuah lagu tradisional untuk merayakan kemenangan-kemenangan Brasil di Piala Dunia.
Para penggemar timnas Brasil yang datang ke stadion juga sering terdengar menyanyikan Vou Festejar, sebuah lagu samba populer.
Lagu-lagu untuk menyemangati timnas Brasil ini biasanya diiringi alat musim drum bas besar dengan irama samba, yang merefleksikan kemeriahan pesta dan gairah alami dari budaya sepak bola Brasil.
Jerman
Nyanyian dukungan untuk tim nasional sepak bola Jerman biasanya berirama dengan nuansa semangat. Jika untuk mendukung tim saat menyerang, penggemar biasa menyanyikan Deutschland vor, noch ein Tor (artinya: Maju Jerman, buat gol lagi).
Sementara untuk merayakan kemenangan, biasanya terdengar lagu seperti Ein Hoch auf uns dari Andreas Bourani yang populer setelah 2014, tahun ketika Jerman memenangi Piala Dunia terakhir (keempat).
Di stadion-stadion saat Jerman turun biasanya juga terdengar lagu Steht auf, wenn ihr Deutsche seid (artinya: Berdirilah jika Anda orang Jerman) dan Allee, Allee.
Lagu Major Tom yang dinyanyikan oleh Peter Schilling pada 1983 juga biasa digunakan untuk merayakan kesuksesan timnas Jerman.
Portugal
Tim nasional sepak bola Portugal sering mendapatkan dukungan dari penggemarnya hanya dengan teriakan simpel, atau nyanyian penuh semangat seperti Portugal, Portugal Allez, dan Ole Ole Ole. Suporter mereka kadang juga bernyanyi bersama lagu Ole Ronaldo, untuk menghormati megabintang skuad Portugal, Cristiano Ronaldo.
Selain itu, tidak jarang penggemar menyanyikan potongan dari lagu kebangsaan Portugal, A Portuguesa, terutama lirik di bagian refrain: "As armas, as armas".