TVRINews - Lusail, Qatar

Gelar top-scorer Piala Dunia 2022 menjadi sekadar pelipur lara buat Kylian Mbappe setelah final.

Piala Dunia 2022 berakhir pahit buat Prancis, tidak terkecuali buat Kylian Mbappe. Gelar juara mereka digondol Argentina usai final di Lusail, Qatar.

Empat tahun sebelumnya, Mbappe mengguncang Piala Dunia dengan aksi-aksi gesit dan cepat untuk membantu Prancis meraih gelar kedua mereka sepanjang sejarah Piala Dunia. Saat itu, ketika usianya masih 19 tahun, Kylian Mbappe mendapat penghargaan pemain muda terbaik Piala Dunia 2018. 

Anugerah individual yang didapatkan Mbappe meningkat di Piala Dunia 2022. Dengan koleksi delapan gol, sang sayap produk akademi Monaco itu menjadi pemain tersubur di turnamen yang diadakan di Qatar pada akhir tahun 2022 tersebut. 

Selain Sepatu Emas untuk predikat tersubur tersebut, Kylian Mbappe meraih pula Bola Perak, alias dinilai sebagai runner-up pemain terbaik Qatar 2022. 

Peraih Bola Emas atau predikat pemain terbaik turnamen? Tak lain dari Lionel Messi. Nama yang disebutkan terakhir ini memberikan kemasygulan buat Mbappe, walau sebaliknya Messi kalah tipis dari Mbappe di daftar pencetak gol.

Lionel Messi menjadi kapten Argentina yang mengangkat trofi emas tanda kampiun Piala Dunia 2022. La Albiceleste yang dipimpin Messi mengempaskan Mbappe dkk. di final yang diadakan di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, pada 18 Desember 2022. Adu penalti menjadi penentu usai skor 3-3 di 120 menit. 

Ya, partai puncak tersebut terasa manis sekaligus pahit buat Kylian Mbappe. Trigol membawa Mbappe bukan hanya pada rekor sebagai pemain kedua yang mengukirnya di laga puncak Piala Dunia setelah Geoff Hurst di Piala Dunia 1966. Tambahan tiga gol itu membuat Mbappe memuncaki daftar pencetak gol turnamen. 

Penyerang kelahiran Paris itu unggul satu gol dari ... Messi! Legenda hidup Barcelona itu "hanya" mencetak dua gol di final yang berakhir dengan gelar ketiga Argentina. 

Messi, yang menjadi rekan seklub Mbappe di Paris Saint-Germain pada rentang 2021-2023 (ya, termasuk saat Qatar 2022 tergelar), hampir pasti tidak memedulikan Sepatu Perak, bahkan Bola Emas. Yang lebih penting baginya tak lain dari trofi Piala Dunia yang sempat luput pada 2014. 

Bagaimanapun, Kylian Mbappe tampil fenomenal di Qatar 2022. Torehan delapan gol dalam satu turnamen ini menjadi yang pertama sejak Ronaldo Luis Nazario de Lima di Piala Dunia 2002. 

Faktanya, tidak banyak pemain yang mampu mencetak delapan gol dalam satu perhelatan Piala Dunia. Dalam daftar, selain Mbappe dan Ronaldo, hanya ada Gerd Muller (Jerman Barat, 10 gol di Piala Dunia 1970), Eusebio (Portugal, 9 gol di Piala Dunia 1966), Just Fontaine (Prancis, 13 gol di Piala Dunia 1958), Ademir (Brasil, 9 gol di Piala Dunia 1950), dan Guillermo Stabile (Argentina, 8 gol di Piala Dunia 1930).

Dengan tambahan 8 gol dari Qatar, torehan total sayap cepat ini di Piala Dunia menjadi 12 gol. Selusin gol itu menyamai koleksi Pele, dan hanya kurang empat gol dari rekor yang dipegang Miroslav Klose.


8 Gol Kylian Mbappe di Piala Dunia 1998

  • 1 gol (68') saat menekuk Australia 4-1 di fase grup (Grup D)

Di depan gawang saat diapit dua bek Socceroos, Mbappe menyundul umpan lambung Ousmane Dembele dari kanan, tak jauh dari kotak penalti. 

  • 2 gol (61' dan 86') kala mengalahkan Denmark 2-1 di Grup D

Gol pembuka lahir dari serangan yang ia bangun, melalui penyelesaian rendah usai bertukar operan dengan Theo Hernandez di dalam kotak penalti. Untuk gol kedua, Mbappe dengan pahanya, sambil melompat di mulut gawang, meneruskan umpan lambung Antonine Griezmann.

  • 2 gol (74' dan 90+1') ketika menyingkirkan Polandia dengan skor 3-1 di 16 Besar

Mbappe mengukir gol kedua Les Bleus dengan tembakan keras yang menyarangkan bola di pojok atas gawang Polandia. Dari sebuah serangan balik, Mbappe tak terkawal kala menerima operan Dembele di kanan pertahanan lawan. 

Gol kedua Mbappe atau ketiga buat timnya yang praktis mengirim Prancis ke perempat final juga datang dari tembakan keras sang bintang di kanan dalam kotak penalti setelah mengendalikan operan Marcus Thuram. Bola tembakan melengkungnya bersarang di pojok atas kiri gawang Polandia.

  • 3 gol (80'pen., 81', 118'pen.) ketika menahan Argentina 3-3 sebelum kekalahan adu penalti di final.

Mbappe mengeksekusi dua tendangan 12 pas yang didapat Prancis. Sang sayap memperlihatkan mental baja setelah secara dingin menjadi algojo mengingat panasnya atmosfer final dan menghadapi Emiliano Martinez yang dikenal jago menahan penalti.

Gol kedua yang menengahi dua penalti itu mudah terasa istimewa karena dua hal. Yang pertama, gol tercipta hanya berselang semenit dari penalti pertamanya. Alasan kedua, penyelesaiannya dahsyat. Setelah bola sundulannya di sisi kanan depan kotak penalti diteruskan Marcus Thuram dengan sodoran setengah lambung ke dalam kotak, Mbappe menggebernya dengan tembakan kali pertama. Si kulit bundar bersarang di pojok kiri gawang Argentina.