TVRINews - Manchester, Inggris

Setelah absen di Euro akibat cedera, Maguire siap mengemban peran apa pun demi membela negaranya di ajang tertinggi.

Harry Maguire berhasil menembus kembali skuad Inggris pada jeda internasional Maret lalu setelah menunjukkan performa impresif. Kebangkitan penampilannya di bawah asuhan Michael Carrick di Old Trafford menjadi kunci utama kembalinya bek berusia 33 tahun tersebut..

Pemain Manchester United itu dipercaya tampil dalam dua laga persahabatan yang digelar di Stadion Wembley. Ia turun saat Inggris bermain imbang 1-1 melawan Uruguai serta ketika menelan kekalahan tipis 1-0 dari Jepang.

Nama Maguire sebelumnya merupakan pilihan utama di lini belakang Inggris saat masih ditangani oleh Sir Gareth Southgate. Peran vital tersebut sempat terhenti setelah sang manajer memutuskan mundur dari jabatannya usai gelaran Euro 2024.

Transformasi performa Maguire bersama Manchester United kini membuatnya kembali masuk dalam bursa persaingan skuad Inggris. Ia diproyeksikan menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi lini pertahanan Tiga Singa pada Piala Dunia 2026.

Meski demikian, Thomas Tuchel telah memberikan peringatan tegas mengenai ketatnya persaingan memperebutkan posisi utama di dalam tim. Maguire harus bersaing dengan barisan bek muda berbakat yang juga mengincar satu tempat utama di Inggris.

Maguire sendiri memiliki modal pengalaman yang sangat luas di pentas dunia setelah menjadi pilar penting pada dua edisi sebelumnya. Ia merupakan sosok kunci saat Inggris berlaga di Piala Dunia 2018 Rusia dan edisi 2022 di Qatar.

Mantan kapten Manchester United tersebut mengungkapkan ambisi besarnya untuk kembali tampil di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut. Maguire menyadari kesempatan ini kemungkinan besar menjadi panggung terakhir dalam karier internasionalnya yang panjang.

"Tentu saja, saya sangat ingin berangkat ke sana [Piala Dunia 2026]," ujar Maguire sebagaimana dikutip dari Sky Sports

Piala Dunia 2026 akan menjadi momen perpisahan yang tepat sebelum Maguire memutuskan fokus pada karier di level klub. Melewatkan turnamen besar sebelumnya memberikan dorongan psikologis yang kuat bagi dirinya untuk bangkit lebih tangguh dari sebelumnya.

"Saya pikir ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya untuk negara saya. Saya sudah pernah mengikuti dua edisi, namun saya melewatkan Euro dua tahun lalu karena cedera yang sejujurnya sangat menyakitkan bagi saya," ungkapnya.

Kegagalan tampil di Euro akibat masalah kebugaran menjadi luka mendalam yang ingin ia bayar tuntas pada kesempatan kali ini. Motivasi ekstra tersebut terlihat dari kedisiplinannya menjaga kondisi fisik agar tetap kompetitif di level tertinggi sepak bola Inggris.

"Jadi, saya sangat bertekad untuk pergi, apa pun peran yang diinginkan manajer untuk saya, baik itu sebagai pemain inti maupun pemain yang menentukan laga di menit-menit akhir," tuturnya.