TVRINews - Roma, Italia

Legenda Timnas Italia yang kini menjabat Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, menegaskan pihaknya tak buru-buru ambil keputusan untuk menentukan pelatih Gli Azzurri.

Dua legenda AC Milan, Paolo Maldini dan Leonardo, untuk pertama kalinya berbicara secara terbuka mengenai proyek besar yang tengah disiapkan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk membangun kembali Timnas Italia setelah tiga kali beruntun gagal ke Piala Dunia. 

Paolo Maldini sendiri saat ini menjabat sebagai Direktur Teknik FIGC, sedangkan Leonardo merupakan Penasihat (Advisor) Direktur Teknik FIGC.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Lega Serie A, keduanya mengungkap bahwa FIGC telah menjalin komunikasi dengan Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti dalam pencarian pelatih baru Gli Azzurri. Meski demikian, Maldini menegaskan federasi tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan. 

Sementara itu, Leonardo memaparkan visi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada tim nasional senior, tetapi juga menyatukan akademi, tim kelompok umur, hingga filosofi bermain sepak bola Italia agar berjalan dalam satu arah.

Berikut sesi tanya jawab lengkap Paolo Maldini dan Leonardo, dikutip dari Football Italia, Jumat (24/7/2026).

Kapan pelatih baru timnas Italia akan diumumkan?

Paolo Maldini: Idealnya kami sudah memiliki pelatih pada akhir pekan ini. Namun yang lebih ideal lagi adalah menunggu sosok yang benar-benar kami inginkan. Memang ada rasa ingin segera, tetapi kami tidak ingin terburu-buru.

Bagaimana cara meyakinkan Pep Guardiola? Apa yang akan Anda lakukan terhadap sistem pembinaan pemain muda?

Leonardo: Wajar jika banyak orang ingin semuanya segera selesai, dan kami juga merasakan hal yang sama. Namun prosesnya penting agar kami benar-benar memahami apa yang ingin kami bangun. Kami sudah memiliki gambaran yang sangat jelas mengenai arah yang akan ditempuh.

Apakah benar Guardiola sedang menjadi target utama? Mengapa prosesnya belum selesai?

Paolo Maldini: Kami tidak bisa memberikan informasi mengenai apa yang sedang berlangsung saat ini. Yang jelas, Anda memang sudah mengetahui salah satu target kami. 

Kami juga tidak menutupi fakta bahwa sebelum berbicara dengan Pep Guardiola, kami lebih dahulu berbicara dengan Carlo Ancelotti. Kami merasa sudah sewajarnya memulai dengan pelatih-pelatih terbaik di dunia, lalu melihat apakah mereka memiliki kemungkinan untuk tersedia.

Apa yang membuat Anda menerima tawaran bekerja di FIGC?

Paolo Maldini: Saya merasakan tekanan yang besar. Itu terlihat dari betapa lamanya Presiden meyakinkan saya karena proyek ini sangat ambisius. Ketika Italia memanggil, sangat sulit untuk mengatakan tidak. Ini adalah panggilan untuk mengabdi kepada negara.

Saya dan Leonardo memiliki prinsip, nilai, serta gagasan yang sama. Kami juga telah lama bersahabat, sehingga saya berhasil meyakinkannya untuk bergabung.

Leonardo, mengapa Anda sebagai orang Brasil menerima ajakan Maldini?

Leonardo: Kami telah berbagi ide dan impian selama bertahun-tahun. Kami selalu berharap suatu hari mendapat kesempatan untuk mewujudkannya. Kami sudah memiliki banyak gagasan, tinggal bagaimana mengimplementasikannya.

Kami juga membutuhkan energi positif di tengah situasi sulit ketika banyak orang bersikap pesimistis terhadap sepak bola Italia. Padahal masih banyak pihak yang ingin membangun perubahan, mulai dari Serie A, para suporter, akademi, hingga media. Ini harus menjadi sebuah gerakan bersama. Jika tidak bekerja bersama, kami tidak akan mencapai apa pun.

Maldini, apa sebenarnya tugas baru Anda di FIGC?

Paolo Maldini: Peran saya sebelumnya memang belum pernah ada di federasi. Kami akan mencoba membawa ide-ide sepak bola baru untuk tim nasional. Ini merupakan perubahan besar.

Saya juga merasakan semua pihak ingin terlibat dan membantu proses pembaruan ini. Itu menunjukkan kemampuan Presiden dalam menyatukan semua elemen.

Apa strategi besar yang akan diterapkan untuk membangun kembali sepak bola Italia?

Leonardo: Federasi memiliki tiga bagian utama, yaitu tim nasional senior, tim kelompok umur, dan akademi. Selama ini tidak ada strategi yang benar-benar menghubungkan ketiganya. Itulah yang sedang kami bangun sekarang. Pendekatan seperti ini sebenarnya bukan hal baru karena beberapa negara sudah berhasil menerapkannya.

Sepak bola Italia saat ini tertinggal. Permainan kami belum cukup menekankan keberanian menghadapi lawan, bermain proaktif, mengembangkan kemampuan individu, serta memberi kebebasan kepada pemain untuk belajar dan berkembang.

Karena itu kami ingin membuat pedoman yang jelas bagi akademi mengenai aspek-aspek yang harus dikembangkan agar kualitas pembinaan pemain di seluruh Italia meningkat.

Mengapa nama-nama seperti Pep Guardiola, Andrea Pirlo, hingga Roberto Mancini terus dikaitkan dengan posisi pelatih Italia? Apakah ada kesamaan filosofi yang dicari?

Leonardo: Kami menginginkan pelatih yang memiliki pandangan sepak bola yang kurang lebih sejalan dengan kami. Banyak tipe pelatih yang bisa meraih kemenangan, tetapi yang paling penting adalah adanya kesatuan cara berpikir antara pelatih dan direktur teknik.

Selama ini FIGC hanya memiliki presiden dan pelatih tim nasional yang secara tidak langsung juga menentukan arah tim kelompok umur. Itu menjadi masalah karena setiap kali pelatih berganti dalam dua atau tiga tahun, seluruh arah pembinaan ikut berubah.

Yang kami butuhkan adalah pedoman yang tetap sehingga bisa diterapkan di semua level. Tentu proses itu membutuhkan waktu. Namun di saat yang sama, kami juga harus memastikan tim nasional senior Italia siap menghadapi pertandingan-pertandingan yang sudah menanti.