Gelandang Timnas Uruguai dan Real Madrid, Federico Valverde. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Madrid, Spanyol
Federico Valverde pantas menjadi kapten baik di Timnas Uruguai maupun di klubnya, Real Madrid.
Federico Valverde menyita perhatian dunia lewat hat-trick yang dia ciptakan ke gawang Manchester City, dalam laga 16 besar Liga Champions 2025-2026, Rabu (11/3/2026) atau Kamis dini hari WIB.
Dengan tiga gol tersebut, Federico Valverde telah membawa satu kaki Los Blancos ke perempat final. Laga yang digelar di Stadion Santiago Bernabeu tersebut memang menjadi panggung bagi Federico Valverde.
Semua itu karena gelandang 27 tahun ini mencetak tiga gol ke gawang The Cityzens yang semuanya dia ciptakan di babak pertama. Gol pertama tercipta di menit ke-20 setelah memanfaatkan umpan kiper Thibaut Courtois.
Sedangkan gol kedua setelah bintang Timnas Uruguai ini meneruskan asis Vinicius Junior di menit ke-27 atau tujuh menit setelah gol pertamanya. Sementara gol ketiga di menit ke-42, umpan dari Brahim Diaz.
Dengan hat-trick tersebut, Federico Valverde menjadi gelandang kedua dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak tiga gol di babak pertama ke gawang klub asal Inggris. Atau pemain kelima Real Madrid yang mencetak tiga gol di fase knockout Liga Champions.
Pers Prancis seperti L'Equipe, memberikan nilai 10/10 untuk Federico Valverde terkait pencapaiannya dalam mencetak hat-trick ke gawang Manchester City. Toni Kroos mantan bintang Real Madrid, memberikan pujian dengan satu angka: 8.
Angka tersebut memang menjadi nomor Federico Valverde yang sebelumnya dikenakan Toni Kroos dan kemudian diwariskan oleh pemain asal Jerman ini khusus kepada Federico Valverde.
Sementara Thierry Henry, mantan bintang Timnas Prancis dan Arsenal, memberikan pujian: "Dia tidak hanya mencetak gol. Dia selalu bersinar secara teknis. Dia tipe pemain yang mampu beradaptasi dengan situasi apapun."
"Saya tidak dapat berkata-kata karena kita tahu segalanya tentang dia. Seluruh keluarga saya. Tidak ada yang lebih pantas mendapatkan hal-hal luar biasa selain kamu," demikian pesan Mina Bonino, istri dari Federico Valverde tentang penampilan suaminya di laga lawan Manchester City.
Dalam wawancara di lapangan setelah pertandingan, seorang jurnalis memberikan trofi "Ballon d'Or", sebuah gambar dari telepon genggam. "Saya tidak memiliki trofi, tapi ini pantas untuk Anda," demikian kata sang reporter wanita tersebut.
Federico Valverde dengan tersenyum menjawab dengan nada bercanda, "telepon ini juga untuk saya?" katanya, tertawa. Demikianlah, Federico Valverde mendapatkan begitu banyak pujian dari semuanya, termasuk dari pelatih Real Madrid dan rekan setimnya di Los Blancos.
Ancaman Spanyol
Hat-trick Federico Valverde tentu memberikan pesan bagi pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente. Ya, di Piala Dunia 2026 nanti, Spanyol akan menghadapi Uruguai karena kedua tim berada dalam satu grup yaitu Grup H, bersama Arab Saudi dan Tanjung Hijau (Cape Verde).
Uruguai dan Spanyol akan bertanding di laga terakhir Grup H yaitu pada 26 Juni 2026 nanti. Luis de la Fuente tentu sudah memiliki gambaran bagaimana cara yang tepat untuk membatasi ruang atau pergerakan Federico Valverde.
Ini juga pesan bagi para pemain Timnas Spanyol yang menjadi rekannya di Real Madrid seperti Dani Carvajal, Raul Asencio, atau Gonzalo Garcia. Federico Valverde, pemain yang selama ini menjadi rekannya akan menjadi lawan mereka di Piala Dunia 2026 nanti.
Federico Valverde semakin menjadi pemain penting bagi Timnas Uruguai. Hat-trick yang diciptakannya menjadi kabar baik untuk pelatih La Celeste, Marcelo Bielsa. Apa yang diperlihatkan Federico Valverde juga memunculkan kembali tentang status kapten di Timnas Uruguai.
Saat ini, Marcelo Bielsa masih menjadikan Jose Maria Gimenez opsti pertama sebagai kapten Timnas Uruguai. Situasi ini menempatkan Federico Valverde sebagai wakil kapten, selalu dalam bayang-bayang Jose Maria Gimenez.
Di Piala Dunia 2026 nanti, peluang Federico Valverde menjadi kapten Timnas Uruguai semakin terbuka dengan performanya bersama Real Madrid sepanjang musim ini. Di sisi lain, Jose Maria Gimenez yang dalam posisi belum tentu mendapatkan tempat starter di Timnas Uruguai, memberikan peluang pula bagi Federico Valverde untuk mendapatkan ban kapten di lengannya.
Fakta tersebut didukung oleh data bahwa Federico Valverde menyandang kapten Real Madrid. Dari 38 laga Real Madrid sepanjang musim ini, 32 di antaranya ditandai dengan tampilnya Federico Valverde sebagai kapten.
Federico Valverde mendapatkan status wakil kapten di Real Madrid setelah kepergian Luka Modric dan Lucas Vazquez. Melihat situasi tersebut, Federico Valverde menjadi pemimpin kedua baik di Real Madrid maupun di Timnas Uruguai. Dalam kariernya di Timnas Uruguai, dia telah tampil dalam 71 pertandingan dengan mencetak 8 gol.
Pertama kali Federico Valverde masuk tim senior Urugai terjadi pada Agustus 2017. Pada tahun yang sama pula di 5 September, dia tampil dalam debut yang ditandai dengan gol di laga lawan Paraguai.
Dari Real Madrid B
Federico Valverde lahir di Montevideo, Uruguai pada 22 Juli 1998. Dia memulai kariernya tim muda Estudiantes de la Union pada 2001 sebelum bergabung ke tim muda Penarol di tahun 2008.
Pada Juli 2016, Federico Valverde meninggalkan Penalor dan bergabung ke Real Madrid. Namun saat itu, Federico Valverde ditempatkan justru di tim Real Madrid B dan di tim Castilla klub tersebut.
Di bawah asuhan Santiago Solari yang saat itu sebagai pelatih Castilla, Federico Valverde pun berkembang menjadi pemain yang matang. Dia sempat dipinjamkan ke Deportivo la Crouna pada Juni 2017.
Ketika Real Madrid di bawah asuhan Julen Lopotegui, Federico Valverde kembali ke Los Blancos dan masuk tim senior. Kehadiran Zinedine Zidane sebagai pelatih memberikan efek positif dalam kariernya di Los Blancos di mana dia kemudian menjadi pemain penting. Meski pelatih berganti, Federico Valverde selalu mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya, hingga saat ini.
Hat-trick yang diciptakannya di laga terkini Real Madrid akan menjadi titik tolak dalam perjalanan kariernya untuk lebih berkembang. Nilai tiga gol tersebut berbeda dibandingkan hat-trick biasanya karena diciptakan ke gawang klub besar seperti Manchester City dan terjadi di ajang level klub paling bergengsi, Liga Champions.
Hat-trick itu sendiri merupakan hat-trick pertama dalam karier profesionalnya, rekor golnya dalam satu pertandingan adalah di final Piala Dunia Klub 2013, di mana Real Madrid mengalahkan Al Hilal 5-3 dengan dua gol (2-0 dan 4-1) dari pemain Uruguai ini.
"Hat-trick" juga menyamai rekor pribadinya untuk keterlibatan terciptanya gol dalam satu pertandingan, rekor yang dipegangnya sejak 2014. Pada musim itu, ia menciptakan hat-trick asis di El Sadar lawan Osasuna di pertandingan yang berakhir 4-2. Saat itu, tiga asisnya diberikan untuk gol Dani Carvajal, Brahim Diaz, dan Vinicius Junior.