TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat

Gelandang asal Spanyol Rodri mengungguli Lionel Messi yang sebelumnya dijagokan sebagai favorit utama peraih Bola Emas Piala Dunia 2026

Rodri menutup Piala Dunia 2026 dengan dua trofi utama pada Minggu (19/7/2026) malam waktu New Jersey, Amerika Serikat (AS): mengangkat trofi sebagai kapten Spanyol dan menerima Golden Ball (Bola Emas) sebagai pemain terbaik kompetisi. 

Keputusan ini cukup mengejutkan. Lionel Messi, sosok kunci dalam kiprah Argentina dan favorit utama sebelum laga final, hanya meraih Bola Perak. Sedangkan striker Prancis Kylian Mbappe, pencetak gol terbanyak turnamen, menempati posisi ketiga.

Argumen yang mendukung Rodri berpusat langsung pada keberhasilan meraih gelar juara. Tanpa mencetak gol maupun membuat assist, gelandang bertahan ini tampil dalam kedelapan pertandingan Spanyol dan berperan penting dalam mengatur alur permainan, mengendalikan tempo, serta menjaga keseimbangan tim juara tersebut. 

Peran Rodri yang mungkin tidak terlalu menonjol secara statistik, namun krusial bagi kinerja tim, dinilai lebih berbobot dibandingkan kontribusi ofensif para pesaingnya.

Kesuksesan pemain asal Spanyol ini mungkin memberi kesan bahwa peraih penghargaan Golden Ball biasanya sejalan dengan trofi Piala Dunia, namun sejarah menunjukkan hal sebaliknya. 

Sejak penghargaan ini resmi diadakan pada tahun 1982, Rodri tercatat sebagai pemain kelima dari 12 edisi yang sudah digelar, yang terpilih sebagai pemain terbaik turnamen sekaligus memenangi gelar juara Piala Dunia. 

Sebagian besar waktu, FIFA tampaknya memisahkan penilaian performa individu dari hasil kolektif tim. Berikut para pemain juara Piala Dunia yang juga merebut penghargaan Golden Ball:

  • 1982 — Paolo Rossi, Italia
  • 1986 — Diego Maradona, Argentina
  • 1994 — Romario, Brasil
  • 2022 — Lionel Messi, Argentina
  • 2026 — Rodri, Spanyol

Pada tujuh edisi Piala Dunia lainnya, penghargaan Golden Ball diberikan kepada pemain dari tim yang tidak mampu juara. Salvatore Schillaci menempati peringkat ketiga bersama Italia pada Piala Dunia 1990 atau Diego Forlan berada di posisi keempat bersama Uruguai pada 2010. 

Sementara itu, sejumlah nama top seperti Ronaldo Nazario (Brasil), Oliver Kahn (Jerman), Zinedine Zidane (Prancis), Messi, dan Luka Modric (Kroasia) menerima Golden Ball setelah tim mereka kalah di partai final. 

Praktis, antara tahun 1998 dan 2018, terdapat enam edisi berturut-turut pemain terbaik Piala Dunia tidak berasal dari tim yang menjadi juara.

Keunikan terkait pemilihan untuk edisi 2026 ini semakin terasa jika melihat performa Messi sepanjang turnamen. 

Di usia 39 tahun, penyerang asal Argentina itu melaju ke final dengan catatan delapan gol dan empat assist—angka yang jauh melampaui statistik Rodri—dan menjadi kandidat kuat peraih penghargaan tersebut bahkan walaupun ia kalah di final. 

Satu lagi gelar Golden Ball akan menjadi penghargaan ketiga dalam karier Messi sekaligus menjadikannya pemain pertama yang meraih kehormatan tersebut dalam dua edisi Piala Dunia berturut-turut.

Namun, Rodri memiliki keunggulan yang secara historis tidak selalu menjadi faktor penentu: status sebagai sosok kunci dari tim yang mengangkat trofi juara. Pemilihannya didukung oleh dominasi Spanyol serta peran vitalnya dalam permainan tim juara. 

Kendati begitu, hal ini jauh dari sekadar mengikuti tradisi otomatis. Kali ini, antara performa individu Messi yang lebih impresif dan kepemimpinan kolektif Rodri, status juara Spanyol akhirnya menjadi faktor penentu yang memecahkan kebuntuan tersebut.