TVRINews - Jakarta

Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung pemain ternama, tetapi juga mereka yang awalnya jauh dari sorotan publik.

Piala Dunia 2026 menjadi panggung bagi para pemain untuk unjuk kemampuan. Tidak hanya bintang besar, tetapi juga sejumlah nama yang sebelumnya jauh dari sorotan. Mereka mampu mencuri perhatian dengan bermain konsisten.

Opta memilih tujuh pemain yang diprediksi bakal menjadi rebutan klub-klub besar setelah Piala Dunia 2026 usai. Berikut daftar lengkapnya.

1. Ayyoub Bouaddi (Maroko)

Ayyoub Bouaddi menjadi salah satu kandidat pemain muda terbaik Piala Dunia 2026. Sebelum turnamen dimulai, namanya belum banyak dikenal publik. Namun, semua itu berubah seiring penampilan impresifnya di lini tengah Maroko.

Bouaddi tampil bagus saat Maroko berhadapan dengan Brasil dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026. Pemain asal klub Lille tersebut menyelesaikan 60 dari 66 operan (90,7 persen).

Catatan tersebut menjadikannya sebagai pemain termuda kedua dalam sejarah Piala Dunia (18 tahun 254 hari) sejak 1966 yang mampu mencatatkan sedikitnya 50 operan sukses dalam satu pertandingan. 

2. Gustavo Puerta (Kolombia)

Gustavo Puerta baru enam kali bermain untuk Kolombia sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Meski demikian, pelatih Nestor Lorenzo memutuskan untuk membawanya ke turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Gelandang berusia 22 tahun itu mencatatkan statistik akurasi operan mencapai 92 persen dan sukses melepaskan 88,3 persen operan ke sepertiga akhir lapangan. Catatan itu menjadi yang terbaik kedua dalam skuad Kolombia.

Pemain yang baru saja membantu Racing Santander promosi ke La Liga setelah penantian 14 tahun diprediksi bakal jadi rebutan pada bursa transfer musim panas mendatang.

3. Orlando Gill (Paraguai)

Penampilan Orlando Gill di bawah mistar gawang Paraguai mendapat banyak apresiasi. Kiper berusia 26 tahun itu melakukan 23 penyelamatan sepanjang tampil di Piala Dunia 2026, dengan 15 di antaranya merupakan tembakan dari dalam kotak penalti.

Berkat kesigapannya, Paraguai berhasil menjaga gawang tanpa kebobolan dalam dua laga Grup D melawan Turki dan Australia. Puncak sorotan kepadanya terjadi usai menjadi pahlawan dalam kemenangan adu penalti melawan Jerman di babak 32 besar.

Dalam laga tersebut, pemain asal klub San Lorenzo melakukan enam penyelamatan dalam 120 menit. Ia berhasil menggagalkan eksekusi penalti dari Kai Havertz dan Nick Woltemade.

4. Pedro Vite (Ekuador)

Langkah Ekuador terhenti di babak 32 besar, tetapi permainan tim asuhan Sebastian Beccacece menuai banyak pujian. Salah satunya saat memastikan lolos dari fase grup dengan mengalahkan Jerman.

Salah satu pemain yang bersinar dalam skuad Ekuador adalah Pedro Vite. Gelandang berusia 24 tahun tersebut tampil percaya diri dalam menguasai bola, piawai mengalirkan umpan, dan rajin membantu pertahanan.

Menghadapi Jerman yang memiliki gelandang berkualitas, Vite tampil tanpa rasa takut. Pemain yang kini membela klub Meksiko, Pumas UNAM, mampu memenangi 11 duel dan mencatatkan sembilan percobaan tekel.

5. Keito Nakamura (Jepang)

Cedera yang dialami Kaoru Mitoma jelang Piala Dunia 2026 membuat Keito Nakamura mendapat kesempatan membela Jepang. Ia menjalani peran sebagai bek kiri tim berjuluk Samurai Blue dengan sangat baik.

Sepanjang fase grup, Nakamura sukses menyelesaikan lima dari tujuh percobaan dribel. Agresivitasnya dalam membantu serangan tercermin dari lima tembakan dan empat peluang yang diciptakan.

Pemain Stade Reims itu diprediksi bakal menjadi buruan sejumlah klub Eropa setelah tampil impresif sepanjang turnamen.

6. Haissem Hassan (Mesir)

Haissem Hassan mencatatkan 126 menit bermain di Piala Dunia 2026. Dari penampilan tersebut, ia mencatatkan sembilan percobaan dribel atau setara dengan 6,4 dribel per 90 menit.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mempercayakannya sebagai starter saat menghadapi Argentina di babak 16 besar. Bermain di sisi sayap kanan, keberaniannya dalam melakukan dribel mampu menciptakan ancaman bagi lawan.

Klubnya saat ini, Real Oviedo, dikabarkan mulai banyak menerima tawaran dari sejumlah klub. Klub papan atas Skotlandia, Glasgow Celtic disebut menjadi salah satu yang paling serius ingin merekrutnya.

7. Marvin Senaya (Gana)

Peran Marvin Senaya dalam mengawal sisi kanan pertahanan Gana di Piala Dunia 2026 sangat positif. Tidak mudah bagi lawan untuk memenangi duel satu lawan satu dengan pemain asal klub Ligue 1, AJ Auxerre itu.

Efektivitas tekelnya dalam situasi satu lawan satu memiliki tingkat keberhasilan mencapai 74,1 persen. Penyerang sayap Inggris, Anthony Gordon, menjadi salah satu pemain yang tidak diberi ruang gerak oleh Senaya. Saat itu, ia memenangi lima tekel dan sembilan duel perebutan bola.