TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat

Selain tiga tuan rumah utama—Spanyol, Portugal, dan Maroko—Uruguai, Argentina, dan Paraguai, juga akan menggelar laga-laga awal Piala Dunia 2030

Piala Dunia 2026 baru berakhir pada Minggu (19/7/2026) malam waktu New Jersey, Amerika Serikat (AS), dengan Spanyol keluar sebagai juara, gelar kedua mereka (setelah 2010). 

Namun, perhatian publik sudah mulai tertuju pada gelaran Piala Dunia berikutnya pada 2030, karena sejumlah aturan unik dari badan tertinggi sepak bola dunia, FIFA, selaku regulator dan penanggung jawab turnamen. 

Kejutan pertama adalah sudah pastinya enam negara lolos ke Piala Dunia 2030. Tiga tuan rumah utama turnamen—Spanyol, Portugal, dan Maroko—serta Uruguai, Argentina, dan Paraguai akan lolos secara otomatis ke edisi berikutnya, empat tahun mendatang.

Piala Dunia 2030 akan berlangsung mulai Sabtu, 8 Juni hingga Minggu, 21 Juli, dengan tiga pertandingan pembuka digelar di Uruguai, Argentina, dan Paraguai.

Tiga negara di Amerika Selatan ini dipilih untuk menggelar pertandingan awal sebagai bentuk apresiasi FIFA yang ingin memperingati 100 tahun Piala Dunia. 

Uruguai akan ikut menjadi tuan rumah karena ibukota negara tersebut, Montevideo, menjadi lokasi Piala Dunia pertama pada 1930 yang juga dimenangi mereka.

Argentina juga dipilih untuk menggelar laga Piala Dunia 2030 karena menjadi runner-up pada turnamen pertama serta peran mereka dalam perkembangan sepak bola di Amerika Selatan, dengan tiga gelar juara Piala Dunia (1978, 1986, 2022).

Sementara, Paraguai dipilih karena menjadi lokasi markas Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), organisasi yang menaungi sepal bola di kawasan tempat Piala Dunia lahir. 

Pertandingan Pembuka Piala Dunia 2030 Digelar di Argentina

Pertandingan pembuka Piala Dunia 2030 akan dilangsungkan di Estadio Monumental di Buenos Aires, Argentina, yang memiliki kapasitas 100.000 penonton.

Estadio Osvaldo Dominguez Dibb—sebuah stadion baru di Paraguai—serta stadion di Montevideo, Uruguai, juga akan menjadi tuan rumah bagi pertandingan-pertandingan pembuka.

Setelah ketiga pertandingan tersebut, rangkaian Piala Dunia akan beralih ke belahan utara Bumi, dengan laga-laga yang digelar di 18 stadion yang tersebar di Spanyol, Maroko, dan Portugal.

Langkah ini diambil setelah Presiden FIFA Gianni Infantino melontarkan gagasan kontroversial untuk memperluas Piala Dunia 2030 menjadi turnamen yang diikuti oleh 64 tim, menyusul kesuksesan format kompetisi dengan 48 tim yang diterapkan di AS, Kanada, dan Meksiko pada tahun ini.

“Semua ini adalah hal-hal yang akan kami kaji setelah Piala Dunia usai. Saat menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk menggelarnya bagi seluruh dunia—bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, melainkan benar-benar untuk seluruh dunia. Setiap negara harus diberi kesempatan untuk bermimpi bisa berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Infantino seperti dikutip Blue Sport.

“Anda bisa melihat bahwa kualitas tim-tim yang bertanding sangat tinggi dan terus meningkat di seluruh penjuru dunia. Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan untuk berpartisipasi di Piala Dunia, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang.”