TVRINews - Houston, Amerika Serikat

Yoane Wissa bangga dengan gol dan poin pertama RD Kongo di Piala Dunia, dan akan berharap mengakhiri musim buruk.

Di luar sepak bola, pemberitaan mengenai Republik Demokratik (RD) Kongo tak jauh dari wabah virus Ebola yang tengah melanda negara di Afrika Barat itu. Pasien wabah yang diakibatkan varian langka Bundibugyo itu terus bertambah.

Kecemasan itu boleh jadi meluntur setelah timnas mereka tampil di laga pertama Grup K Piala Dunia 2026 menantang salah satu favorit, Portugal. Timnas berjulukan The Leopards atau Si Macan Tutul itu berhasil memaksa hasil imbang. 

Satu angka ini merupakan sejarah bagi RD Kongo. Di partisipasi sebelumnya, Piala Dunia 1974, kala masih bernama Zaire, Leopards tampil kurang menggembirakan kendati merajai Afrika. RD Kongo atau Zaire saat itu selalu kalah di tiga pertandingan grup, gagal mencetak gol, dan kemasukan total 14 gol lawan-lawan mereka. Tak mengherankan bila poin perdana bersejarah dari laga pada Rabu (17/6/2026) di Houston Stadium ini disambut dengan kegembiraan dan kebanggaan.

"Para pemain menunjukkan komitmen dan kekompakan yang luar biasa. Kami menjalankan rencana permainan tepat seperti yang kami inginkan, mencetak gol dari situasi bola mati, dan sejujurnya saya sangat bangga terhadap pemain-pemain saya karena mereka mewakili Kongo dalam cara yang sangat positif. Seluruh negeri layak merasakan kebanggaan ini," ujar pelatih RD Kondo, Sebastien Desabre, seperti dikutip situs FIFA.

Jangan dikata kebanggaan yang dirasakan pencetak gol historis itu, yang juga menjadi gol pertama RD Kongo. Meski tak bisa menutupi rasa bangganya, Yoane Wissa mengalamatkan pencapaian ini pada kerja tim.

"Saya jelas sangat bangga hari ini karena kami telah bekerja sangat, sangat keras. Laga yang sangat berat menghadapi sebuah tim yang lebih kuat daripada kami. Namun, kami memperlihatkan nyali dan ketabahan. Mencetak gol pertama kami merupakan sebuah sumber kebanggaan besar sebab mencerminkan karakter tim ini. Yang terpenting sekarang adalah terus maju," ucap Wissa.

Bagi sang penyerang berusia 29 tahun itu, gol ini pantas menjadi sumber kelegaan dan harapan juga. Yoane Wissa layak berharap Piala Dunia 2026, yang tentu Piala Dunia pertamanya, bisa mengangkat lagi reputasinya yang melempem musim ini.

Hanya beberapa kali sejak kepastian direkrut Newcastle dari Brentford dengan ongkos transfer 55 juta poundsterling--konon diplot sebagai pengganti Alexander Isak, Wissa dihajar cedera lutut saat memperkuat RD Kongo. Ia baru pulih pada awal Desember. 

Namun, setelah pulih, Yoane Wissa lebih sering tampil sebagai pengganti. Dari 19 kali penampilan di Premier League musim ini, pemain kelahiran Prancis ini hanya tiga kali menjadi starter. 

Chronicle Live menyebut performa Yoane Wissa menunjukkan tanda-tanda menguat di bagian akhir 2025/26. Gol perdana RD Kongo mungkin bisa meyakinkan Eddie Howe pada kemampuan Wissa.