TVRINews - Melbourne, Australia

Hasil ini makin menegaskan kesiapan The Socceroos menghadapi Piala Dunia 2026 dengan tampil sebagai juara FIFA Series Australia, sementara Curacao masih harus berbenah.

Australia menatap Piala Dunia 2026 dengan penuh kepercayaan diri setelah menghancurkan sesama kontestan Piala Dunia 2026, Curacao, 5-1 dalam laga terakhir FIFA Series Australia, Selasa (31/3/2026) di Stadion AAMI Park, Melbourne. 

Kemenangan telak ini menjadi modal berharga bagi Socceroos sebelum bertolak ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, untuk tampil di turnamen akbar sepak bola yang berlangsung pada 11 Juni-19 Juli mendatang.

Penyerang muda Watford, Nestory Irankunda, tampil gemilang dengan mencetak dua gol (brace) dalam pertandingan tersebut. Performa impresifnya menjadi sorotan utama dalam kemenangan besar tim asuhan pelatih Tony Popovic ini.

Ini merupakan laga kandang terakhir Australia sebelum Piala Dunia 2026, sekaligus melanjutkan tren positif setelah pekan lalu mereka menang tipis 1-0 atas Kamerun.

Sementara itu, Curacao justru mengalami tren sebaliknya, yakni terpuruk setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Tiongkok. Pelatih anyar mereka asal Belanda, Fred Rutten, kini menghadapi tantangan besar menjelang debut negaranya di Piala Dunia 2026.

“Ini perpisahan yang luar biasa. Kami ingin memenangkan pertandingan ini dan pergi dengan catatan positif, dan mencetak lima gol tentu menjadi bonus yang menyenangkan,” ujar Popovic usai pertandingan, dikutip dari AFP.

“Tapi kami juga kebobolan gol yang cukup mudah. Masih ada hal yang perlu diperbaiki, tetapi respons tim setelah itu sangat bagus,” ia menambahkan.

Dalam Piala Dunia 2026 mendatang Australia tergabung di Grup D bersama tuan rumah Amerika Serikat, Paraguay, serta pemenang play-off antara Kosovo atau Turki. Sementara Curacao berada di Grup E yang terbilang berat bersama Jerman, Pantai Gading, dan Ekuador.

Dalam pertandingan ini, Australia sempat tampil lambat di awal laga. Namun, mereka akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-23 setelah kesalahan umpan dari kapten Curacao, Leandro Bacuna. 

Bola jatuh ke kaki Kai Trewin yang kemudian mengalirkannya melalui Deni Juric sebelum diselesaikan dengan apik oleh Awer Mabil. Penyerang yang merumput di Spanyol itu mencungkil bola melewati kiper lawan untuk membawa Australia unggul 1-0.

Curacao, yang menjadi negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia, beruntung hanya tertinggal satu gol hingga turun minum. Mereka bahkan sempat menyamakan kedudukan tak lama setelah babak kedua dimulai melalui pemain pengganti Ar'jany Martha, yang sukses menaklukkan kiper Mat Ryan lewat tembakan di antara kedua kakinya.

Namun, Australia langsung merespons dengan sangat cepat. Dalam rentang empat menit, mereka mencetak dua gol tambahan. Gol pertama datang dari sundulan keras bek Parma, Alessandro Circati, sebelum Jordan Bos, pemain Feyenoord, menambah keunggulan lewat sepakan melengkung yang indah.

Irankunda kemudian mencetak gol keempat Australia pada 10 menit terakhir, bahkan melakukan selebrasi salto yang memukau. Ia menutup penampilannya dengan gol kedua tak lama kemudian, memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Curacao.

Dalam laga lain yang digelar lebih awal di Melbourne, Kamerun mengalahkan Tiongkok 2-0 meski pelatih mereka, David Pagou, diusir wasit. Kamerun sudah unggul cepat lewat gol Karl Etta Eyong pada menit ketiga, sebelum Saidou Alioum menggandakan keunggulan enam menit berselang.

Drama terjadi di babak kedua ketika Pagou memprotes keras keputusan wasit terkait pelanggaran terhadap Mael Fernandez Monyebe. Ia sempat mendapat kartu kuning, namun terus melancarkan protes hingga akhirnya diganjar kartu merah.

Hasil ini makin menegaskan kesiapan Socceroos menghadapi Piala Dunia 2026 dengan tampil sebagai juara FIFA Series Australia, sementara Curacao masih harus berbenah untuk menghadapi tantangan besar di turnamen tersebut.

Rekaman Pertandingan

AUSTRALIA 5-1 Curacao

Tempat: Stadion AAMI Park, Melbourne

Waktu: 31 Maret 2026

Wasit: Andrew Madley (Inggris)

Gol: 1-0 Awer Mabil 23'; 1-1 Ar'jany Martha 50'; 2-1 Alessandro Circati 68'; 3-1 Jordan Bos 71'; 4-1 Nestory Irankuda 80', 5-1 Nestory Irankuda 84'

Statistik Pertandingan

Tembakan: 10-5

Tembakan ke gawang: 6-4

Penguasaan bola: 46% - 54%

Sepak pojok: 1-2

Off-side: 0-3

Pelanggaran: 18-8

Kartu kuning: -

Kartu merah: -

AUSTRALIA (3-4-2-1): 1-Ryan; 26-Herrington (19-Geria 46'), 23-Circati (2-Degenek 81'), 4-Rowles (21-Burgess 67'); 15 Trewin, 13-O'Neil (22-Robertson 82'), 8-Metcalfe (20-Okon 46'), 16-Behich (5-J. Bos 66'); 11-Mabil (14-McGree 67'), 10-Hrustic (9-N. Velupillay, 46'); 24-Deni Juric (7-Irankunda 67')

Cadangan: 18-P. Beach, 5-J. Bos, 6-M. Boyle, 21-Burgess, 2-Degenek, 19-Geria, 7-Irankunda, 3-Italiano, 12-Izzo, 14-McGree, 20-Okon, 22-Robertson, 9-N. Velupillay, 17-Yazbek, 25-Suto

Pelatih: Tony Popovic

CURACAO (4-3-3): 1-Room (23-T. Doornbusch 82'); 2-Sambo (17-T. Noslin 63'), 3-Gaari, 4-van Eijma, 5-Floranus (20-J. Brenet 64'); 8-Comenencia (6-G. Roemeratoe 46'), 10-L. Bacuna (21-K. Felida 73'), 7-J. Bacuna (12-S. Hansen 82'); 13-Chong (15-A. Martha 46'), 9-Kuwas (16-J. Margaritha 46'), 11-Antonisse (19-G. Kastaneer 46')  

Cadangan: 24-R. Bazoer, 22-T. Bodak, 20-J. Brenet, 23-T. Doornbusch, 21-K. Felida, 14-K. Gorre, 12-S. Hansen, 19-G. Kastaneer, 16-J. Margaritha, 15-A. Martha, 17-T. Noslin, 6-G. Roemeratoe

Pelatih: Fred Rutten