TVRINews - Jakarta

Kiper Jerman Oliver Kahn menerima Golden Ball, penghargaan pemain terbaik turnamen, sebuah prestasi langka bagi kiper yang beraksi di Piala Dunia.

Piala Dunia 2002 dikenang sebagai turnamen penuh kejutan, skill memukau, dan momen yang membuat dunia sepak bola terpana. Bersama Korea Selatan dan Jepang sebagai tuan rumah, turnamen ini menghadirkan para pemain yang bukan hanya hebat secara teknik, tetapi juga menjadi simbol kepemimpinan, determinasi, dan insting juara. 

Dari Ronaldo yang membawa Brasil meraih gelar kelima, hingga Oliver Kahn yang menjadi kiper pertama peraih Golden Ball, tiap pemain memiliki cerita unik yang membentuk perjalanan turnamen ini.

Brasil – Ronaldo


Ronaldo Luis Nazario de Lima menjadi simbol keberhasilan Brasil di Piala Dunia 2002. Setelah cedera panjang yang menghantam kariernya di 1998, Ronaldo kembali dengan kondisi prima, meraih trofi Golden Foot dengan mencetak total 8 gol termasuk dua gol krusial di final melawan Jerman. Kecepatan, insting mencetak gol, dan kemampuan menembus pertahanan lawan membuatnya tak tergantikan.

"Sang Fenomena" Ronaldo bukan hanya pencetak gol terbanyak turnamen, tetapi juga pemimpin di lapangan. Ia mampu mengubah jalannya pertandingan dengan satu sentuhan bola, sekaligus menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya. Gelar Piala Dunia kelima Brasil sekaligus menegaskan Ronaldo sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa.

Jerman – Oliver Kahn

Oliver Kahn menjadi pahlawan Jerman meski timnya kalah di final. Penjaga gawang legendaris ini tampil luar biasa dengan refleks, keberanian, dan kepemimpinan yang menenangkan lini belakang. Beberapa penyelamatan krusial di babak knockout membantu Jerman melaju hingga partai puncak.

Kahn menerima Golden Ball, penghargaan pemain terbaik turnamen, sebuah prestasi langka bagi kiper. Kemampuannya membaca permainan dan menahan tekanan lawan membuatnya selalu menjadi pemain yang menonjol dan dihormati lawan maupun rekan setim.

Inggris – David Beckham

David Beckham tampil sebagai kapten dan motor lini tengah Inggris. Tendangan bebas mematikan, akurasi umpan, serta kemampuan mengatur tempo permainan menjadi senjata utama tim. Gol tendangan bebas melawan Argentina di fase grup menjadi momen paling dikenang.

Beckham tidak hanya bersinar secara individu, tetapi juga mampu meningkatkan performa rekan-rekannya. Kepemimpinannya di lapangan menjaga moral tim tetap tinggi, meskipun Inggris akhirnya tersingkir di perempat final.

Korea Selatan – Hong Myung-bo

Dibanding rekannya Ahn Jung-hwan yang kontroversial, Hong Myung-bo adalah simbol keberhasilan luar biasa Korea Selatan mencapai semifinal. 

Sebagai bek tengah dan kapten, ia menunjukkan kepemimpinan, disiplin, dan kecerdikan membaca permainan lawan. Kemampuannya mengatur lini pertahanan menjadi kunci performa mengejutkan tim tuan rumah.

Hong juga mencetak gol penting melalui tendangan bebas, membuktikan kemampuannya tidak hanya bertahan tetapi juga memberi kontribusi ofensif. Keberhasilannya membawa Korea Selatan melampaui ekspektasi dunia menjadikannya legenda nasional.

Turki – Hakan Sukur

Hakan Sukur adalah ikon Turki di Piala Dunia 2002. Striker berpengalaman ini mencetak gol tercepat dalam sejarah final Piala Dunia (11 detik melawan Korea Selatan di perebutan tempat ketiga). Kecepatan, insting, dan ketajamannya di kotak penalti membuatnya menjadi pemain yang selalu diwaspadai lawan.

Prestasi Sukur membantu Turki meraih posisi ketiga, pencapaian terbaik negara tersebut dalam sejarah Piala Dunia. Ia menjadi simbol kebangkitan sepak bola Turki di kancah dunia, serta inspirasi bagi generasi penyerang muda.

Jepang – Hidetoshi Nakata

Hidetoshi Nakata menjadi wajah sepak bola modern Jepang. Kemampuannya mengatur tempo, memberikan umpan akurat, dan memimpin lini tengah membuat tim Jepang mampu bersaing dengan tim-tim besar.

Gol dan asis yang ia buat membantu Jepang mencapai babak 16 besar, pencapaian tertinggi saat itu. Profesionalisme dan etos kerja Nakata menjadikannya anutan bagi seluruh pemain Asia, sekaligus membuka jalan bagi generasi baru untuk menembus liga-liga Eropa.