TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat

Sekitar 50 ribu warga Argentina bepergian ke Amerika Serikat untuk mendukung tim nasional mereka di Piala Dunia ini, dengan puncaknya laga final hari Minggu melawan Spanyol.

Tidak kurang 50 ribu warga Argentina bepergian ke Amerika Serikat (AS) untuk mendukung tim nasional mereka dalam berbagai tahapan Piala Dunia 2026—sebuah pengalaman yang akan mencapai puncaknya pada hari Minggu ini dalam pertandingan melawan Spanyol. 

Dari jumlah itu, total biaya yang dikeluarkan puluhan ribu orang Argentina tersebut diperkirakan mencapai sekitar 500 juta dolar (sekitar Rp8,97 triliun dengan kurs saat ini).

Penerbangan yang penuh sesak antara Argentina dan AS, biaya perjalanan domestik yang mahal, serta harga tiket stadion yang selangit, semua itu tidak menghalangi terulangnya pemandangan dari Qatar 2022, saat ribuan warga Argentina yang hadir langsung untuk menyemangati Lionel Messi dan skuad La Albiceleste.

Berdasarkan data dari operator tur dan ketersediaan kursi penerbangan, perusahaan konsultan Qualy memperkirakan bahwa sekitar 45 ribu warga Argentina telah bepergian untuk Piala Dunia sejauh ini—angka yang 30% lebih tinggi dibanding saat Qatar 2022—dengan rata-rata pengeluaran 10 ribu dolar AS per orang, yang menghasilkan permintaan mata uang asing untuk perjalanan luar negeri sebesar 455 juta dolar AS.

Pertandingan final hari Minggu (19/7/2026) sore di New Jersey menambah jumlah pelancong menit-menit terakhir, meningkatkan pengeluaran, serta memicu permintaan lebih besar akan mata uang asing tambahan. 

Ini menjadi sebuah fenomena yang dicermati dengan saksama oleh para ekonom di negara yang terbiasa dengan tekanan nilai tukar dan di mana tingkat cadangan Bank Sentral merupakan data yang dipantau setiap hari.

Menurut Qualy, selain warga Argentina yang sudah berada di AS untuk laga final melawan Spanyol, sebanyak 4.500 orang lainnya akan tiba dalam beberapa jam ke depan, dengan rata-rata pengeluaran 13 ribu dolar AS dan tambahan permintaan mata uang asing sebesar 58 juta dolar AS, sehingga total pengeluaran warga Argentina yang bepergian untuk Piala Dunia ini mencapai 513 juta dolar AS (Rp9,20 triliun).

Ekonom Anastasia Daicich, Direktur Eksekutif Qualy Consultora, mengatakan kepada kantor berita EFE bahwa orang Argentina yang bepergian ke Piala Dunia merupakan bagian dari segmen berpenghasilan menengah ke atas. Namun, itu bukan gambaran rata-rata penduduk Argentina.

“Faktanya, wisata ke luar negeri dari Argentina secara umum menurun dari tahun ke tahun, dan hal ini berkaitan dengan sektor berpenghasilan menengah yang sebelumnya mampu bepergian ke luar negeri namun kini tidak lagi mampu,” ucap Daicich, seraya menyatakan bahwa pengeluaran terkait Piala Dunia tidak akan berdampak signifikan terhadap defisit pariwisata atau cadangan moneter Argentina.

Sang ekonom menunjukkan bahwa, jika melihat stadion yang didominasi oleh jersei berwarna biru muda dan putih, tidak semuanya adalah warga Argentina yang datang langsung dari negara mereka untuk menyaksikan Piala Dunia. 

Di tribune penonton, terdapat banyak warga Argentina yang tinggal di Amerika Serikat—sekitar 240 ribu jiwa menurut perkiraan resmi—serta penonton dari berbagai kebangsaan lain yang tertarik oleh “fenomena Messi”.

Kemewahan Laga Final

Kemenangan Argentina atas Inggris di babak semifinal hari Rabu lalu memicu antusiasme luar biasa di kalangan warga Argentina untuk mendapatkan salah satu dari 82.500 kursi di New York New Jersey Stadium, New Jersey, pada final hari Minggu nanti.

Menyusul kemenangan 2-1 atas Inggris di semifinal, pencarian penerbangan ke New York di platform perjalanan Despegar melonjak hingga 6.000%, menurut data perusahaan.

Aerolineas Argentinas menambahkan dua jadwal penerbangan ke New York yang tiketnya habis terjual dalam waktu dua belas jam, sehingga maskapai tersebut menambah penerbangan ketiga pada hari Jumat ini, dengan harga tiket mulai dari 2.200 dolar AS ditambah pajak.

Tiket untuk dua penerbangan harian maskapai tersebut menuju Miami—sebagai jalur penghubung ke Big Apple (sebutan untuk kota New York)—juga telah habis terjual.

“Semuanya sudah habis terjual. Tidak ada kursi tersisa untuk penerbangan ke Miami, meskipun ada dua penerbangan setiap harinya,” ucap seorang sumber maskapai kepada EFE.

Pemesanan jet pribadi juga mengalami peningkatan. Perusahaan di sektor ini menawarkan penerbangan untuk maksimal 14 penumpang seharga 200 ribu dolar AS (Rp3,58 miliar) atau paket perjalanan pulang-pergi termasuk transportasi darat seharga 35 ribu dolar AS (Rp628 juta) per orang—sudah termasuk tiket pertandingan yang kini telah habis terjual—dan 27 ribu dolar AS (Rp485 juta) tanpa tiket stadion. 

Agen perjalanan menawarkan penerbangan dengan maskapai lain yang melibatkan transit, dengan harga mulai dari 4.300 dolar AS untuk perjalanan pergi-pulang, sementara biaya menginap di hotel di New York berkisar antara 300-600 dolar AS untuk periode tersebut.

Menurut laporan dari mesin pencari Turismocity, dengan “perencanaan cerdas”, biaya perjalanan ke New York untuk menyaksikan pertandingan final tersebut mencapai angka minimum sekitar 5.530 dolar AS (Rp99,5 juta) per orang—mencakup penerbangan, hotel, dan layanan bantuan perjalanan—atau sekitar 6.730 dolar AS (Rp120,8 juta) jika Anda menginginkan pengalaman lebih premium.

Angka tersebut belum termasuk tiket pertandingan, yang di pasar penjualan kembali (resale) harganya berkisar antara 7 ribu dolar AS (Rp125,6 juta) hingga sedikit di atas 10 ribu dolar AS (Rp179,5 juta) untuk kursi termurah.