TVRINews - New Jersey, Amerika Serikat

Lionel Scaloni saat ini merupakan pelatih kelima yang meraih banyak kemenangan di laga Piala Dunia.

Lionel Scaloni dan Vittorio Pozzo. Ada jarak 88 tahun di antara keduanya, namun hanya satu hari bagi Lionel Scaloni untuk menghapus perbedaan tersebut. Minggu (19/7/2026) atau Senin (20/7/2027) dini hari WIB, Lionel Scaloni bisa mengulang sejarah sebagai pelatih kedua dalam sejarah Piala Dunia yang mampu meraih gelar Piala Dunia secara beruntun.

Momen itu dapat terjadi dalam final yang akan bergulir di laga menghadapi Spanyol. Laga Spanyol vs Argentina akan disiarkan langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport pada Senin (20/7/2026) mulai pukul 01.00 WIB.

Vittorio Pozzo mengukir pencapaian tersebut bersama Italia saat membawa Gli Azzurri juara Piala Dunia 1934 dan 1938. Lionel Scaloni, telah membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 silam di Qatar. Kini, dia bisa membawa kembali Argentina juara Piala Dunia 2026.

Jika itu terjadi, Lionel Scaloni menyamai pencapaian Vittorio Pozzo. Dengan demikian pula, dapat dikatakan bahwa dia adalah pelatih terbaik di era sepak bola modern karena tidak ada pelatih yang bisa meraih pencapaian tersebut dalam sejarah turnamen ini bergulir sejak apa yang diukir Vittorio Pozzo di masa lalu.

Lionel Scaloni yang kini berusia 48 tahun menangani Timnas Argentina pada 2018 setelah Argentina gagal di turnamen yang bergulir di Rusia saat itu. Ia mewarisi tim yang porak-poranda. Bahkan, pengangkatannya saat itu diiringi dengan kritik dan sikap dari sejumlah tokoh sepak bola Argentina yang meremehkan dirinya.

Kini, delapan tahun kemudian setelah pengangkatannya itu, Lionel Scaloni membawa Argentina di ambang pencapaian luar biasa. Setelah membawa La Albiceleste juara Piala Dunia 2022, Lionel Scaloni berpeluang membawa Argentina juara lagi di Piala Dunia 2026.

Lionel Scaloni bisa menjadi pelatih terbaik dalam sejarah modern Piala Dunia, karena ia akan menyamai Vittorio Pozzo. Meraih gelar Piala Dunia berturut-turut akan menjadi yang pertama dalam sejarah sepak bola modern setelah Italia (1934-1938) dan Brasil (1958-1962).

Khusus sukses Brasil, dua gelar tersebut diraih di bawah asuhan pelatih yang berbeda. Pada Piala Dunia 1958, Brasil di bawah asuhan Vicente Feola. Sedangkan saat juara Piala Dunia 1962, Brasil di bawah asuhan Amore Moreira. Sejarah mencatat bahwa 21 pelatih berbeda telah memenangkan Piala Dunia. Lalu, ada lima pelatih yang telah memenangkan dan menjadi runner-up.

Mereka adalah Helmut Schon dari Jerman yang juara pada Piala Dunia 1974, namun runner-up di Piala Dunia 1966), lalu Franz Beckenbauer membawa Jerman juara pada 1990, tapi runner-up di Piala Dunia 1986), Carlos Bilardo dari Argentina meraih juara di Piala Dunia 1986, tapi sebagai runner-up 1990).

Dilanjutkan dengan Mario Zagallo dari Brasil, meraih gelar pada 1970, namun hanya sebagai peringkat kedua di Piala Dunia 1998. Pelatih asal Prancis, Didier Deschamps membawa Prancis juara 2018, upayanya meraih gelar beruntun gagal di Piala Dunia 2022 setelah hanya sebagai runner-up.

Pelatih Kelima dengan Kemenangan Terbanyak

Sukses Argentina ke final setelah mengalahkan Inggris, menempatkan Lionel Scaloni sebagai pelatih kelima dengan catatan kemenangan terbanyak dalam sejarah Piala Dunia. Itu adalah kemenangan ke-13 dalam kariernya sebagai pelatih di Piala Dunia dari total 14 pertandingan.

Jumlah kemenangan tersebut membuatnya melewati rekor kemenangan Zlatko Dalic dan Joachim Low. Zlatko Dalic dalam kariernya di Piala Dunia sebagai pelatih telah meraih 12 kemenangan dari 17 pertandingan Piala Dunia dan semuanya bersama Timnas Kroasia.

Sementara Joachim Low bersama Jerman meraih 12 kemenangan dari 17 pertandingan Piala Dunia. Jika Lionel Scaloni menang atas Spanyol dalam final nanti, dia akan menyamai pencapaian Mario Zagallo yang telah meraih 14 kemenangan dari 20 laga Piala Dunia bersama Timnas Brasil.

Posisi pertama adalah Didier Deschamps bersama Prancis yang telah meraih 20 kemenangan di Piala Dunia. Jumlah itu tentu akan bertambah jika dia berhasil menang atas Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, pada Minggu (19/7/2026) dini hari nanti WIB.

Di bawah Didier Deschamps ada Felipe Scolari dengan 16 kemenangan dari 21 laga bersama Brasil dan Portugal. Lalu ada Helmut Schon yang juga meraih 16 kemenangan dari 25 pertandingan bersama Timnas Jerman.