Ilustrasi Iran dan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Piala Dunia 2026 hanya kurang tiga bulan lagi. Dunia seharusnya menandai hitung mundur dengan membahas tentang sepak bola. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Berbicara tentang Piala Dunia membawa kita juga mau tidak mau membahas tentang perang.
Itu bukanlah gambaran yang pas tentang Piala Dunia. Tapi, inilah kenyataannya. Tanpa menutup mata dan empati terhadap mereka yang menjadi korban, saya ingin sedikit mengajak kembali kepada sepak bola dan kenyataan tentang Amerika Serikat dan Israel yang menyerang Iran.
Gaya sepak bola kick'n rush relevan untuk menggambarkan apa yang tengah dilakukan Amerika Serikat saat ini terkait serangan yang mereka lakukan terhadap Iran. Kebijakan mereka juga menyasar ke sejumlah negara dengan aturan yang mereka paksakan.
Kebijakan luar negeri Amerika Serikat semakin agresif belakangan ini di era kepemimpinan Donald Trump. Mengandalkan kekuatan militer dalam hal ini fisik, tendangan jarak jauh, tekanan langsung, dan strategi yang tanpa kerumitan.
Seperti kick n'rush, Amerika Serikat melakukan pendekatan ofensif, memaksakan kehendak, fokus dengan tendangan jarak jauh ke depan, menyerang langsung, mengejar bola dengan intensitas tinggi. Serangan yang tidak sembunyi-sembunyi, menggunakan tekanan ekonomi dan militer tanpa diplomasi. "Serang dulu, urusan belakangan".
Israel adalah Gegenpressing. Maaf untuk para pencinta strategi Gegenpressing, gaya ini sekiranya tepat untuk menggambarkan sikap politik serta gaya militer Israel. Gegenpressing adalah gaya permainan yang langsung menekan lawan secara agresif untuk merebut kembali bola sesaat setelah kehilangannya, bukan mundur.
Israel yang arogan menolak bertahan pasif meskipun mendapatkan tekanan keras dari berbagai pihak. Seperti Gegenpressing, politik Israel cenderung melawan balik, counter, setiap ada tekanan atau kritik internasional.
Lagi pula, Israel nyaris menggunakan hampir semua term dalam sepak bola. Termasuk tim yang menggunakan keberpihakan wasit. Israel menggunakan segala cara, baik itu militer maupun diplomatik. Mereka akan menggunakan cara parkir bus di forum-forum internasional seperti forum PBB. Memalukan….
Counter attack atau strategi serangan balik cocok menggambarkan sikap politik dan militer Iran dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel. Dalam strategi sepak bola, tim yang menggunakan counter attack memiliki ketahanan yang luar biasa. Contoh adalah Atletico Madrid asuhan Diego Simeone.
Endurance menjadi salah satu kekuatan Iran dan tampaknya ini sudah mereka bangun sejak bertahun-tahun lalu ketika mendapatkan sanksi internasional. Mereka mandiri di sejumlah sektor seperti farmasi hingga membangun basis industri militer sendiri.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei pun tidak meruntuhkan psikologis negeri ini. Hanya, fans di luar negeri Iran yang merupakan orang-orang Iran justru menjadi ancaman.
Poin lainnya, strategi counter attack ini belum benar-benar efektif karena lebih menyasar kepada pangkalan militer AS di negara-negara seperti Qatar dan Uni Emirates Arab. Dalam hal ini, Iran masih terlihat sebagai "binatang yang terluka".
Spanyol persis dengan gaya sepak bola yang memang berasal dari negeri ini: Tiki Taka. Spanyol, Inggris, dan Prancis, merupakan kontestan di Piala Dunia 2026 ini. Hingga saat ini, Donald Trump hanya menyasar Spanyol agar ikut ambil bagian.
Kick n' Rush Amerika Serikat butuh posisi yang lebih baik dalam menyerang dan mereka punya pangkalan militer bersama yang ada di Spanyol. Gaya tiki taka secara metaforis dapat menggambarkan sikap Spanyol yang cenderung diplomatis, berhati-hati, menghindari konfrontasi fisik secara langsung.
Pendekatan tiki taka menggambarkan keinginan Spanyol dalam mempertahankan penguasaan situasi (possession) melalui jalur dialog dan tekanan halus, daripada konfrontasi langsung. Saya tidak menyatakan semua "cocoklogi" di atas sesuai atau bahkan mendekati.
Waktu hitung mundur terus berjalan, Jumat 6 Maret 2026 ini 97 hari menuju Piala Dunia 2026 dan turnamen ini akan digelar di negara yang justru mengambil porsi terbesar dari perang yang kini sedang berlangsung.
Kita tentu berharap, perang ini segera berakhir. Piala Dunia 2026 berlangsung dengan Iran tetap berada di dalamnya dan Israel cukup hanya sebagai penonton yang menyaksikan gaya counter attack Iran di pertarungan sebenarnya, di Piala Dunia. Harapan saya mungkin berlebihan, hanya mimpi, tapi tentu bukan hanya saya yang memiliki impian tersebut.