Sebastian Tounekti, diet makan selama Ramadan dibantu ahli gizi Celtic. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Glasgow, Skotlandia
Sebastian Tounekti terbiasa berpuasa saat Ramadan, bahkan saat harus melewati jadwal padat yang nyaris nonstop.
Idulfitri tinggal kurang dari dua pekan lagi. Ramadan semakin menjadi masa tak terlupakan bagi sejumlah pesepak bola, terutama yang berlaga di Eropa.
Meski tidak mudah berpuasa saat musim bertanding, beberapa pemain malah memanfaatkan momen religius ini untuk meningkatkan performa. Yang terakhir melakukannya adalah Sebastian Tounekti di Glasgow Celtic.
Sebastian Tounekti menjadi sorotan ketika tampil sebagai pemain pengganti penting ketika Celtic tampil di Old Firm. Derbi sengit tradisional dengan Rangers itu berakhir dengan skor 2-2. Berkat kiprah Tounekti sejak masuk sejak awal paruh kedua, Celtic bisa mengejar dua gol Rangers.
Padahal, Sebastian Tounekti tengah menjalani ibadah puasa Ramadan. Pemain kelahiran Tromso, Norwegia, dari pasangan ayah dari Tunisia dan ibu dari Norwegia itu menyatakan bahwa ibadah puasa saat Bulan Suci sudah merupakan kebiasaan baginya setiap tahun.
Penyerang sayap yang memilih membela Tunisia daripada Norwegia itu mengatakan pula bahwa pemain Muslim perlu melakukan penyesuaian. Namun, yang lebih penting adalah kedisiplinan dalam beribadah sambil menekuni profesi.
"Ramadan merupakan bulan hebat bagi Muslim, tapi berpuasa membutuhkan pengorbanan. Puasa adalah sesuatu yang saya lakukan sejak lama, jadi saya tahu apa yang seharusnya saya lakukan untuk menjaga kebugaran dan apa yang tidak boleh dilakukan," ujar Tounekti dikutip dari Daily Record.
Dukungan Klub
Tounekti mengungkapkan kegembiraannya terhadap perhatian yang diberikan pihak klub Celtic. "Saya sudah terbiasa berpuasa. Dan tentu, klub telah memberikan dukungan luar biasa bagi saya untuk melalui Ramadan. Ahli diet secara intensif memberi tahu apa yang harus dan yang tidak boleh dimakan," lanjut eks pemain Bodo/Glimt itu.
Puasa dapat dikatakan menjadi tantangan tersendiri buat Sebastian Tounekti. Jadwal sang sayap dalam sekitar setahun terakhir sangat padat. Dalam 11 bulan, pemain berusia 23 tahun itu mesti melakoni 65 pertandingan di tiga tim. Deretan laga ia lakoni nyaris tanpa libur.
Sebastian Tounekti langsung menjadi andalan Celtic setelah pindah dari klub Swesia, Hammerby. Liga Swedia berlangsung sampai musim panas. Saat jeda internasional atau jeda laga timnas, Tounekti mendapat panggilan ke Timnas Tunisia dalam beberapa bulan terakhir.
"Memang benar ini tahun sibuk buat saya dengan jadwal laga-laga yang nonstop. Namun, saya tidak merasakan kelelahan. Saya merasa gembira dan sungguh bersyukur bisa sering bermain," tutur Tounekti.
Tounekti memberi catatan khusus pada Liga Skotlandia. "Sejak saya tiba di Celtic, saya harus terbiasa dengan jadwal pertandingan setiap tiga hari. Ini merupakan perubahan buat saya," tambahnya.
Meski demikian, Tounekti memuji rotasi yang diberlakukan di Celtic, terutama di lini depannya. "Jika tidak bermain sejak awal laga, pemain tahu akan mendapatkan kesempatan di bagian akhirnya," ucap sang sayap. Rangers telah merasakan dampak terjaganya mental dan fisik Tounekti.
Perihal timnas sehubungan dengan kiprah bagus di klub, Sebastian Tounekti boleh jadi bisa semakin dekat dengan impian tampil di Piala Dunia 2026 yang akan dihelat pada 11 Juni sampai 19 Juli. Meski sempat lama absen, Tounekti mulai mendapatkan tempat di tim utama Tunisia.
Sejak debut di Timnas Tunisia pada 7 Oktober 2021, Sebastian Tounekti tidak mendapatkan panggilan ke tim berjulukan Eagles of Carthage itu. Sejak kembali bermain buat Tunisia, yakni di uji coba melawan Maroko pada Juni, Tounekti mendapatkan enam kap lagi.
Sebastian Tounekti menjadi salah satu pemain Tunisia yang tampil di Piala Afrika 2025. Tunisia mandek di 16 besar Piala Afrika 2025 yang berlangsung hingga awal 2026. Kesempatan Tounekti untuk berlaga di Piala Dunia 2026 pun sangat terbuka.
Di fase grup Piala Dunia 2026, Tunisia akan berada di Grup F. Tiga tim lainnya adalah Belanda, Jepang, dan pemenang play-off Eropa Jalur B (antara Ukraina/Swedia dan Polandia/Albania). Tunisia akan memulai kiprah di Amerika Utara melawan pemenang play-off Eropa tersebut di Guadalupe pada 14 Juni.