Ilustrasi Iran dan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Amerika Serikat
FIFA berharap Piala Dunia 2026 bisa berjalan sesuai rencana dengan Timnas Iran sebagai salah satu peserta.
Sekitar tiga bulan lagi saja Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Akan tetapi, FIFA masih dipusingkan dengan situasi terkini Timnas Iran. Tim berjulukan Singa Mesopotamia itu terancam menarik diri sebagai buntut dari situasi politik internasional.
Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Iran menyerang balik dengan menargetkan wilayah Israel dan pangkalan udara Amerika Serikat yang ada di kawasan Timur Tengah.
Timnas Iran yang sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 terkena imbas. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) sangat mungkin menutup kemungkinan untuk mengirim Mehdi Taremi dan kawan-kawan berlaga di turnamen empat tahunan itu. Terlebih mereka tergabung ke dalam Grup G yang seluruh pertandingannya digelar di Amerika Serikat.
Kepala Operasional Piala Dunia FIFA, Heimo Schirgi, mengatakan pihaknya terus memantau situasi secara cermat. Semua yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen edisi ke-23 ini selalu diajak berkomunikasi. Ia berharap kondisi membaik, dan Iran tetap bisa menjadi peserta Piala Dunia 2026.
"Situasinya berubah dari hari ke hari, dan kami memantaunya dengan cermat. Kami bekerja sama dengan semua mitra federal dan internasional dalam mengevaluasi situasi, dan pada suatu saat kami akan memiliki solusi," kata Heimo Schirgi, dikutip dari Daily Mail, Selasa (10/3/2026).
Schirgi mengaku terus menjalin komunikasi dengan pengurus FFIRI guna mendapatkan informasi terbaru situasi di sana. Namun, ia menolak untuk memberi rincian apa saja yang menjadi pembahasan. Karena yang terpenting adalah memastikan Piala Dunia 2026 terlaksana sesuai rencana.
Di tengah situasi krisis seperti sekarang, FIFA berharap pestanya para penggemar sepak bola di seluruh penjuru dunia ini bisa dijadikan sebagai alat persatuan. Berdasar penyelenggaraan edisi-edisi sebelumnya, Schirgi optimis tujuan itu dapat dicapai.
"Mengingat kondisi dunia saat ini, akan jadi kesempatan besar untuk menyatukan semua orang. Bagi Anda yang belum pernah menyaksikan Piala Dunia, ajang ini sangat istimewa karena benar-benar mendunia dan menyatukan semua orang. Kita menyaksikannya di Qatar, di Rusia, di mana-mana. Orang-orang kagum betapa internasionalnya acara ini," tuturnya.
Persoalan Iran bukanlah hambatan pertama yang dialami FIFA dalam persiapan menggelar Piala Dunia 2026. Beberapa hari sebelumnya, situasi keamanan di Meksiko usai tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, bos Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG) memicu kekhawatiran dari tim-tim peserta.
FIFA masih tetap pada pendiriannya, yakni menyelenggarakan Piala Dunia 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu percaya negara tuan rumah dapat mengendalikan situasi dan menjamin keamanan tim peserta.