TVRINews – Zurich, Swis

Banyak kejadian misterius dalam sepak bola, termasuk di Piala Dunia, yang belum terpecahkan hingga saat ini.  

Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko bakal dimulai 93 hari lagi. 

Sebanyak 42 tim yang sudah memastikan tempat serta 20 tim yang masih harus menjalani play-off untuk enam slot tersisa (empat dari Eropa dan dua dari play-off interkonfederasi) dipastikan bakal memberikan yang terbaik pada putaran final Piala Dunia ke-23 nanti. 

Di luar persiapan tim-tim yang akan turun di turnamen olahraga terbesar sejagat pada musim panas nanti maupun yang masih akan disibukkan dengan play-off, ada sejumlah kejadian menarik di Piala Dunia dan sepak bola yang masih menjadi misteri hingga kini. 

TVRI mencoba merangkum lima kejadian baik di Piala Dunia maupun ajang sepak bola lain yang belum terpecahkan penyebabnya hingga kini.

India Mundur di Piala Dunia 1950

India sudah lolos dari kualifikasi dan siap turun di putaran final Piala Dunia 1950 di Brasil. Mereka pun sudah mengikuti undian grup dan akhirnya berada di Grup 3 bersama Swedia, Italia, dan Paraguai. 

Namun, Federasi Sepak Bola India (AIFF) tiba-tiba memutuskan mundur dari turnamen. AIFF beralasan biaya transportasi dan akomodasi yang sangat tinggi (meskipun FIFA setuju membiayai bagian paling mahal dari masalah India), kurangnya waktu berlatih, masalah seleksi pemain, dan menilai Olimpiade lebih penting daripada Piala Dunia FIFA. 

Sumber lain menyebut India mundur karena FIFA melarang mereka bermain dengan telanjang kaki, seperti yang dilakukan India pada Olimpiade 1948. 

Seorang jurnalis India menyebut India mundur karena AIFF tidak percaya diri dengan materi pemainnya. Menariknya, hingga kini tidak ada klarifikasi resmi dari pihak manapun mengapa India menarik diri dari Piala Dunia 1950. 

Pencurian Trofi Jules Rimet  

Brasil berhak menjadi pemegang trofi Jules Rimet selamanya usai memenangi Piala Dunia 1970. Namun, pada 19 Desember 1983, sekelompok pencuri memasuki lantai 3 gedung Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) Rua da Alfandega, Rio de Janeiro dan mencuri trofi tersebut. 

Sejumlah orang yang dicurigai telah ditangkap, di antaranya Francisco Rivera alias Chico Barbudo dan Jose Luiz Vieira alias Luiz Bigode. Namun, trofi Jules Rimet tersebut tidak pernah ditemukan. 

Banyak yang meyakini trofi itu sudah dicairkan untuk mendapatkan emas yang melapisi perunggu yang menjadi bahan utamanya. Sebagian orang percaya trofi Jules Rimet dijual di pasar gelap. 

Yang pasti, keberadaan trofi Jules Rimet atau konfirmasi resmi terkait kondisi maupun bentuknya tidak ada yang mengetahui dan masih terus menjadi misteri.

“Air Berduri” di Piala Dunia 1990

Insiden “Spiked Water”, atau “Air Berduri” dalam Bahasa Indonesia, adalah kejadian yang merujuk pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 1990 antara Argentina melawan Brasil yang berlangsung pada tanggal 24 Juni 1990. 

Saat itu, bek kiri Brasil, Branco meminum air dari botol yang diserahkan staf medis timnas Argentina. Setelah meminumnya, Branco merasa pusing, mengantuk, dan tak mampu lagi turun sehingga Brasil kalah 0-1. 

Fisioterapis asal Argentina, Miguel di Lorenzo, dituduh menyediakan air. Sementara, Diego Maradona kemudian mengakui insiden tersebut. 

Air minum itu sendiri diduga sudah dicampur obat penenang. Namun, hingga kini tidak ada bukti kuat untuk membuktikan tudingan tersebut, yang membuat insiden “Spiked Water” masih menjadi misteri.

Kondisi Ronaldo di Final Piala Dunia 1998

Striker tim nasional Brasil Ronaldo Luis Nazario mengalami krisis kesehatan serius hanya beberapa jam sebelum final Piala Dunia FIFA melawan Prancis, pada 12 Juli 1998. Dia tidak hanya merasa pusing namun juga mengalami kejang (serangan epilepsi) di kamar hotelnya.

Rekan-rekan satu timnya (khususnya Cesar Sampaio) dan para dokter tim Brasil bergegas ke lokasi kejadian untuk membantunya. Ronaldo lantas dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. 

Awalnya, Ronaldo dinyatakan tidak fit untuk bermain. Namanya lantas dihilangkan dari daftar pemain resmi yang diserahkan ke FIFA, dan Edmundo tercantum menggantikan tempatnya.

Setelah pulang dari rumah sakit dan menjalani pemeriksaan, Ronaldo bersikeras bahwa dia baik-baik saja dan menuntut untuk bermain. Brasil menyerahkan susunan pemain yang dimodifikasi sekitar 72 menit sebelum kick-off dengan namanya kembali masuk dalam susunan pemain inti. 

Semua tahu, Brasil kemudian kalah 0-3 dari Prancis di final. Ronaldo tidak tampil maksimal selama pertandingan. Ia tampak linglung dan lesu. 

Penyebab pasti kejang tersebut tidak pernah sepenuhnya dijelaskan, sehingga memunculkan berbagai teori, termasuk stres, kelelahan, atau reaksi buruk terhadap obat untuk cedera lutut. 

Kemudian, seorang ahli jantung menduga hal itu mungkin terkait dengan gerakan leher yang menekan arteri, menyebabkan penurunan detak jantung. 

Itulah yang membuat memburuknya kondisi kesehatan Ronaldo di final Piala Dunia 1998 masih menjadi misteri hingga saat ini.

Orang dalam Bongkar Keburukan Liga Primer 

Pada tahun 2011, seorang pemain Liga Primer yang tidak diketahui namanya mulai menulis buku yang mengekspos rahasia tersembunyi dan lingkungan yang tak sehat di sepak bola profesional Inggris. 

Selama satu dekade lebih publik dan penggemar sepak bola Inggris berusaha menyingkap identitas sesungguhnya dari pemain ini. Namun, hingga kini belum diketahui siapa pemain yang mengungkap kebobrokan sepak bola profesional di Inggris itu.