Mantan penyerang Timnas Brasil, Alexandre Pato Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Jakarta
Ada lima pemain muda Brasil di Olimpiade 2012 yang digadang-gadang bakal jadi tulang punggung di masa depan.
Skuad Brasil di Olimpiade 2012 diisi sejumlah bintang muda seperti Neymar, Oscar, Alexandre Pato, Paulo Henrique Ganso, dan Leandro Damiao. Mereka datang ke London, Inggris sebagai kandidat kuat peraih medali emas.
Dari kelima nama pemain muda berbakat itu, hanya Pato yang sudah merantau ke Eropa. Ia bermain untuk AC Milan di Serie A Italia. Sementara empat sisanya masih berkarier di Liga Brasil.
Mereka yang digadang-gadang bakal menjadi tulang punggung masa depan Brasil mengawali perjalanan dengan sangat baik. Tiga pertandingan fase grup melawan Mesir, Belarus, dan Selandia Baru sukses dimenangkan.
Keperkasaan Brasil berlanjut ke babak gugur. Honduras mereka kalahkan dengan skor 3-2 di perempat final, lalu unggul tiga gol tanpa balas atas Korea Selatan di semifinal. Sayang saat menghadapi Meksiko di final, skuad asuhan Mano Menezes takluk 1-2.
Meski gagal memenuhi ekspektasi publik untuk meraih medali emas Olimpiade 2012 London, namun para pemain muda Brasil itu bisa menunjukkan kualitas terbaiknya dan membuat klub-klub Eropa mengajukan penawaran.
Menarik untuk melihat perjalanan karier dan sejauh mana kelima pemain tersebut dapat mempertahankan performa terbaik di level teratas.
1. Luis Henrique Ganso
Performa Ganso bersama Santos di Liga Brasil sudah mencuri perhatian sebelum masuk skuad Olimpiade 2012. Ia mencatatkan debut bersama Tim Samba dalam laga uji coba melawan Amerika Serikat pada 2010. Saat itu usianya masih 20 tahun, dan Menezes memberi kesempatan tampil selama 90 menit.
Sekitar dua pekan setelah debutnya bersama Brasil, Ganso mengalami cedera ligamen yang mengaruskannya beristirahat selama satu tahun. Begitu pulih, Menezes memasukkannya dalam skuad untuk Copa America 2011 dan menjadi starter.
Keputusan sang juru taktik itu memunculkan beberapa kritik. Menezes dinilai terlalu berani mengandalkan Ganso yang selama masa persiapan menuju Copa America tidak ikut bersama tim. Hasil yang didapat Tim Samba juga tidak memuaskan karena kalah di perempat final dari Paraguai.
Selepas itu Ganso mulai kehilangan tempat di skuad utama Brasil. Ia masuk sebagai pengganti dalam pertandingan uji coba melawan Jerman dan Gana pada 2011. Sempat tidak dipanggil dalam enam uji coba berikutnya, Menezes kembali memberinya kesempatan bermain selama 27 menit menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada awal 2012.
Itu menjadi pertandingan terakhir Ganso bersama tim senior Brasil. Ia coba mengambil hati Menezes di dua pertandingan awal Olimpiade 2012, namun tidak berhasil. Sang juru taktik lebih memilih Oscar sebagai gelandang serang. Alhasil, sepanjang kariernya hanya delapan kali dapat memperkuat Tim Samba.
2. Leandro Damiao
Menezes memiliki andil besar dalam karier Leandro Damiao. Penyerang kelahiran 22 Juli 1989 itu mendapat kesempatan debut pertamanya pada 2011 dalam uji coba melawan Skotlandia. Ia berperan sebagai ujung tombak Tim Samba selama 78 menit.
Penampilan kedua bersama Brasil dicatatkan Damiao saat beruji coba melawan Belanda. Ia bermain selama 15 menit menggantikan Fred. Lagi-lagi belum ada gol yang bisa disumbangkannya.
Karena tak kunjung menunjukkan ketajaman, Menezes tak menyertakannya dalam Copa America 2011. Dua bulan berselang, Damiao berhasil membuka keran golnya untuk Tim Samba saat menang 1-0 atas Gana dalam laga uji coba.
Tidak mudah bagi Damiao untuk mendapatkan tempat di skuad utama Brasil karena harus bersaing dengan penyerang senior seperti Diego Souza, Fred, dan Borger Teixera. 2012 menjadi tahun terbaiknya, tidak cuma langganan di tim senior, tapi masuk skuad Olimpiade.
Damiao kehilangan tempat di tim utama Brasil begitu Luiz Felipe Scolari menjadi pelatih. Laga uji coba melawan Inggris pada Juni 2013 menjadi penampilan terakhirnya bersama Tim Samba. Dari 17 kali membela Brasil, ia menyumbangkan tiga gol.
3. Alexandre Pato
Penyerang berjuluk Si Bebek ini sudah jadi sorotan begitu promosi ke tim utama klub Liga Brasil, Internacional pada 2006. Cuma butuh waktu setahun baginya berkarier di dalam negeri, sampai tawaran dari AC Milan datang.
Dunga yang menjadi pelatih Brasil pada 2008 memberi Pato kesempatan debut saat beruji coba dengan Swedia. 14 menit berada di atas lapangan usai menggantikan Luis Fabiano, ia berhasil mencetak gol yang membuat Tim Samba mengakhiri laga dengan keunggulan 1-0.
Meski sudah bersinar di Milan, namun Pato harus bersabar menjadi pemain pengganti atau hanya duduk di bangku cadangan Brasil. Saat itu Dunga lebih sering mengandalkan Luis Fabiano dan Robinho untuk berduet di lini depan.
Selepas Piala Konfederasi 2009, tempat Pato dalam skuad Brasil benar-benar hilang. Ia tidak mendapat panggilan dari Dunga sejak Tim Samba berjuang di kualifikasi hingga putaran final Piala Dunia 2010.
Setelah Menezes mengambil alih kursi pelatih Brasil, panggilan kembali diterima Pato. Ia mulai sering bermain dan mencetak gol, tapi sayang cedera kerap mengganggu.
Uji coba melawan Zambia pada Oktober 2013 menjadi penampilan terakhirnya. Ia bermain dalam 27 laga bersama Brasil dengan sumbangan 10 gol dan dua asis.
4. Oscar
Pemain bernama lengkap Oscar dos Santos Emboaba Junior mencatatkan debut bersama Brasil pada September 2011 saat beruji coba melawan Argentina. Meski mampu tampil baik, tapi tak mudah baginya untuk mendapatkan tempat di tim utama karena saat itu Menezes masih sering mengeplot Ronaldinho atau Hernanes sebagai gelandang serang.
Ketika kedua seniornya itu tak mendapat panggilan, Oscar memanfatkannya dengan baik. Ia tampil bagus sebagai gelandang serang Tim Samba dengan menyumbang empat gol dan enam asis dalam 10 laga uji coba Brasil sepanjang 2012.
Oscar menjadi bagian penting dalam skuad Brasil saat menjuarai Piala Konfederasi 2013 dengan sumbangan dua asis. Setahun berselang, saat Brasil jadi tuan rumah Piala Dunia 2010, ia masih tetap jadi andalan.
Tahun 2015 menjadi awal penurunan performa Oscar bersama Brasil. Cedera hamstring dan pembengkakan pada lutut memaksanya absen panjang. Setelah pulih ia tak bisa merebut kembali tempat di tim utama. Oscar bermain sebanyak 48 kali untuk Brasil dengan menyumbang 12 gol dan 15 asis.
5. Neymar
Neymar adalah pemain dari skuad Olimpiade 2012 yang bertahan lama di tim senior Brasil. Sejak debut pada 2010 melawan Amerika Serikat, ia telah mencatatkan 128 penampilan dengan mencetak 79 gol. Jumlah tersebut menempatkannya sebagai pemain tersubur sepanjang sejarah Brasil.
Meski pelatih Brasil terus berganti mulai dari Menezes, Scolari, Dunga, Tite, Fernando Diniz, hingga Dorival Junior, status Neymar sebagai penyerang andalan dalam tim tak tergeser. Bahkan setelah Piala Dunia 2014, ban kapten diberikan kepadanya.
Akan tetapi, torehan prestasi Neymar bersama Brasil belum maksimal. Baru gelar juara Piala Konfederasi 2013 yang berhasil dipersembahkannya. Karena itulah ia sangat bersemangat untuk masuk dalam skuad Piala Dunia 2026.
Keinginan tersebut tidak mendapat sambutan positif dari Carlo Ancelotti yang kini menjadi pelatih Brasil. Ia tak mau ambil risiko memanggil Neymar untuk uji coba terdekat melawan Prancis dan Kroasia karena penampilannya belum kembali maksimal selepas cedera panjang musim lalu.
Keputusan Ancelotti menimbulkan beragam spekulasi, termasuk kemungkinan penyerang berusia 34 tahun itu tidak akan disertakan dalam skuad di Piala Dunia 2026.