Penyerang Spanyol. Mikel Oyarzabal. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat
Mikel Oyarzabal jadi pemain Spanyol pertama yang mencetak setidaknya dua gol dalam satu laga fase gugur Piala Dunia sejak Emilio Butragueno melakukannya di Piala Dunia 1986.
Penyerang Spanyol, Mikel Oyarzabal, mencetak dua gol yang memastikan langkah Spanyol ke babak 16 besar sekaligus melanjutkan performa impresifnya sepanjang turnamen.
Mikel Oyarzabal tampil gemilang saat La Furia Roja menundukkan Austria 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Kamis (2/7/2026) waktu setempat.
Penyerang Real Sociedad itu mencetak dua gol yang memastikan langkah Spanyol ke babak 16 besar, sekaligus melanjutkan performa impresifnya sepanjang turnamen.
Berdasarkan data Sofascore, Oyarzabal menjadi pemain dengan nilai tertinggi di lapangan, yakni 9,2, setelah tampil penuh selama 90 menit. Ia menjadi pusat serangan Spanyol berkat penyelesaian akhir yang klinis dan pergerakan tanpa bola yang terus merepotkan pertahanan Austria.
Dari enam percobaan tembakan yang dilepaskannya, empat mengarah tepat ke gawang dan dua di antaranya berbuah gol. Oyarzabal membukukan expected goals (xG) 1,17 dan expected goals on target (xGOT) 1,55, menunjukkan kualitas peluang yang ia ciptakan sekaligus efektivitas penyelesaian akhirnya. Dua gol tersebut menyumbang dua pertiga dari total gol Spanyol dalam kemenangan meyakinkan ini.
Ketajaman Oyarzabal tidak hanya lahir dari kemampuan menembak. Ia beberapa kali melakukan pergerakan cerdas di antara bek Austria, piawai mencari ruang kosong untuk menerima umpan silang maupun bola pantul. Gol pembuka membuka jalan dominasi Spanyol, sementara gol keduanya pada penghujung laga memastikan kemenangan telak 3-0.
Kontribusinya juga terasa saat membangun permainan. Oyarzabal mencatat 21 umpan sukses dari 26 percobaan, termasuk 12 umpan akurat di area pertahanan lawan. Ia juga membukukan 43 sentuhan bola, sembilan kali membawa bola dengan total jarak lebih dari 67 meter, serta tiga progressive carries yang membantu Spanyol menembus blok pertahanan Austria.
Meski berperan sebagai penyerang, pemain berusia 29 tahun itu tetap aktif membantu pertahanan. Ia memenangi tiga duel, melakukan satu tekel sukses, dua kali merebut kembali penguasaan bola, serta memancing dua pelanggaran dari lawan. Disiplin dalam melakukan pressing membuat Austria kesulitan membangun serangan dari lini belakang.
Brace ke gawang Austria semakin menegaskan status Oyarzabal sebagai mesin gol utama Spanyol di Piala Dunia 2026. Hingga empat pertandingan, ia telah mengoleksi empat gol dan satu asis, dengan total 17 tembakan dan delapan di antaranya tepat sasaran.
Pencapaian ini juga memiliki nilai historis. Menurut catatan pertandingan, Oyarzabal menjadi pemain Spanyol pertama yang mencetak setidaknya dua gol dalam satu laga fase gugur Piala Dunia sejak Emilio Butragueno melakukannya pada Piala Dunia 1986.
Saat itu, Butragueno bahkan mencetak empat gol ketika Spanyol menghancurkan Denmark 5-1 di babak 16 besar. Artinya, publik Spanyol harus menunggu sekitar 40 tahun untuk kembali menyaksikan seorang pemain mereka membukukan brace di fase gugur turnamen terbesar dunia tersebut.
Lebih impresif lagi, Spanyol masih menjaga rekor sempurna di lini belakang dengan belum sekalipun kebobolan sepanjang Piala Dunia 2026. Kombinasi pertahanan yang kokoh dan ketajaman Oyarzabal membuat tim asuhan Luis de la Fuente semakin layak diperhitungkan sebagai kandidat juara.
Dengan performa seperti ini, Oyarzabal tidak hanya menjadi pahlawan kemenangan atas Austria, tetapi juga memberikan harapan besar bagi Spanyol saat melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi pemenang duel Portugal melawan Kroasia. Itu sebabnya TVRI Sport memilihnya sebagai Player of the Match dalam laga ini.