Pemain Liverpool, Wataru Endo Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Tokyo, Jepang
Kebugaran fisik akan menjadi hakim terakhir apakah Endo akan berangkat sebagai pemimpin tim atau hanya menjadi penonton dari jauh.
Nasib gelandang Liverpool, Wataru Endo, di sisa kompetisi musim ini kemungkinan berakhir prematur. Kondisi tersebut setelah ia menjalani operasi pergelangan kaki kiri di Jepang.
Langkah medis tersebut terpaksa diambil menyusul cedera serius yang dialami Endo saat membela Liverpool melawan Sunderland pada 11 Februari 2026. Laga itu berakhir untuk kemenangan The Reds lewat gol tunggal yang dicetak Virgil van Dijk.
Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, telah memberikan konfirmasi terkait prosedur operasi yang dijalani Endo. Meski memberikan nada optimisme, ia mengaku detail teknis mengenai prosedur tersebut belum sepenuhnya diterima secara mendalam.
"Saya sudah mendengar bahwa dia telah menjalani operasi," kata Moriyasu yang sukses membawa Jepang tampil impresif di level internasional tersebut kepada Nikkan Sports.
Moriyasu menjelaskan walau rincian medisnya masih terbatas, laporan awal yang didapat memberikan angin segar bagi skuad Samurai Biru. Hanya saja, ia masih perlu menerima detailnya untuk meraih kepastian.
"Saya dengar operasinya berjalan lancar, namun saya tidak tahu detail bagaimana prosesnya berlangsung," ungkapnya mengenai jalannya operasi Endo.
Kini, fokus utama beralih pada proses rehabilitasi panjang yang harus dijalani pemain berusia 33 tahun tersebut. Target utamanya sudah sangat jelas, yakni memastikan kesiapan fisik Endo sebelum sepak mula Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara.
"Rencananya adalah agar dia siap tepat waktu untuk Piala Dunia, jadi proses rehabilitasi sejak operasi dan seterusnya sedang dipertimbangkan," ucapnya.
Moriyasu menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak agar Endo tidak melewatkan kesempatan emas berlaga di panggung dunia. Tanpa adanya kolaborasi tersebut sulit rasanya eks pemain VfB Stuttgart itu pulih cepat.
"Demi bisa bermain di Piala Dunia, dia, pihak klub, dan kami semua memiliki pemahaman yang sama," ucapnya mengenai komitmen bersama tersebut.
Bagi Liverpool maupun Jepang, prioritas saat ini adalah kesembuhan total daripada mengejar jadwal kembali yang terburu-buru. Piala Dunia 2026 yang dimulai pada 11 Juni mendatang, Endo kini hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk membangun kembali kebugaran fisiknya.
Di usia yang sudah menginjak 33 tahun, turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini membawa beban emosional yang besar bagi Endo. Kebugaran fisik akan menjadi hakim terakhir apakah ia akan berangkat sebagai pemimpin tim atau hanya menjadi penonton dari jauh.
Dalam jangka pendek, Jepang dipastikan harus melanjutkan persiapan tanpa kehadiran sang kapten. Agenda uji coba melawan tim tangguh seperti Skotlandia dan Inggris tetap akan berjalan meskipun Endo sedang menepi.
Sementara itu, pihak Liverpool sendiri hingga saat ini belum merilis pembaruan medis resmi. Namun, ekspektasi umum menunjukkan Endo kemungkinan besar akan melewatkan sisa seluruh kampanye domestik musim 2025/26.
Peran Endo di bawah asuhan Arne Slot musim ini memang terbilang lebih terbatas dibandingkan musim debutnya. Ia tercatat baru tampil sebanyak 12 kali dengan hanya tiga kali menjadi starter, mengumpulkan total 455 menit bermain di semua kompetisi.
Padahal, pada musim pertamanya, Endo menjadi sosok krusial dari bangku cadangan dengan total 25 kali tampil sebagai pemain pengganti dalam 32 pertandingan. Kedisiplinan dan ketepatan waktunya dalam memutus serangan lawan sering kali menjadi kunci Liverpool mengamankan kemenangan tipis.