Bintang muda Timnas Turki, Arda Guler. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Istanbul, Turki
Arda Guler akan mencoba mengikuti inspirasinya lagi untuk memastikan Turki meraih tempat di Piala Dunia 2026.
Upaya untuk meraih tempat di Piala Dunia 2026 mewajibkan Turki melakoni play-off zona Eropa. Tim Sabit-Bintang itu akan menjamu Rumania di Istanbul pada Kamis (26/3/2026) atau Jumat (27/3/2026) pukul 00.00 WIB di semifinal Jalur C. Bila bisa melewati Rumania, Turki akan menantang pemenang semifinal lainnya antara Slowakia dan Kosovo.
Di laga mana pun, Turki akan mengandalkan salah seorang pemain yang semakin berkibar di liga papan atas Eropa. Arda Guler bakal menjadi pilar buat skuad beralias Ay-Yildizlilar atau Tim Sabit-Bintang itu setelah makin mengilap di Madrid.
Saat masih menangani Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan pujian tinggi untuk Arda Guler. Alonso, eks gelandang jangkar sekaligus pengatur serangan jempolan, menyebut Arda Guler seperti gabungan dua gelandang hebat Madrid.
"Bukan cuma karena asalnya, tapi karena kualitasnya. Ia merupakan campuran antara (Mesut) Ozil dan Guti, karena Guti dapat bermain di sekitar garis tengah tapi juga dapat memberikan operan akhir. Lebih sering Arda mengoper, akan lebih baik buat tim. Kami harus terus mendorongnya untuk meningkatkan permainan, tapi saya senang saat ini," ucap Alonso saat masih melatih El Real seperti dikutip dari Goal.
Akan tetapi, Xabi Alonso cukup sering membangkucadangkan gelandang kelahiran Ankara itu. Alvaro Arbeloa, pengganti Alonso, memberikan lebih banyak kepercayaan pada Arda Guler.
Meski kontribusi gol dan assist-nya sempat tertahan, Arda Guler mulai menunjukkan pengaruh besar dalam serangan yang membuat El Real memenangi lima pertandingan terakhir. Dalam lima partai itu, eks pemain Fenerbahce tersebut menorehkan satu assist dan satu gol. Catatan mengesankan mengikuti gol terakhirnya itu.
Gol ke gawang Elche memperlihatkan kemahiran dan kepercayaan diri tinggi. Masuk menggantikan Vinicius Jr., Arda Guler mencetak gol melalui tendangan dari jarak 68 meter, yang tercatat sebagai gol terjauh yang dibuat pemain nonkiper di lima liga top Eropa.
Baca juga: Arda Guler Spesialis Gol Jarak Jauh Timnas Turki
"Saya memiliki kualitas tembakan itu," ucapnya seperti dikutip dari Turkiye Today. Ujaran dengan rasa pede tingkat tinggi itu tak kurang menegaskan pula bahwa gol seperti itu bukan kebetulan belaka, melainkan dari skill yang diasah.
Bakat besar Arda Guler tampak mengarahkannya kepada kesuksesan. Untuk itu, inspirasi sejak masa kecil hingga saat sudah menjadi pemain profesional terlihat pula memberikan dampak yang tidak mungil pada kemampuan teknis gelandang serang yang kini berusia 21 tahun itu.
Arda Guler menyebut pengatur serangan asal Brasil yang melegenda di Fenerbahce, Alex de Souza, sebagai idolanya saat masih kecil. Hal yang wajar mengingat Guler merupakan produk akademi Fener.
Di situs Real Madrid, pemain yang juga mengawali kiprahnya di akademi Genclerbirgli itu menyebut dua nama lagi yang menjadi anutannya saat sudah berkarier, yakni Luka Modric dan Mesut Ozil. Arda Guler menyatakan bahwa ia mencoba untuk mencontoh permainan dua eks andalan El Real di lini tengah tersebut.
Untuk Turki di kualifikasi Grup E, Arda Guler menorehkan satu gol dan tiga assist. Tidak mengherankan bila pelatih Ay-Yildizlilar, Vincenzo Montella, berharap banyak pada gelandang serang belianya ini untuk memastikan genggaman mereka pada tiket ke Piala Dunia 2026 yang akan dihelat di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli mendatang.