TVRINews - Guadalajara, Meksiko

Penyelamatan Lionel Mpasi sepanjang pertandingan menghadapi Kolombia, membuatnya pantas terpilih sebagai Player of the Match meski timnya mengalami kekalahan.

Butuh pemain seperti Daniel Munoz untuk membongkar pertahanan Republik Demokratik Kongo yang dikawal kiper Lionel Mpasi. Bek Kolombia ini yang akhirnya menentukan kemenangan timnya lewat gol yang dia ciptakan di menit ke-76.

Piala Dunia 2026 tampaknya menjadi panggung kecil bagi para penjaga gawang. Sejak turnamen ini bergulir pada 11 Juni lalu, sejumlah kiper muncul menjadi tonggak di antara banyaknya lesatan bola yang datang ke arah mereka.

Di laga Kolombia vs Republik Demokratik Kongo, sosok Lionel Mpasi menjadi sangat dominan. Perannya di bawah mistar membuat para pemain Kolombia harus menelan kekecewaan setelah berkali-kali mencoba mematahkan sosok berusia 31 tahun ini. Kiper Republik Demokratik Kongo ini memang berhasil meredam ancaman yang datang ke gawangnya di laga lawan Kolombia ini.

Perannya sudah terlihat sejak 15 menit pertama laga bergulir. Sepanjang menit tersebut, Lionel Mpasi melakukan tiga penyelamatan krusial termasuk menepis bola keras tembakan bintang Kolombia, James Rodriguez. Saat itu, Lionel Mpasi mengarahkan tubuhnya ke kiri dan berhasil menjangkau bola tersebut.

Dari 15 menit pertama itu, Kolombia sudah melepaskan 7 tembakan dengan 4 di antaranya mengarah ke gawang. Karena peran Lionel Mpasi yang membuat Republik Demokratik Kongo berhasil melalui 45 menit pertama ini dengan clean sheet.

Kemampuannya sebagai penjaga gawang bukan hanya terlihat dari kecepatan serta reaksinya melainkan juga penempatan dirinya dalam menghadapi situasi yang ada di depannya. Lionel Mpasi dalam posisi yang tepat saat meredam bola tembakan Luis Diaz. Dia mampu menahan dengan kedua bagian lutut atau pahanya sehingga bola terblok dan memantul ke luar.

Sebelumnya, Lionel Mpasi juga meredam tembakan jarak jauh dari pemain Kolombia, Gustavo Puerta. Tembakan tersebut dilepaskan Gustavo Puerta dari sisi kiri lapangan. Dari jarak jauh bola tersebut meluncur keras tapi berhasil ditepis Lionel Mpasi.

Ini bukan pertama kalinya Lionel Mpasi berperan dalam membawa timnya meraih poin. Ketika lawan Portugal, dia juga berhasil mengamankan gawangnya yang membuat laga berakhir 1-1, walau di laga tersebut dia tidak terlalu bekerja keras karena pertahanan timnya yang mampu meredam serangan Portugal.

Performanya lawan Kolombia menjadi aksi paling terbaik dari Lionel Mpasi. Hingga menit ke-50 laga berjalan, dia telah melakukan 7 penyelamatan krusial bagi Republik Demokratik Kongo.

Lionel Mpasi merupakan penjaga gawang yang telah bermain dalam 30 laga untuk Timnas Republik Demokratik Kongo. Bintang klub Le Harve (Prancis) menjadi andalan dalam kualifikasi dan kini menjadi harapan publik sepak bola Republik Demokratik Kongo. 

Sukses Republik Demokratik Kongo di laga ini karena peran kiper mereka Momen di menit ke-61 saat dia melompat menjangkau bola umpan jauh yang mengarah ke gawangnya juga salah satu reaksi kunci yang membuat timnya di meit ke-60 ini tetap tidak kemasukan.

Republik Demokratik Kongo masih menjaga peluang mereka lolos ke 32 besar. Pada pertandingan terakhir Grup K, tim asuhan Sebastien Desabre akan menghadapi Uzbekistan. Di atas kertas, peluang mereka mengalahkan lawan mereka tersebut sangat terbuka.

Strategi bermain rapat dan ketat lawan Kolombia memang efektif. Rencana itu berjalan dengan baik karena sosok di bawah mistar gawang mereka, Lionel Mpasi. Karena itu pula, dia pantas terpilih sebagai Player of the Match dari laga Kolombia vs Republik Demokratik Kongo ini.

Meski timnya mengalami kekalahan, namun Player of the Match adalah penghargaan yang diberikan untuk individu pemain, performa, upaya, dan nilai yang diperlihatkannya sepanjang laga tersebut.

Lionel Mpasi total telah melakukan 8 penyelamatan di laga lawan Kolombia. Apa yang diperlihatkan Lionel Mpasi dengan meredam sejumlah peluang, membuat timnya hanya kemasukan satu gol. Ini tentu bisa berguna dalam perhitungan selisih gol nanti jika memang diperlukan.