TVRINews - Houston, Amerika Serikat

Pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, merasa terpukul atas dianulirnya gol Azizjon Ganiev. Ia juga menilai Cristiano Ronaldo masih bisa tampil prima beberapa tahun ke depan.  

Cristiano Ronaldo akhirnya ikut meramaikan pesta gol di Piala Dunia 2026. Setelah sempat menjadi sorotan akibat penampilan kurang meyakinkan pada laga pembuka, kapten Portugal itu menjawab semua kritik.

Ia mencetak dua gol saat timnya menghancurkan Uzbekistan 5-0 pada laga Grup K di Houston Stadium, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026) waktu setempat atau Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.

Dua gol yang dicetak Ronaldo pada babak pertama menjadi awal kemenangan telak Portugal sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim asuhan Roberto Martinez. Sebelumnya, Portugal menuai kritik setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada pertandingan pertama.

Selain membawa Portugal meraih kemenangan penting, Ronaldo juga kembali menorehkan sejarah. Penyerang berusia 41 tahun itu menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia. Ia juga resmi menjadi pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia, melampaui legenda Eusebio.

Sebelum pertandingan ini, Ronaldo hanya bisa menyaksikan Lionel Messi, Erling Haaland, dan Kylian Mbappe lebih dulu mencuri perhatian lewat gol-gol mereka di turnamen. Kini, lewat dua golnya ke gawang Uzbekistan, Ronaldo menunjukkan bahwa naluri mencetak golnya di depan gawang belum memudar.

Saat meninggalkan lapangan usai mencetak brace, Ronaldo bahkan terlihat berteriak ke arah kamera televisi, "Aku kembali!"

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai persaingan Ronaldo dengan pemain-pemain terbaik dunia, khususnya Lionel Messi, justru menjadi faktor yang membuat keduanya terus berkembang.

"Saya percaya kedua pemain itu telah membuat sepak bola menjadi lebih baik selama bertahun-tahun. Persaingan mereka penting agar keduanya terus berkembang," ujar Martinez usai laga, dikutip dari Reuters.

"Ronaldo adalah ikon dan panutan di tim nasional. Sikapnya luar biasa, baik di lapangan maupun di ruang ganti. Bukan hanya soal gol, tetapi juga umpan, peluang yang ia ciptakan, dan bagaimana ia menjadi teladan dalam menghadapi Piala Dunia,"ia menambahkan.

Martinez juga menegaskan dirinya tidak pernah melihat Ronaldo kehilangan rasa percaya diri meski sempat mendapat kritik.

"Dia manusia biasa dan tentu memiliki perasaan. Namun saya belum pernah bekerja dengan pemain yang, apa pun yang terjadi hari ini, besok tetap lapar untuk bekerja lebih keras. Itulah kualitas yang ingin saya wariskan kepada setiap pemain muda."

Pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia bersama Italia pada 2006, edisi pertama yang diikuti Ronaldo, juga memberikan pujian tinggi kepada sang megabintang.

"Ketika menghadapi Ronaldo, Anda tidak boleh memberinya ruang sedikit pun. Jika Anda memberinya satu sentimeter saja, dia akan mencetak gol," kata Cannavaro.

"Para pemain Portugal bermain untuknya. Mereka selalu mengalirkan bola kepadanya. Sebagai bek, Anda harus sangat cerdas untuk terus berada dekat dengannya," ia menambahkan.

"Dia seorang profesional sejati. Setelah pertandingan saya mengatakan kepadanya, 'Anda masih bisa bermain beberapa tahun lagi dan terus menikmati sepak bola'."

Sementara itu, Martinez menilai Portugal belajar dari kesalahan saat ditahan Republik Demokratik Kongo. Menurutnya, kali ini para pemain bermain dengan kepala dingin, bukan sekadar mengandalkan semangat.

"Ketika kami mencetak gol pada pertandingan pertama, kami kehilangan disiplin dan bentuk permainan. Kami memberi lawan kesempatan melakukan serangan balik dan gagal memasuki sepertiga akhir lapangan."

"Saat itu kami bermain dengan hati, bukan dengan kepala. Hari ini justru sebaliknya. Kami bermain sangat disiplin."

Portugal tampil dominan dengan menciptakan 17 tembakan, delapan di antaranya mengarah ke gawang. Bahkan ketika skor sudah telak, para pemain tetap menyerang dan Ronaldo masih memperoleh beberapa peluang emas untuk mencetak hat-trick.

Martinez pun kembali memuji etos kerja Ronaldo. "Saya belum pernah bekerja dengan pemain yang, apa pun yang terjadi hari ini, tetap memiliki rasa lapar yang luar biasa untuk kembali bekerja keesokan harinya," ujarnya.

Martinez juga menganggap hasil kurang memuaskan di awal turnamen bukanlah bencana. "Ini Piala Dunia ketiga saya. Pada Piala Dunia pertama saya berpikir setiap pertandingan harus dimenangkan. Sekarang saya sadar justru sebaliknya. Semua ini adalah sebuah proses."

Sedangkan di kubu Uzbekistan, Cannavaro mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan telak tersebut. Ia menegaskan para pemainnya telah berjuang maksimal.

"Mereka sudah mencoba segalanya. Mereka memberikan yang terbaik dan saya sangat bangga kepada mereka. Kami harus terus percaya sampai secara matematis kami benar-benar tidak bisa lolos."

"Sepanjang hidup saya, baik sebagai pemain maupun pelatih, saya selalu mengambil tanggung jawab. Jika kami kalah 0-5, itu karena saya yang membuat kesalahan hari ini, bukan para pemain."

"Ini adalah Piala Dunia pertama kami. Saya mengatakan kepada para pemain bahwa mereka boleh salah mengoper atau melakukan kesalahan karena saya harus memberi mereka kepercayaan diri untuk terus berkembang."

Gol Dianulir Bikin Uzbekistan Terpukul

Sementara itu pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, juga mengakui gol indah Azizjon Ganiev yang dianulir saat skor masih 2-0 sangat memengaruhi mental timnya.

"Gol yang dianulir itu benar-benar memukul rasa percaya diri kami. Sangat disayangkan karena saat itu kami mulai bermain seperti ketika menghadapi Kolombia, bermain dengan berani," ujar Cannavaro.

"Saya meminta mereka bermain lebih berani, memainkan sepak bola, dan tidak takut. Dengan pola pikir seperti itu, kami bisa berkembang sebagai tim maupun sebagai individu. Kami datang ke sini untuk mendapatkan pengalaman, sekalipun harus menelan kekalahan," mantan bek Juventus dan Real Madrid itu menambahkan.

Portugal kini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan akan menghadapi Kolombia pada laga terakhir Grup K. Sementara Uzbekistan belum meraih poin dan wajib mengalahkan Republik Demokratik Kongo agar peluang lolos ke babak 32 besar tetap terbuka.